HUBUNGAN TEKNIK SINEMATOGRAFI DAN EMOSI PADA FILM “POLAROID” KARYA MAHASISWA UNIVERSITAS SAINS AL-QUR’AN
Keywords:
Film, Komunikasi Visual, Sinematografi, Pergerakan Kamera, Emosi CeritaAbstract
Penelitian ini membahas peran teknik sinematografi berupa pergerakan kamera dalam membentuk emosi cerita pada film Polaroid karya mahasiswa Universitas Sains Al-Qur’an. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi adegan film. Kajian difokuskan pada unsur sinematografi yang meliputi framing, sudut pengambilan gambar, komposisi visual, warna, pencahayaan, serta mise-en-scène, serta variasi pergerakan kamera yang digunakan dalam setiap scene. Temuan menunjukkan bahwa unsur-unsur sinematografi berfungsi sebagai bahasa visual yang mampu menyampaikan dinamika emosional, konflik batin, dan perkembangan relasi antartokoh secara efektif. Pergerakan kamera, seperti track in, track out, handheld, tilt up, panning, dan long tracking shot, berperan penting sebagai pembentuk suasana dan kedekatan emosional antara penonton dan cerita. Dengan demikian, penerapan teknik sinematografi dan pergerakan kamera memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan narasi serta pengalaman emosional penonton dalam film Polaroid.
Downloads
References
Anwar, R. Z. (2020). Pergerakan kamera untuk memperkuat dramatik pada sinematografi film Bajing Loncat. Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Dewi, D. W. (2025). Analisis tahap kedukaan yang dialami oleh tokoh Yusuke Kafuku dan Misaki Watari dalam film “Drive My Car” karya Ryusuke Hamaguchi. e-Repository Universitas Negeri Jakarta.
Dewi, N. P. S., & Fathoni, M. (2023). Kajian komunikasi visual heroisme dalam film animasi 2D The Battle of Surabaya. JISHUM: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 1(3).
Elvaretta, V., & Ahmad, A. (2021). Perancangan film pendek yang berjudul Ask Myself. Sense: Journal of Film and Television Studies, 4(2).
Himawan, P. (2023). Memahami film (2nd ed.). Montase Press.
Husna, N. A., et al. (2025). Pembentukan karakter kepemimpinan melalui konflik identitas dalam film Enola Holmes. IKRAITH-EKONOMIKA, 9(1).
Junaedi, H., et al. (2018). Penerapan sinematografi dalam penempatan posisi kamera dengan menggunakan logika fuzzy. Jurnal Ilmu Komputer dan Informatika, 4(2).
Mardatillah, N. A., & Murhayati, S. (2025). Data dan fakta penelitian kualitatif. Jurnal Ilmiah Universitas Negeri Jakarta.
Meslina. (2025). Pemanfaatan floriografi dalam pembuatan desain karakter film animasi “Oxeye Daisy” untuk merepresentasikan emosi. Politeknik Negeri Media Kreatif.
Prabowo, M. (2022). Pengantar sinematografi. The Mahfud Ridwan Institute.
Pratista, H. (2023). Memahami Film. Montase Press.
Rahmawati, D. (2023). Representasi remaja dalam film Indonesia. Jurnal.
Sintowoko, D. A. W. (2022). Mood cues dalam film Kartini: Hubungan antara pergerakan kamera dan emosi. Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi, 18(1).
Utami, D., & Rachmawati, A. (2023). Analisis semiotika Roland Barthes terhadap makna simbolik dalam film Bumi Manusia. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media, 5(1).

