ANALISIS KETERGANTUNGAN SOSIAL-EKONOMI MASYARAKAT TERHADAP MOKE DI NUSA TENGGARA TIMUR
Keywords:
moke, ketergantungan sosial-ekonomi, ekonomi moral, Nusa Tenggara TimurAbstract
Moke merupakan minuman tradisional berbahan nira lontar yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketergantungan sosial-ekonomi masyarakat terhadap moke dengan menggunakan metode Systematic Literature Review. Data diperoleh dari berbagai jurnal, laporan penelitian, dan kajian etnografis yang relevan. Analisis dilakukan dengan menggunakan Teori Ekonomi Moral James C. Scott untuk memahami moke sebagai strategi subsistensi dan bagian dari solidaritas sosial masyarakat pedesaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa moke berfungsi sebagai sumber pendapatan rumah tangga, penyangga ekonomi lokal, serta media sosial-budaya dalam ritual adat dan relasi kekerabatan. Ketergantungan terhadap moke tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh nilai budaya, identitas kolektif, dan keterbatasan alternatif mata pencaharian. Oleh karena itu, pengelolaan moke secara berkelanjutan perlu memperhatikan keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan pelestarian nilai budaya lokal.
Downloads
References
Bao, D., Limbu, L., & Azi, F. (2024). Gastronomic representation and cultural symbolism of moke in Bajawa communities.
Berek, P. (2020). Kontribusi produksi moke terhadap pendapatan rumah tangga di pedesaan NTT.
Darma Laksana, I. N. (2018). Potensi ekonomi daerah. Prenada Media.
Debby, M. (2025). Tradisi minum moke: Studi kasus pada masyarakat Nusa Tenggara Timur. e-Journal Pembangunan Sosial.
Dentis, Y. (2017). Kehidupan sosial ekonomi komunitas penyuling minuman tradisional (tuak api/tua).
Gilmantori, F. A. (2025). Strategi pengembangan usaha minuman beralkohol (moke) di Desa Waesae.
Haba, J. (2018). Ekonomi tradisional dan ketahanan rumah tangga di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Masyarakat & Budaya, 20(2), 145–160.
Jesson, J., Matheson, L., & Lacey, F. M. (2011). Doing your literature review: Traditional and systematic techniques. Sage Publications.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.
Lame, G. (2019). Systematic literature reviews: Methods, applications, and research directions. In Proceedings of the International Conference on Industrial Engineering and Engineering Management (pp. 104–113).
Legalitas, A., et al. (2023). Moke sebagai simbol budaya dan praktik sosial masyarakat NTT.
Namasamon, M., & Sukapti, A. (2024). Tradisi minum moke dalam memperkuat solidaritas komunitas di NTT.
Ngapa, F., & Gago, B. (2020). Pemanfaatan pendapatan moke sebagai modal usaha rumah tangga di NTT.
Scott, J. C. (1977). The moral economy of the peasant: Rebellion and subsistence in Southeast Asia. Yale University Press.
Soa, R., Aswim, M., & Natsir, A. (2020). Nilai sosial moke dalam upacara adat masyarakat NTT.
Sutanto, A. (2020). Strategi komersialisasi produk minuman tradisional di Indonesia Timur. Jurnal Pariwisata Budaya, 12(1), 34–48.
Tanesab, J., Ghello, V., & Tuauni, F. (2021). Produksi dan pemasaran moke sebagai komoditas ekonomi lokal di NTT.
Tegar, S., et al. (2025). Penerapan teori ekonomi moral dalam analisis strategi subsistensi masyarakat tradisional.
Wiliam, R. (1985). Culture and society. Columbia University Press.

