STRATEGI PEMASARAN EVENT “SPOOKTACULAR HALLOWEEN” DALAM MENINGKATKAN KESADARAN FREE INDIVIDUAL TRAVELER (FIT) TERHADAP TRANS STUDIO THEME PARK BALI SEBAGAI DESTINASI HIBURAN
Keywords:
Integrated Marketing Communication, Event Marketing, Spooktacular Halloween, Free Individual Traveler, Brand AwarenessAbstract
Transformasi digital dan pergeseran preferensi wisatawan mendorong destinasi pariwisata untuk menerapkan strategi komunikasi pemasaran yang terintegrasi dan berbasis pengalaman. Trans Studio Theme Park Bali memanfaatkan event tematik Spooktacular Halloween sebagai upaya meningkatkan kesadaran Free Individual Traveler (FIT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi Integrated Marketing Communication (IMC) dalam pemasaran event Spooktacular Halloween guna meningkatkan kesadaran Free Individual Traveler (FIT), terhadap Trans Studio Theme Park Bali sebagai destinasi hiburan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling, meliputi staf Marketing Communication, Head of Marketing, dan staf Social Media Trans Studio Theme Park Bali. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi berupa materi promosi serta arsip publikasi digital pada akun Instagram @transstudio.bali. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Integrated Marketing Communication (IMC) diterapkan melalui integrasi saluran komunikasi digital dan aktivitas on-ground yang dijalankan secara konsisten dan saling melengkapi, dengan event sebagai pusat pesan utama. Implementasi tersebut berperan dalam membangun brand awareness dan brand recognition Trans Studio Theme Park Bali di kalangan Free Individual Traveler (FIT).
Downloads
References
Aisyah, N., Putri, R. A., & Hidayat, D. (2025). Integrated marketing communication sebagai strategi peningkatan brand awareness destinasi wisata. Jurnal Ilmu Komunikasi, 10(1), 45–58.
Belch, G. E., & Belch, M. A. (2018). Advertising and promotion: An integrated marketing communications perspective (11th ed.). McGraw-Hill Education.
Getz, D. (2008). Event tourism: Definition, evolution, and research. Tourism Management, 29(3), 403–428. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2007.07.017
Hariyanto, A., Prasetyo, B., & Wulandari, S. (2025). Transformasi pariwisata digital berbasis smart tourism dalam pengelolaan destinasi. Jurnal Pariwisata Terapan, 9(2), 101–115.
Hyde, K. F., & Lawson, R. (2003). The nature of independent travel. Journal of Travel Research, 42(1), 13–23. https://doi.org/10.1177/0047287503253938
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2023). Transformasi pariwisata digital melalui smart tourism Indonesia. Kemenparekraf RI.
Kotler, P., & Armstrong, G. (2008). Principles of marketing (12th ed.). Pearson Education.
Lee, M., & Johnson, C. (2007). Principles of advertising: A global perspective. Haworth Press.
Schultz, D. E. (2004). IMC: The next generation. McGraw-Hill.
Schultz, D. E., Duncan, T., & Moriarty, S. (1993). Integrated marketing communications. NTC Business Books.

