ANALISIS PESAN MORAL PEMENTASAN CUPAK GERANTANG JAGAT CAKSU OLEH MAHASISWA ISI DENPASAR

Authors

  • I Kadek Indrawan Institut Seni Indonesia Bali Author

Keywords:

Cupak Gerantang, Cerita Rakyat Bali, Dramatari, Nilai Moral, Budaya, Rwa Bhineda, Pertunjukan Tradisional

Abstract

Cerita Cupak Gerantang merupakan salah satu warisan sastra lisan Bali yang memiliki nilai estetika dan moral tinggi. Kisah ini mengangkat pertentangan dua tokoh bersaudara Cupak yang rakus, kasar, dan licik, serta Gerantang yang jujur, bijak, dan baik hati sebagai simbol Rwa Bhineda, yaitu dua sifat bertolak belakang dalam kehidupan manusia. Cerita ini berkembang luas melalui berbagai bentuk seni pertunjukan tradisional Bali, seperti Arja, Wayang Cupak, Prembon, Janger, dan Barong Landung, yang menegaskan kekuatan naratif dan daya adaptasi kisahnya dalam budaya Bali. Narasi perjalanan hidup mereka dari desa Majelangu hingga puncak-puncak petualangan seperti membunuh Raksasa Menaru, Perang Paplengkungan, hingga Cupak menjadi raja di Gobagwesi, menyajikan pelajaran hidup yang relevan bagi masyarakat, terutama generasi muda. Pementasan Pagelaran PKM IV Cupak Gerantang Jagat Caksu mengemas kisah ini dalam bentuk dramatari yang memadukan unsur drama, tari, musik, tata panggung, dan kostum yang memperkuat pesan moral. Nilai-nilai seperti keadilan, kesetiaan, keberanian, kebijaksanaan, kehormatan, serta toleransi menjadi inti dari pementasan tersebut. Cerita ini bukan hanya media hiburan, tetapi juga media edukasi dan refleksi diri (mulat sarira), yang berfungsi melestarikan nilai-nilai luhur budaya Bali serta menumbuhkan kesadaran etis dan spiritual di tengah masyarakat modern.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bandem, I Made & deBoer, Fredrik. (1995). Kaja and Kelod: Balinese Dance in Transition. Kuala Lumpur: Oxford University Press.

Sedana, I Nyoman. (2002). Wayang and Character Education in Bali. Denpasar: Bali Mangsi Press.

Sedana, I Nyoman. (2005). Transformasi Wayang di Bali: Pergeseran Konteks Pertunjukan dan Nilai Budaya. Denpasar: Institut Seni Indonesia Denpasar Press.

Dibia, I Wayan. (1999). Teater Tradisional Bali: Dinamika dan Tantangannya. Denpasar: ASTI Denpasar Press.

Sugiartha, I Ketut. (2010). Cupak Gerantang: Cermin Watak dan Nilai Budaya Bali. Denpasar: Udayana University Press.

Rai S., I Wayan. (2007). Sastra Lisan Bali dalam Konteks Pertunjukan Tradisional. Denpasar: Pustaka Bali.

Suarka, I Nyoman. (2004). Estetika Sastra Lisan Bali. Denpasar: Universitas Udayana Press.

Bagus, I Gusti Ngurah. (1991). Kebudayaan Bali: Suatu Tinjauan Ringkas. Denpasar: Upada Sastra.

Bandem, I Made. (1983). Drama Tari Bali. Denpasar: Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Denpasar.

Ginarsa, I Ketut. (1990). Nilai-Nilai Pendidikan dalam Cerita Rakyat Bali. Denpasar: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

ANALISIS PESAN MORAL PEMENTASAN CUPAK GERANTANG JAGAT CAKSU OLEH MAHASISWA ISI DENPASAR. (2025). Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 11(9), 2901-2910. https://cibjournal.com/index.php/triwikrama/article/view/5141

Similar Articles

11-20 of 261

You may also start an advanced similarity search for this article.