MAKNA TRADISI BEJEMPET DAN PENGOBATAN PENYAKIT TERUMPAK DALAM PERSPEKTIF ALFRED SCHURTZ, DI DESA AIR BULIN KABUPATEN BANGKA BARAT

Authors

  • Arreza Umammi Universitas Bangka Belitung Author
  • Dr. Iskandar Zulkarnain, M.A. Universitas Bangka Belitung Author
  • Herza, M.A. Universitas Bangka Belitung Author

Keywords:

Bejempet , Terumpak , Pengobatan Tradisional , Identitas Lokal

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena masih kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan tradisional di tengah berkembangnya pengobatan modern. Salah satu bentuk pengobatan tradisional yang masih bertahan hingga kini adalah bejempet sebagai metode penyembuhan penyakit terumpak. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami makna dan motif masyarakat dalam mempertahankan tradisi bejempet menggunakan teori fenomenologi Alfred Schutz, dengan fokus pada because motive (alasan tindakan) dan in-order-to motive (tujuan tindakan). Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap masyarakat yang pernah mengalami penyakit terumpak serta tukang jempet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap bejempet terbentuk melalui pengalaman pribadi, warisan budaya, serta pengaruh lingkungan sosial yang meneguhkan keyakinan bahwa terumpak hanya dapat diobati dengan bejempet. Selain berfungsi sebagai sarana penyembuhan, bejempet juga dipandang sebagai simbol identitas budaya, penjaga keseimbangan spiritual, dan media untuk memperkuat solidaritas sosial. Pengobatan ini tidak hanya dimaknai sebagai praktik medis tradisional, tetapi juga sebagai bagian dari lifeworld masyarakat yang membentuk cara mereka memahami sakit, sembuh, dan hubungan dengan kekuatan nonfisik. Masyarakat juga memaknai bejempet sebagai bentuk kearifan lokal yang merefleksikan hubungan harmonis antara manusia, alam, serta nilai-nilai religius. Tradisi ini bertahan karena pengalaman kesembuhan yang berulang, legitimasi sosial dari generasi sebelumnya, dan keyakinan bahwa penyakit terumpak memiliki dimensi spiritual yang tidak dapat dijelaskan semata-mata oleh pengobatan medis. Dengan demikian, bejempet menjadi praktik budaya yang tidak hanya mempertahankan identitas lokal, tetapi juga menjadi mekanisme masyarakat dalam menafsirkan realitas sosial dan spiritual mereka.

Kata Kunci: Bejempet; Terumpak; Pengobatan Tradisional; Identitas Lokal

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afandi, A. K. (2007). Fenomenologi pemahaman terhadap pikiran-pikiran Edmund Husserl. Surabaya: elkaf.

Anshori, I. (2018). Melacak state of the Art Fenomenologi Dalam Kajian Ilmu-Ilmu Sosial. Halaqa Islamic Education , 165-181.

Asih, I. D. (2006). Fenomenologi Husserl : sebuah cara "kembali ke fenomena". Jurnal Keperawan Indonesia , 75-80.

Berger, F. d.-j. (2013). Budhy Munawar rachman. llmu Ushulludin , 493-514.

Biklen, R. C. (1982). Qualitative research for education : an introduction to theory and methods. Allyn and Bacon: inc.

Burhan Bungin, H. (2013). Metodologi Penelitian Kuantitatif Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik Serta Ilmu-ilmu Sosial Lainnya2. Jakarta: kencana prenada media.

Craib, i. (1992). Teori-teori Sosial Modern dari Parsons sampai Habermans. Jakarta: rajawali pers.

Daratirta, D. (2024). Motif 'Because Of' dan 'In Order To' Pemuda Dalam Pengembangan Rumah Spot Wisata di Kampung Kayutangan Kota Malang . Brawijaya Journal of Social Science , 85-95.

Darwis, R. (2017). Tradisi ngaruwat bumi dalam kehidupan masyarakat ( studi deskriptif kampung cihideung girang desa sukakerti kecamatan cilasak kabupaten subang). studi agama-agama dan lintas budaya , 75-83.

