FESTIVAL KENTANG SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DALAM PENGEMBANGAN AGROWISATA DI DESA KAKENTURAN KECAMATAN MODOINDING

Authors

  • Denis Wauran Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sam Ratulangi Manado Author
  • Nasrun Sandiah Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sam Ratulangi Manado Author
  • Mahyudin Damis Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sam Ratulangi Manado Author
  • Titiek Mulianti Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sam Ratulangi Manado Author

Keywords:

Festival Kentang, Agrowisata, Daya Tarik Wisata

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Festival Kentang menjadi daya tarik wisata serta menganalisis dampaknya terhadap pengembangan agrowisata di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan masyarakat, panitia pelaksana, serta wisatawan sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Festival Kentang memiliki peran strategis dalam memperkenalkan potensi pertanian masyarakat, kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Festival ini juga menjadi media pelestarian budaya lokal melalui kegiatan seperti pawai hasil bumi, pentas seni, dan pameran produk olahan pertanian. Dampak positif dari pelaksanaan festival tampak pada meningkatnya partisipasi masyarakat, tumbuhnya rasa bangga terhadap identitas desa, serta munculnya peluang ekonomi baru bagi warga setempat. Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan, seperti keterbatasan infrastruktur pendukung pariwisata dan strategi promosi yang belum optimal. Oleh karena itu, diharapkan pemerintah daerah bersama masyarakat dapat terus berkolaborasi dalam mengembangkan Festival Kentang sebagai agenda tahunan yang berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan ini dapat memperkuat posisi Desa Kakenturan sebagai destinasi agrowisata unggulan di Provinsi Sulawesi Utara.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfarouli, H. (2021). Strategi pengembangan agrowisata secara internal di Socfindo Conservation Desa Martebing Kecamatan Dolok Masihul. Universitas Sumatera Utara.

Cohen, E. (1985). The tourist guide: The origins, structure, and dynamics of a role. Annals of Tourism Research, 12(1), 5–29.

Damanik, J., & Weber, H. F. (2016). Perencanaan ekowisata: Dari teori ke aplikasi. Yogyakarta: Andi.

Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Selatan. (2021). Laporan tahunan Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2021. Amurang: Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan.

Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. New York: Basic Books.

Geral, P. M., Gosal, P. H., & Mononimbar, W. (2020). Peran pemerintah dalam promosi Festival Kentang sebagai potensi agrowisata di Kabupaten Minahasa Selatan. Manado: Universitas Negeri Manado.

Gunn, C. A., & Var, T. (2002). Tourism planning: Basics, concepts, cases (4th ed.). New York: Routledge.

Hall, C. M., & Page, S. J. (2019). The geography of tourism and recreation: Environment, place and space (5th ed.). London: Routledge.

Hutahaean, A. (2021). Strategi pengembangan agrowisata secara internal di Socfindo Conservation Desa Martebing Kecamatan Dolok Masihul. Universitas Sumatera Utara.

Kabaekan, S. R. (2022). Pengembangan dan pengolahan agrowisata sebagai kawasan eduwisata lokal di Silimalombu. Universitas Sumatera Utara.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2020). Laporan kinerja sektor pariwisata nasional tahun 2020. Jakarta: Kemenparekraf RI.

Kuswidiati, W. (2008). Promosi sebagai aspek penting dalam pengembangan agrowisata. Jurnal Pariwisata, 4(2), 56–63.

Manoppo, F. M., & Tuerah, M. S. (2022). Potensi pertanian hortikultura di wilayah dataran tinggi Sulawesi Utara. Manado: Universitas Sam Ratulangi Press.

Mpila, G. P. (2019). Pengembangan kawasan agrowisata di Kecamatan Modoinding. Universitas Negeri Manado.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. (2022). Profil Kecamatan Modoinding dan program pengembangan agrowisata berbasis komunitas. Amurang: Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan.

Pitana, I. G. (2009). Sosiologi pariwisata. Yogyakarta: Andi.

Subadra, I. N. (2020). Pembangunan pariwisata berkelanjutan di Indonesia: Teori dan implementasi. Denpasar: Udayana University Press.

Sudiasa, I. M. (2005). Agrowisata sebagai alternatif pengembangan ekowisata di pedesaan. Denpasar: Udayana University Press.

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tirtawinata, R. R., & Fachruddin, S. (1996). Agrowisata: Pengantar dan pengembangannya. Bandung: Pustaka Baru Press.

Yoeti, O. A. (2000). Pengantar ilmu pariwisata. Bandung: Angkasa.

Downloads

Published

2026-01-23

How to Cite

FESTIVAL KENTANG SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DALAM PENGEMBANGAN AGROWISATA DI DESA KAKENTURAN KECAMATAN MODOINDING. (2026). Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 11(10), 1981-1990. https://cibjournal.com/index.php/triwikrama/article/view/7047

Similar Articles

31-40 of 182

You may also start an advanced similarity search for this article.