PERAN SIKAP SKEPTIS SEBAGAI MEDIATOR PENGARUH LITERASI DIGITAL, KECERDASAN EMOSIONAL, DAN PAPARAN HOAKS TERHADAP KEMAMPUAN VERIFIKASI INFORMASI MAHASISWA
Keywords:
literasi digital, kecerdasan emosional, hoaks, sikap skeptis, verifikasi informasiAbstract
Sebagai pengguna aktif media sosial, siswa menghadapi tantangan besar untuk menyebarkan hoaks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana literasi digital, kecerdasan emosional, dan pengalaman terpapar hoaks memengaruhi kemampuan mahasiswa untuk memverifikasi informasi; sikap skeptis berfungsi sebagai mekanisme penghubung dalam proses ini. Studi ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada mahasiswa YPTK Padang Universitas Putra Indonesia. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan analisis beberapa kasus penyebaran hoaks yang melibatkan mahasiswa. Analisis tematik digunakan untuk menemukan pola dan makna hubungan antara konsep yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital membantu siswa memperoleh strategi evaluasi informasi, sementara kecerdasan emosional membantu mereka mengendalikan respons emosional mereka terhadap konten bermuatan provokatif. Pengalaman terpapar hoaks berkontribusi dalam meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian mahasiswa dalam memproses informasi. Dalam konteks ini, sikap skeptis berfungsi sebagai mekanisme kognitif yang menghubungkan kemampuan kognitif, emosional, dan pengalaman dengan praktik verifikasi informasi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan sikap skeptis yang sehat sebagai bagian integral dari literasi digital untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam menilai kredibilitas informasi di era digital.
Downloads
References
Allcott, H., & Gentzkow, M. (2017). Social Media and Fake News in the 2016 Election. 31(2), 211–236.
Amalia, R., & Haryani, J. B. (2024). Pentingnya Kecerdasan Emosi Pada Remaja. 3(02), 636–646.
Bordelon, T. D., Opatrny, M., Turner, W. G., & Williams, S. D. (2011). Culture for Sale ? An Exploratory Study of the Crow Fair Culture for Sale ? An Exploratory Study of the Crow Fair. 16(1), 10–37.
Dewi, P. K., & Azhar, A. A. (2025). TikTok Social Media Literacy in Verifying the Dissemination of Hoax News among University Students. 2018(January 2020), 189–202.
Heriyanto. (2018). Thematic Analysis sebagai Metode Menganalisa Data untuk Penelitian Kualitatif. 2(3), 317–324.
Int, S., Technol, J. E., Educ, H., Smith, E. E., & Storrs, H. (2023). Digital literacies , social media , and undergraduate learning : what do students think they need to know ? International Journal of Educational Technology in Higher Education, 2. https://doi.org/10.1186/s41239-023-00398-2
Lewandowsky, S., Cook, J., Lombardi, D., & Rand, D. G. (2020). Debunking Handbook Authors.
Ng, W. (2012). Author ’ s personal copy Computers & Education Can we teach digital natives digital literacy ? Computers & Education 59, 59, 1065–1078 Contents. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2012.04.016
Nowell, L. S., Norris, J. M., White, D. E., & Moules, N. J. (2017). Thematic Analysis : Striving to Meet the Trustworthiness Criteria. 16, 1–13. https://doi.org/10.1177/1609406917733847
Nur’aini. (2020). Studi kasus merupakan penyelidikan empiris yang menyelidiki fenomena kontemporer dalam konteks kehidupan mengubah menjadi penyelidikan empiris yang menyelidiki suatu fenomena atau pengaturan . Dengan menghapus kata dan pengaturan , pengertian ini mengakom. XVI(1).
Nurfajriani, W. V., Wahyu, M., Arivan, I., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2024). No Title. 10(September), 826–833.
Patton. (2015). qualitative-research-evaluation-methods-by-michael-patton.pdf.
Pennycook, G., & Rand, D. G. (2019). Lazy , not biased : Susceptibility to partisan fake news is better explained by lack of reasoning than by motivated reasoning. Cognition, 188(September 2017), 39–50. https://doi.org/10.1016/j.cognition.2018.06.011
Tisdell, S. B. M. & E. J. (2016). No Title.
Wilinda, N., Mini, R., & Salim, A. (2023). PERAN KECERDASAN EMOSIONAL SEBAGAI MEDIATOR ANTARA TRAIT MINDFULNESS DENGAN MOTIVASI PEMBELAJARAN JARAK JAUH. 12(April), 61–68.

