ANALISIS UNSUR INTRINSIK PADA CERPEN “WAK LABU DAN MATINYA SI TUKANG AZAN” KARYA MURAM BATU
Main Article Content
Abstract
Cerpen merupakan salah satu bentuk karya sastra berbentuk prosa yang menghadirkan kisah singkat, namun tetap mengandung rangkaian peristiwa yang mencakup konflik dan penyelesaiannya. Sebuah cerpen dibangun atas dua unsur utama, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik mencakup tema, latar, tokoh dan penokohan, alur, sudut pandang, gaya bahasa, serta amanat. Sedangkan unsur ekstrinsik meliputi latar belakang masyarakat, latar belakang pengarang, dan nilai-nilai yang terkandung di dalam karya sastra tersebut.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya untuk mengapresiasi cerpen sebagai bentuk karya sastra yang sarat makna kehidupan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik yang terdapat dalam cerpen “Wak Labu dan Matinya Si Tukang Azan” karya Muram Batu. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu membaca secara cermat, menelaah, mencatat, dan mengidentifikasi unsur-unsur pembangun cerita.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen “Wak Labu dan Matinya Si Tukang Azan” karya Muram Batu mengandung unsur intrinsik yang meliputi tema, latar, alur, tokoh dan penokohan, sudut pandang, gaya bahasa, serta amanat. Cerpen ini juga menyampaikan pesan moral tentang kehidupan sosial dan keagamaan, khususnya mengenai nilai keikhlasan, kematian, dan penghargaan terhadap sosok yang sederhana namun memiliki peran penting di masyarakat. Melalui kisahnya, Muram Batu menggambarkan refleksi kehidupan manusia yang sarat makna spiritual dan kemanusiaan.
Article Details
Section
How to Cite
References
Herawati1, R., Andri, & F, Y. A. (2019). Analisis nilai pendidikan dalam novel. Parole (JurnalPendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia), 2(651), 651–658.
Maryam, Y., Putri, T. J., & Firmansyah, D. (2018). Analisis nilai moralitas pada tokoh utama dilan dalam novel dilan (dia adalah dilanku tahun 1990) karya Pidi Baiq. Parole (Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia), 1(930), 929–936. Retrieved from https://doi.org/10.22460/P.V1I6P929-936.1652
Maryanti, D., Sujiana, R., & Wikanengsih. (2013). Menganalisis unsur intrinsik cerpen „katastropa‟ karya han gagas sebagai upaya menyediakan bahan ajar menulis teks cerpen. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1(September), 787–792.
Nurjanah, S., Junaedi, J., & Aeni, E. S. (2018). Analisis semiotik dan nilai moral berupa pesan kritik sosial dalam cerpen “panggilan dini hari” Yatti Sadeli. Parole (Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia), 1(6), 945–950.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Wikanengsih. (2013). Model Pembelajaran neurolinguistic programming berorientasi karakter bagi peningkatan kemampuan menulis siswa smp. Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(177), 177–186.