RASIONALITAS SUKARELAWAN DALAM FESTIVAL MUSIK DI BALI

Authors

  • Keisya Viandra Universitas Negeri Surabaya Author
  • FX. Sri Sadewo Universitas Negeri Surabaya Author

Keywords:

sukarelawan, festival musik, rasionalitas, industri kreatif, kerja tidak berbayar

Abstract

Festival musik pada abad ke-21 berkembang sebagai bagian dari industri kreatif yang tidak hanya memproduksi hiburan, tetapi juga membentuk pengalaman budaya, identitas sosial, dan nilai ekonomi. Di balik kemeriahan tersebut, festival musik bergantung pada kerja sukarelawan yang menjalankan fungsi operasional penting tanpa status sebagai pekerja formal. Kesukarelawanan dalam konteks ini sering kali dipahami secara normatif sebagai tindakan altruistik, sehingga mengaburkan relasinya dengan struktur kerja, logika produktivitas, dan mekanisme pertukaran sosial yang bekerja di dalam industri budaya.

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana sukarelawan festival musik di Bali memaknai keterlibatan mereka sebagai tindakan sosial yang rasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-interpretatif, berlandaskan teori tindakan sosial Max Weber dan teori pertukaran sosial George C. Homans. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 20 sukarelawan festival musik yang terlibat dalam berbagai acara berskala lokal hingga nasional di Bali. Analisis dilakukan secara tematik dengan menelaah rasionalitas instrumental, rasionalitas nilai, dimensi afektif, serta evaluasi relawan terhadap manfaat dan beban keterlibatan mereka.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan sukarelawan didominasi oleh rasionalitas instrumental, di mana kerja sukarela dimaknai sebagai strategi memperoleh pengalaman, jaringan sosial, dan peluang masuk ke industri kreatif. Namun, rasionalitas tersebut berkelindan dengan komitmen nilai, pengalaman emosional, serta kebiasaan komunitas yang membentuk keterlibatan relawan secara berlapis dan dinamis. Artikel ini menegaskan bahwa kesukarelawanan dalam festival musik berada pada wilayah ambigu antara kerja dan kesenangan, serta antara pilihan sukarela dan tuntutan struktural industri kreatif. Dengan demikian, sukarelawan bukan sekadar aktor altruistik, melainkan subjek rasional yang menegosiasikan makna kerja tidak berbayar dalam konteks budaya dan ekonomi kontemporer.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adongo, C. A., Kim, S. S., & Elliot, S. (2019). Re-imagining volunteer motivation in festival settings. Annals of Tourism Research, 74, 68–81. https://doi.org/10.1016/j.annals.2018.10.006

Allen, J. B., & Bartle, M. (2014). Sport event volunteers’ engagement: Management matters. Managing Leisure, 19(1), 36–50. https://doi.org/10.1080/13606719.2013.849505

Bachman, S., Backman, K., & Norman, W. (2017). The role of volunteer identity in festival volunteering. Journal of Travel Research, 56(1), 34–48. https://doi.org/10.1177/0047287515619696

Blau, P. M. (1964). Exchange and power in social life. New York, NY: Wiley.

Clayton, R. (2016). Meaning, identity and volunteering at music festivals. Leisure Studies, 35(4), 463–477. https://doi.org/10.1080/02614367.2015.1035317

Cnaan, R. A., Handy, F., & Hustinx, L. (2021). Episodic volunteering. New York, NY: Springer.

Homans, G. C. (1958). Social behavior as exchange. American Journal of Sociology, 63(6), 597–606.

Hersberger-Langloh, S., Dolnicar, S., & Grün, B. (2022). Motivations of episodic volunteers at cultural events. Annals of Tourism Research, 92, 103347. https://doi.org/10.1016/j.annals.2021.103347

Hustinx, L., Cnaan, R. A., & Handy, F. (2010). Navigating theories of volunteering: A hybrid map for a complex phenomenon. Journal for the Theory of Social Behaviour, 40(4), 410–434. https://doi.org/10.1111/j.1468-5914.2010.00439.x

Kelemen, M., Mangan, A., & Moffat, S. (2017). More than a “little act of kindness”? Towards a typology of volunteering as unpaid work. Sociology, 51(2), 395–415. https://doi.org/10.1177/0038038515601959

Maharti, A. R., & Puri, A. K. (2025). Motivasi relawan dan kesejahteraan psikologis. Jurnal Psikologi Sosial, 23(1), 45–60.

Overgaard, C. (2019). Volunteering as unpaid work: A conceptual discussion. Voluntas, 30(1), 25–36. https://doi.org/10.1007/s11266-018-0005-2

Qvist, H. P., & Munk, M. D. (2018). Return on volunteering: Career benefits. Nonprofit and Voluntary Sector Quarterly, 47(4), 688–709. https://doi.org/10.1177/0899764018757229

Thoits, P. A., & Hewitt, L. N. (2001). Volunteer work and well-being. Journal of Health and Social Behavior, 42(2), 115–131.

Tomazos, K., & Luke, S. (2015). Volunteer tourism: At the crossroads of leisure and work. Tourism Management, 47, 405–418. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2014.10.014

Weber, M. (1978). Economy and society: An outline of interpretive sociology. Berkeley, CA: University of California Press.

Downloads

Published

2026-01-10

How to Cite

RASIONALITAS SUKARELAWAN DALAM FESTIVAL MUSIK DI BALI. (2026). Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 11(10), 1281-1290. https://cibjournal.com/index.php/triwikrama/article/view/6128

Similar Articles

11-20 of 340

You may also start an advanced similarity search for this article.