Dr. Muhammad Farid, M. (2018). Fenomenologi dalam penelitian ilmu sosial. Jakarta: Prenadamedia.

Hajaroh, M. (2010). Paradigma, Pendekatan dan Metode Penelitian Fenomenologi. Pendidikan Universitas Yogyakarta , 1-21.

Hasanah, H. (2016). Teknik-teknik Observasi (Sebuah Alternatif Metode Pengumpulan Data Kualitatif Ilmu-ilmu Sosial). at-Taqadun , 21-46.

Helaludin. (2018). Mengenal lebih dekat dengan pendekatan fenomenologi: sebuah penelitian kualitatif. Jurnal ResearchGate , 1-15.

Ibrahim, B. R. (2009). Menyusun Proposal Penelitian. Pangkal Pinang: UBB press.

Jonathan A smith, P. F. (2012). Interpretative Phenomenological Analysis: Theory, Method and Research. Los Angeles, London, New Delhi Singapore, Washington: sage.

Kamaria, A. (2021). Implementasi kebijakan penataan dan mutasi guru pegawai negeri sipil lingkungan dinas pendidikan kabupaten halmahera utara. Jurnal Ilmiah Wacana Pendidikan , 82-86.

Kriyantono, R. (2014). Teknik Praktis Riset komunikasi. Jakarta: Prenada Media.

Kuswaro, E. (2009). Fenomenologi: metodologi penelitian komunikasi. Bandung: widya Padjadjaran.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mursal, G. w. (2022). Fenomenologi dalam kajian sosial sebuah studi tentang kontruksi makna. Ilmu humaniora , 325-338.

Mutmainna, n. a. (2022). Pengobatan tradisional. kesehatan usimar , 32-41.

Nasution, S. (1988). Metode penelitian naturalistik kualitatif . Bandung: tarsino.

Nindito, S. (2005). Fenomenoogi Alfred Schuntz: Studi tentang Kontruksi Makna dan Realitas dalam Ilmu Sosial. Ilmu Komuniksasi , 79-94.

Notoamodjo, S. (2007). Kesehatan Masyarakat dan ilmu seni. Jakarta: Rineka cipta.

Penelitian, M. (2005). Nazir, Moh. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Rahman, B. (2017). Ringkasan teori sosiologi. Yogyakarta: Imperium.

Sarwono, J. (2006). Metode penelitian kuantitatif & kualitatif . Yogyakarta: graha ilmu.

Sudarman. (2014). Fenomenologi Husserl sebagai Metode Filsafat Eksistensial. Jurnal Studi Lintas Agama , 103-113.

Sugiyono, P. D. (2018). Metode penelitian kualitatif untuk penelitian yang bersifat eksploratif, enterpretif, interaktif dan konstruktif. Bandung: Alfabeta.

Syaikul Fanani, T. k. (2014). Health belief model pada pasien pengobatan alternatif supranatural dengan bantuan dukun. Psikologi klinis kesehatan mental , 54-58.

Syaikul Fanani, T. k. (2014). Health belief pada pasien pengobatan alternatif supranatural dengan bantuan dukun. Psikologi klinis dan kesehatan mental , 54-58.

Wasim, A. A. (2020). Titik Temu Islam Nusantara Berkemajuan dalam Perspektif Fenomenologi Edmund Hussel (1859-1938). An-Nur Jurnal Studi Islam , 47-72.

Downloads

Published

2026-01-21

How to Cite

MAKNA TRADISI BEJEMPET DAN PENGOBATAN PENYAKIT TERUMPAK DALAM PERSPEKTIF ALFRED SCHURTZ, DI DESA AIR BULIN KABUPATEN BANGKA BARAT. (2026). Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 11(10), 1881-1890. https://cibjournal.com/index.php/triwikrama/article/view/6959

Similar Articles

21-30 of 153

You may also start an advanced similarity search for this article.