TRADISI BALIMAU KASAI KAMPAR SECARA BERMAKNA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN

Authors

  • Muammad Habib Ahasdiandra Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Author

Keywords:

Balimau Kasai; tradisi Melayu Riau; tafsir kontemporer; nilai Islam; budaya lokal

Abstract

Tradisi suatu masyarakat mencerminkan identitas masyarakat tersebut, meskipun interpretasinya bisa dilihat dari berbagai sudut pandang. Tulisan ini mengkaji makna tradisi Balimau Kasai di Tanah Melayu Riau melalui tafsir kontemporer. Tradisi Balimau Kasai dapat dipahami sebagai upacara masyarakat Melayu Riau untuk membersihkan diri, mengungkapkan syukur, dan kegembiraan menyambut Ramadhan. lalu direduksi serta dianalisis menggunakan penafsiran kontemporer. Penelitian menemukan adanya pergeseran makna tradisi Balimau Kasai seiring perkembangan zaman. Generasi muda kini melihatnya sebagai hiburan semata, yang justru mengikis nilai positif tradisi tersebut. Pemaknaan tradisi mandi Balimau Kasai bergantung pada kesadaran diri individu terhadap tradisinya apakah ia merasakan nilai-nilainya atau justru mengalami pergeserannya. Untuk mencegah pergeseran nilai ini, pemangku adat diharapkan menegakkan tata cara mandi Balimau Kasai yang benar, seperti memisahkan lokasi mandi bagi perempuan dan laki-laki, sementara aparat masyarakat berperan mengawasi prosesnya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Achmad Yusuf, Local Traditions and Islamic Religious Education: A Study of the Integration of Islamic Values in Local Culture, Al-Ilmu: Journal of Islamic Studies (2025)

S. Khodijah & A. Kholid, Classifying Islamic Exegesis: How Muslim and Western Scholars Categorize Tafsir Traditions, Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman 14, no. 1 (2025)

Ismail Pane, Education and culture : Penyimpangan Nilai Adat Pemandian Balimau Kasai Terhadap Ajaran Islam di Desa Batu Belah Kecamatan bangkinang Kabupaten Kampar Provinsi Riau, Vol. 01, No. 02 (2023)

Ardiansyah & Nopriadi, “Tradisi Balimau di Provinsi Riau: Kajian Antropologi Budaya dalam Konteks Ramadan,” Jurnal Seni dan Budaya Nusantara Vol. 7 No. 2 (2024)

Iballa, D. Kahfi, “Tradisi Mandi Balimau di Masyarakat Kuntu: Living Hadis Sebagai Bukti Sejarah,” Jurnal Living Hadis 1, no. 2 (2016)

Suganda, “Balimau Kasai… antara adat, ritual dan agama,” sugandaweb.wordpress.com (26 Mei 2017)

Pane, Putri Rizca & Jimmi Copriady, “Tradition of Balimau Kasai in Riau Melayu Land in Perspective Phenomenology of Edmund Husserl,” Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 3 (2023)

M. N. Harisudin, “Urf Sebagai Sumber Hukum Islam (Fiqh) Nusantara,” Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam Vol. 20 No. 1 (2016)

Razali Pebrianto, Heri Saputra & Nurhasanah Bakhtiar, “Kearifan Lokal dalam Tradisi Mandi Balimau Kasai: Peran Pemangku Adat untuk Menjaga Nilai-nilai Islam di Desa Alam Panjang, Kampar, Riau,” Jurnal Ilmu Sejarah Peradaban Islam Vol. 1 No. 1 (2025)

Putri Rizca Mardeni, Jimmi Copriady, “tradisi Balimau kasai Melayu dalam Perspektif Fenomenologi Edmund husserl”, Jurnal Filsafat Indonesia, Vol. 06, No. 03 (2023)

M. Quraish Shihab ”TAFSIR AL-MISHBAH Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an”, Lentera hati, Vol. 3

Abdul Aziz Zaenal Muttaqin, Fadlil Yani Ainusyamsi & Pepe Iswanto, “Nilai-Nilai Pendidikan Sosial dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran Ayat 134 (Analisis Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim Karya Ibnu Katsir),” Bestari: Jurnal Pendid

Asrizal, Pipin Armita & Muh. Rizki, “Contextualization of Cultural Fiqh in the Balimau Kasai Tradition: Integration Between Islamic Values and Kampar Local Culture,” Indonesian Journal of Interdisciplinary Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2019)

Downloads

Published

2026-01-04

How to Cite

TRADISI BALIMAU KASAI KAMPAR SECARA BERMAKNA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN. (2026). Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 11(10), 571-580. https://cibjournal.com/index.php/triwikrama/article/view/5504

Similar Articles

1-10 of 307

You may also start an advanced similarity search for this article.