MODEL PEMBERDAYAAN SOSIAL PADA DISABILITAS TULI UNTUK KESEJAHTERAAN DAN KEMANDIRIAN SEBAGAI PEKERJA DI SUNYI COFFEE
Keywords:
pemberdayaan sosial, disabilitas tuli, kesejahteraan, kemandirian, Sunyi CoffeeAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pemberdayaan sosial yang diterapkan pada pekerja disabilitas tuli di Sunyi Coffee serta dampaknya terhadap kesejahteraan dan kemandirian mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus intrinsik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi pada tiga cabang Sunyi Coffee. Kerangka analisis menggunakan teori pemberdayaan sosial Marc A. Zimmerman yang meliputi pemberdayaan psikologis, organisasi, dan komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sunyi Coffee menerapkan pemberdayaan melalui pelatihan keterampilan kerja, penciptaan lingkungan kerja inklusif, serta dukungan sosial dan emosional. Model tersebut berdampak pada peningkatan kesejahteraan ekonomi, psikologis, dan sosial pekerja disabilitas tuli, serta memperkuat kemandirian personal, komunikasi, dan sosial-ekonomi. Penelitian ini menegaskan bahwa praktik kewirausahaan sosial berbasis inklusi mampu menjadi strategi efektif dalam meningkatkan keberfungsian sosial penyandang disabilitas.
Downloads
References
Adolph, S. (2016). Social welfare and quality of life. Routledge.
Al Farisi, R., dkk. (2022). Kesejahteraan masyarakat dan kualitas hidup. Jurnal Kesejahteraan Sosial, 7(2), 115–126.
American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed.). APA Publishing.
American Psychological Association. (2020). Publication manual of the American Psychological Association (7th ed.). APA Publishing.
Ambarwati, A., & Fatah, R. N. (2022). Kemandirian penyandang disabilitas dalam perspektif kesejahteraan sosial. Jurnal Ilmu Sosial, 14(1), 33–45.
Bella, R., & Dariyanto, D. (2020). Implementasi kebijakan ketenagakerjaan disabilitas. Dalam Siregar, dkk. (2021). Kebijakan sosial dan disabilitas. Rajawali Pers.
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik penyandang disabilitas Indonesia. BPS.
Brown, K., & Ramlackhan, N. (2022). Inclusive employment and disability. Journal of Social Policy, 51(3), 421–438.
Darmawan, A., & Rismawati, R. (2020). Kesejahteraan ekonomi dan pembangunan sosial. Jurnal Pembangunan Sosial, 5(1), 21–34.
Demartoto, A. (2021). Akses pekerja disabilitas terhadap lingkungan kerja inklusif. Jurnal Sosiologi Reflektif, 15(2), 201–217.
Dewi, R. (2013). Pemberdayaan sosial masyarakat. Alfabeta.
Eny, S. (2015). Kemandirian ekonomi penyandang disabilitas. Jurnal Kesejahteraan Sosial, 10(2), 87–98.
Erissa, N., & Widinarsih, D. (2022). Partisipasi penyandang disabilitas dalam perencanaan pemberdayaan. Jurnal Disabilitas dan Masyarakat, 4(1), 1–12.
Evans, S. D., & Prilleltensky, I. (2007). Youth and democracy: Participation for personal, relational, and collective well-being. Journal of Community Psychology, 35(6), 681–692.
Hamid, A. (2018). Pemberdayaan sosial dalam kesejahteraan masyarakat. Pustaka Setia.
Huppert, F. A. (2009). Psychological well-being: Evidence regarding its causes and consequences. Applied Psychology: Health and Well-Being, 1(2), 137–164.
International Labour Organization. (2020). Disability and employment. ILO.
Iscoe, I. (1974). Community psychology and the competent community. American Journal of Community Psychology, 2(2), 197–204.
Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2020). Data penyandang disabilitas Indonesia. Kemensos RI.
Kirk, S., Gallagher, J., Coleman, M., & Anastasiow, N. (2009). Educating exceptional children (12th ed.). Houghton Mifflin.
Lestari, S., dkk. (2020). Pemberdayaan disabilitas tuli melalui kewirausahaan GERKATIN. Jurnal Pekerjaan Sosial, 3(2), 145–158.
Luthfiani, R., & Yazid, M. (2025). Konsep kesejahteraan sosial dalam masyarakat modern. Jurnal Sosial Humaniora, 9(1), 1–14.
Marsela, D., & Supriatna, E. (2020). Komunikasi penyandang disabilitas tuli di lingkungan kerja. Jurnal Komunikasi Sosial, 12(1), 55–67.
Marschark, M., & Hauser, P. (2012). How deaf children learn. Oxford University Press.
Maton, K. I., & Salem, D. A. (1995). Organizational characteristics of empowering community settings. American Journal of Community Psychology, 23(5), 631–656.
Midgley, J. (2019). Social development: Theory and practice. Sage Publications.
National Institute on Deafness and Other Communication Disorders. (2017). Hearing loss and communication. NIDCD.
Nuraini, N., dkk. (2023). Café inklusif dan pemberdayaan disabilitas tuli. Jurnal Sosiologi Kontemporer, 8(1), 66–80.
Pedhu, A. (2022). Kesejahteraan psikologis dalam perspektif sosial. Jurnal Psikologi Terapan, 6(2), 90–104.
Perkins, D. D., & Zimmerman, M. A. (2009). Empowerment theory, research, and application. American Journal of Community Psychology, 23(5), 569–579.
Pramitha, D. (2022). Kemandirian dan otonomi individu. Jurnal Psikologi Sosial, 11(1), 40–52.
Pramudita, A., dkk. (2023). Disabilitas dan pembangunan inklusif. Jurnal Kebijakan Sosial, 5(2), 101–114.
Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? Journal of Personality and Social Psychology, 57(6), 1069–1081.
Ryff, C. D., & Keyes, C. L. M. (1995). The structure of psychological well-being revisited. Journal of Personality and Social Psychology, 69(4), 719–727.
Ryff, C. D., & Singer, B. (2008). Know thyself and become what you are. Journal of Happiness Studies, 9(1), 13–39.
Scheyvens, R. (2013). Development fieldwork: A practical guide. Sage.
Setianingsih, S., dkk. (2024). Implementasi kebijakan pemberdayaan disabilitas. Jurnal Administrasi Publik, 9(1), 77–91.
Sidiq, A. (2020). Pemberdayaan masyarakat dan perubahan sosial. Prenadamedia.
Suud, M. (2006). Pembangunan kesejahteraan ekonomi. Pustaka Pelajar.
UNESCO. (2019). Inclusive education and disability. UNESCO.
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial.
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pengesahan Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas.
World Federation of the Deaf. (2020). Deaf people and human rights. WFD.
World Health Organization. (2011). World report on disability. WHO.
World Health Organization. (2018). Disability and health. WHO.
World Health Organization. (2021). Global report on hearing. WHO.
Yenadin, R., dkk. (2024). Pemberdayaan pekerja disabilitas tuli di sektor usaha inklusif. Jurnal Pekerjaan Sosial Terapan, 6(1), 25–39.
Zimmerman, M. A. (2000). Empowerment theory: Psychological, organizational, and community levels of analysis. Dalam J. Rappaport & E. Seidman (Eds.), Handbook of community psychology (hlm. 43–63). Springer.

