PELAYANAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DALAM PENGENDALIAN ANGKA KELAHIRAN DI KOTA KUPANG
Keywords:
Keluarga Berencana, pelayanan publik, pengendalian kelahiran, BKKBN, Kota Kupang.Abstract
Pertumbuhan penduduk yang tinggi di Kota Kupang masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan daerah, terutama akibat angka kelahiran yang belum terkendali secara optimal. Program Keluarga Berencana (KB) merupakan instrumen strategis pemerintah dalam pengendalian kelahiran dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pelayanan Program Keluarga Berencana oleh BKKBN Kota Kupang serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian dipilih secara purposive dan meliputi pejabat bidang KB, penyuluh KB, kader KB, serta masyarakat atau akseptor KB. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan Program KB di Kota Kupang telah dilaksanakan melalui penyediaan alat kontrasepsi, penyuluhan, pelayanan keliling, dan pendekatan berbasis komunitas. Dukungan tokoh masyarakat dan kerja sama lintas sektor menjadi faktor pendukung utama, sementara keterbatasan penyuluh, minimnya anggaran, rendahnya konsistensi penggunaan kontrasepsi, dan pengaruh nilai budaya masih menjadi kendala. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan pelayanan KB memerlukan pendekatan teknis, sosial, dan kultural secara terpadu agar pengendalian angka kelahiran di Kota Kupang dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Downloads
References
Agustina, N. L. (2019). No Title. ペインクリニック学会治療指針, 2, 1–9.
Jessica, T., Nino, T., Kosat, E., & Studi, P. I. P. (2024). Penguatan pengetahuan dan akses masyarakat terhadap layanan keluarga berencana. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 295–303. https://doi.org/10.54259/pakmas.v4i2.2936
Mursawal, A. (2015). Makrozoobenthos di kawasan terlindung dan tidak terlindung perairan Krueng Reuleung Leupung Kabupaten Aceh Besar. Banda Aceh: Fakultas Kelautan dan Perikanan.
Munandar, A., & Susilowati, P. (2003). Keong dari Taman Nasional Gunung Halimun. Cibinong: JICA Biodiversity Conservation Project.
NPP, Y. D. N. (2023). Efektivitas pelayanan program keluarga berencana oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dalam mengendalikan angka kelahiran di Kota Kupang. Asdaf Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, 4(3), 1–12.
Oemarjati, B. S., & Wardana, W. (1990). Taksonomi avertebrata. Jakarta: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia.
Sarong, M. A., & Andi, M. (2016). Komposisi bentuk cangkang Neritidae di perairan payau Sungai Reuleung Leupung Kabupaten Aceh Besar. Dalam Prosiding Seminar Nasional Biotik 2016. Banda Aceh: UIN Ar-Raniry.
Sarong, M. A., Boer, R., Dahuri, Y., Wardiatno, & Kamal. (2010). Pengambilan kerang mangrove Geloina yang ramah lingkungan dalam masyarakat Leupung Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Moluska Indonesia, 1, 59–64.
Sudarajat, D. (2024). Pemasaran 5.0: Menciptakan koneksi di era digital (T. Yuwanda, Ed.). Jakarta: Penerbit Takaza Innovatix Labs.

