JEJAK SOSIAL ANAK JALANAN DAN STRATEGI PEMBERDAYAAN DINAS SOSIAL DI KOTA KUPANG
Keywords:
Anak jalanan, pemberdayaan, Kota Kupang, kesejahteraan sosialAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kehidupan anak jalanan di Kota Kupang serta strategi pemberdayaan yang seharusnya dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali pengalaman hidup empat anak jalanan, yaitu Melan, Reli, Valdo, dan Sua, melalui teknik wawancara mendalam dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi keluarga, kebiasaan lingkungan sekitar, serta motivasi pribadi menjadi pendorong utama anak-anak tersebut bekerja di jalan. Meskipun sebagian dari mereka masih berstatus sebagai pelajar, aktivitas berjualan yang dilakukan setiap hari hingga malam berdampak pada kondisi fisik, stamina, serta keterbatasan waktu belajar. Relasi sosial antaranak jalanan terbangun cukup kuat karena adanya ikatan keluarga dan kedekatan lingkungan tempat tinggal. Namun, respons masyarakat terhadap keberadaan mereka bersifat beragam, mulai dari dukungan hingga penolakan. Temuan penelitian juga menunjukkan minimnya intervensi pemerintah, baik dalam bentuk pendampingan sosial maupun program pemberdayaan yang terstruktur. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan dalam menyediakan dukungan yang komprehensif agar anak jalanan dapat keluar dari kondisi rentan dan memperoleh kesempatan hidup yang lebih baik.
Downloads
References
Adoi, A., Bahri, S., & Juharni, J. (2025). Efektivitas pelayanan sosial dan pembinaan anak jalanan di Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat Daya. ADM, 3(1), 25–28. https://doi.org/10.35965/pja.v3i1.6025
Arianti, F. (2023). Pemberdayaan anak jalanan Kota Pangkalpinang dalam upaya pengembangan karakter, kreativitas serta minat baca melalui program pendidikan nonformal. IJDE, 2(1), 15–19. https://doi.org/10.33019/ijde.v2i1.15
Aufar, M., Sitepu, A., Ulayya, A., Wijaya, R., & Ritonga, F. (2025). Rumah pintar sebagai inovasi sosial: Membangun harapan anak di tengah ketimpangan akses pendidikan. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas, 7(2). https://doi.org/10.23969/humanitas.v7i2.28168
Bertus, D., Hulukati, W., & Usman, I. (2022). Faktor-faktor penyebab menjadi anak jalanan di Kota Gorontalo. Student Journal of Guidance and Counseling, 2(1), 66–75. https://doi.org/10.37411/sjgc.v2i1.1343
Djari, L., Udju, H., & Radji, M. (2025). Kewenangan pemerintah Kota Kupang dalam meningkatkan kesejahteraan anak jalanan di Kota Kupang. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial Politik dan Humaniora, 4(1), 444–453. https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i1.5150
Fahmi, Z. (2025). Preventing violence against women and children in Mandailing Natal Regency: A criminological perspective. Saree Research in Gender Studies, 7(2), 152–167. https://doi.org/10.47766/saree.v7i2.6265
Jati, A., Utami, S., & Isnawaty, N. (2022). Evaluasi program pelayanan dan rehabilitasi anak jalanan di Dinas Sosial Kota Bekasi. JANE – Jurnal Administrasi Negara, 14(1), 170. https://doi.org/10.24198/jane.v14i1.41280
Kudenga, M., Heeralal, P., & Ndwandwe, N. (2024). Navigating the road home: Challenges hindering the reintegration of street children with their families in Harare, Zimbabwe. Interdisciplinary Journal of Rural and Community Studies, 6, 1–13. https://doi.org/10.38140/ijrcs-2024.vol6.07
Lestari, R., Nabillah, A., Rahma, B., Tricintiya, N., Nurrohmah, N., Achdiani, Y., … & Nastia, G. (2024). Kondisi biopsikososial anak jalanan (pendekatan partisipatif untuk mempelajari kondisi biopsikososial dan harapan anak jalanan di Kelurahan Pasir Kaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung). Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 7(2), 159–175. https://doi.org/10.24198/focus.v7i2.59189
Mohamad, S., Isa, R., & Tohopi, R. (2024). Implementation of policy to control street children in Gorontalo City. PROJIP, 4(1), 93–108. https://doi.org/10.59713/projip.v4i1.1279
Nugraha, P., Wismayanti, K., & Wirantari, I. (2024). Program pemberdayaan masyarakat dalam rangka peningkatan pendidikan non formal (studi kasus anak pedagang asongan di Kota Denpasar). Cognoscere: Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan, 2(1). https://doi.org/10.61292/cognoscere.133
Ogunkan, D. (2023). A multisource analysis of child streetism in Nigerian urban centres. Development Policy Review, 42(1). https://doi.org/10.1111/dpr.12739
Sanjaya, R., & Nugroho, M. (2025). Implementasi kebijakan program pembinaan anak jalanan (P2AJ) dalam peningkatan sumber daya manusia. Jurnal Riset Manajemen Akuntansi Indonesia, 3(3). https://doi.org/10.32477/jrima.v3i3.1220
Sarı, S., & Mengi, O. (2022). The role of creative placemaking. M/C Journal, 25(3). https://doi.org/10.5204/mcj.2899
Setiyowati, R., & Harmanto, H. (2021). Strategi komunitas Save Street Child Surabaya dalam pendidikan karakter religius dan toleransi pada anak jalanan di Surabaya. Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 10(2), 443–458. https://doi.org/10.26740/kmkn.v10n2.p443-458
Shitindi, J. (2023). Influence of poverty on streetism of children in Dar es Salaam and Dodoma cities. Journal of Poverty Investment and Development, 8(1), 1–15. https://doi.org/10.47604/jpid.1743
Suryaningsi, S. (2020). Development and empowerment of social welfare problems in street children in Samarinda City, East Kalimantan, Indonesia. https://doi.org/10.2991/assehr.k.200320.065
Taiwo, A. (2023). The influence of migration and urbanization on the incidence of street children in Nigeria. Simulacra: Jurnal Sosiologi, 6(2), 263–275. https://doi.org/10.21107/sml.v6i2.22631
Ugo, U. (2024). Impact of street hawking on children's academic wellbeing: A critical assessment. IDOSR Journal of Communication and English, 9(2), 7–11. https://doi.org/10.59298/idosr/jce/92.711.202412
Utama, P., & Gorda, E. (2024). Implementation of street children handling strategies by the social services department of Mataram City. Eduvest: Journal of Universal Studies, 4(11), 10735–10751. https://doi.org/10.59188/eduvest.v4i11.49922

