GENGSI DIGITAL DAN VALIDASI SOSIAL: STUDI KASUS PERSELINGKUHAN TRANSAKSIONAL DI KALANGAN MAHASISWA DEMI EKSISTENSI DI MEDIA SOSIAL

Authors

  • Ray Alhafiz Munthe Universitas Islam Negri Sultan Syarif Kasim Riau Author

Keywords:

Gengsi Digital, Validasi Sosial, Perselingkuhan Transaksional, Mahasiswa, Media Sosial

Abstract

Fenomena gaya hidup mewah yang ditampilkan di media sosial telah menciptakan standar sosial baru di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara tekanan "gengsi digital" dengan munculnya fenomena perselingkuhan transaksional di lingkungan perguruan tinggi. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan observasi fenomena digital, penelitian ini membedah bagaimana kebutuhan akan validasi sosial di platform seperti Instagram dan TikTok mendorong individu melakukan komodifikasi relasi romantis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perselingkuhan dalam konteks ini tidak lagi didasari oleh motif emosional semata, melainkan sebagai strategi pragmatis untuk memenuhi tuntutan konsumtif dan mempertahankan eksistensi dalam strata sosial digital. Tekanan teman sebaya (peer pressure) dan pergeseran nilai moralitas menjadi faktor penguat mahasiswa terjebak dalam hubungan transaksional demi mendapatkan akses materi yang menunjang citra diri di ruang publik virtual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial telah mengubah logika kesetiaan menjadi logika pertukaran simbolis demi prestise sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Baudrillard, J. (1994). Simulacra and Simulation. Ann Arbor: University of Michigan Press.

Bourdieu, P. (1984). Distinction: A Social Critique of the Judgement of Taste. London: Routledge.

Festinger, L. (1954). A Theory of Social Comparison Processes. Human Relations, 7(2), 117-140.

Giddens, A. (1992). The Transformation of Intimacy: Sexuality, Love, and Eroticism in Modern Societies. Stanford: Stanford University Press.

Goffman, E. (1959). The Presentation of Self in Everyday Life. Garden City, NY: Doubleday.

Hidayat, S., & Lestari, P. (2022). Relasi Transaksional dan Komodifikasi Cinta di Lingkungan Perguruan Tinggi Urban. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 11(2).

Mosco, V. (2009). The Political Economy of Communication. London: Sage Publications.

Nasrullah, R. (2020). Sosiologi Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Pratama, R. (2021). Digital Validation: Mengapa Pengakuan di Media Sosial Menjadi Kebutuhan Primer Baru? Jurnal Psikologi Sosial, 19(3).

Prisgunanto, I. (2021). Perilaku Komunikasi di Era Digital: Tantangan dan Perubahan Budaya. Jakarta: Prenada Media.

Saraswati, D. (2022). Pergeseran Nilai Moral dan Gaya Hidup Hedonisme pada Generasi Z di Indonesia. Jurnal Sosiologi Nusantara, 8(2).

Wibowo, T. (2023). Dinamika Sugar Dating: Antara Agensi Perempuan dan Komodifikasi Seksual di Kota Besar. Jurnal Sosiologi Perkotaan, 9(1).

Zahra, A., & Prisgunanto, I. (2023). Fenomena Flexing di Media Sosial dan Dampaknya terhadap Gaya Hidup Konsumtif Mahasiswa. Jurnal Komunikasi Global, 12(1).

Zed, M. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

GENGSI DIGITAL DAN VALIDASI SOSIAL: STUDI KASUS PERSELINGKUHAN TRANSAKSIONAL DI KALANGAN MAHASISWA DEMI EKSISTENSI DI MEDIA SOSIAL. (2025). Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 11(9), 2921-2930. https://cibjournal.com/index.php/triwikrama/article/view/5176

Similar Articles

51-60 of 482

You may also start an advanced similarity search for this article.