ISLAM LOKAL DI TANAH TIMOR: IDENTITAS DAN PRAKTIK KEAGAMAAN MUSLIM ETNIS TIMOR DI KECAMATAN KUALIN
Keywords:
Islam lokal, identitas keagamaan, praktik keagamaanAbstract
Studi ini mengkaji identitas dan praktik keagamaan komunitas Muslim etnis Timor sebagai bentuk Islam lokal di Desa Kiufatu, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Dalam konteks masyarakat mayoritas Kristen dan Katolik, komunitas Muslim sebagai kelompok minoritas membentuk identitas keagamaannya melalui negosiasi antara ajaran Islam universal dan budaya lokal Timor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas keagamaan Muslim etnis Timor bersifat hibrid, ditandai dengan pelaksanaan ajaran Islam normatif seperti salat, puasa, dan perayaan hari besar keagamaan, sekaligus mempertahankan nilai-nilai lokal seperti gotong royong, kerukunan, dan penggunaan bahasa daerah. Praktik Islam lokal tersebut tidak menimbulkan konflik, tetapi justru memperkuat hubungan sosial yang harmonis dan toleran dengan masyarakat mayoritas. Berdasarkan teori identitas sosial, penelitian ini menegaskan bahwa Islam lokal di Tanah Timor merupakan bentuk adaptasi kultural dan strategi sosial dalam mempertahankan identitas keagamaan di tengah lingkungan multikultural.
Downloads
References
Aslinda, & Karim, E. (2024). Islam Indonesia: Telaah Konstruksi Identitas Muslim Tradisional dan Muslim Modernis. https://www.researchgate.net/publication/388299104_Islam_Indonesia_Telaah_Kontruksi_Identitas_Muslim_Tradisional_dan_Muslim_Modernis
Bourdieu, P. (1990). The Logic of Practice. Stanford University Press.
Dalimunthe. (2017). Dinamika Kepercayaan Lokal di Nusantara Sebelum Masuknya Islam. Jurnal Sejarah dan Budaya.
Digdoyo, E. (2018). Kajian isu toleransi beragama, budaya, dan tanggung jawab sosial media. JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan), 3(1), 42–59.
Faiz, & Soleh. (2021). Kebebasan Beragama dalam Perspektif Pancasila. Jurnal Studi Pancasila.
Hall, S. (1996a). Cultural Identity and Diaspora. Routledge.
Hall, S. (1996b). Introduction: Who Needs Identity? In S. Hall & P. du Gay (Ed.), Questions of Cultural Identity. SAGE Publications.
Johns, A. H. (1998a). Islam in Southeast Asia: Reflections and New Directions. University of Hawaii Press.
Johns, A. H. (1998b). Islam in the Malay World: An Introductory Survey. In M. B. Hooker (Ed.), Islam in South-East Asia. Brill.
Kuntowijoyo. (1991). Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi. Mizan.
Laili, M. (2024). No Title.
Maulidin, S., Nopriyadi, & Nawawi, L. (2024). Mengungkap Harmoni Umat Islam di Kantong Mayoritas Kristen Nusa Tenggara Timur. Jurnal Keislaman.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Sage Publications.
Mustafida, F. (2020). Integrasi Nilai-nilai Multikultural dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam.
Syalafiyah, N., & Harianto, B. (2020). Integrasi Nilai Islam dalam Budaya Lokal Masyarakat Indonesia. Jurnal Sosial Keagamaan.
Syarif, M., Nopriyadi, & Nawawi, L. (2024a). Kearifan Lokal dalam Tradisi Keislaman: Kontribusi Budaya Islam di Indonesia. Jurnal Pendidikan Islam.
Syarif, M., Nopriyadi, & Nawawi, L. (2024b). Kearifan Lokal dalam Tradisi Keislaman: Kontribusi Budaya Islam di Indonesia Perspektif Pendidikan Islam. Jurnal Kalimasada. https://share.google/FnZDlzuIy06GsGoKT
Tajfel, H. (1982). Social Identity and Intergroup Relations. Cambridge University Press.
Tajfel, H., & Turner, J. C. (1979). An Integrative Theory of Intergroup Conflict. Brooks/Cole.

