EYD EDISI V MELIPUTI PENGGUNAAN HURUF KAPITAL, TANDA BACA DAN PENULISAN KATA PADA TEKS BERTEMA RADIKALISME
Main Article Content
Abstract
Radikalisme merupakan salah satu isu sosial yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia karena dapat mengancam persatuan dan nilai kebangsaan. Penyebaran paham radikal tidak hanya terjadi melalui tindakan nyata, tetapi juga melalui teks dan bahasa yang digunakan dalam berbagai media. Oleh karena itu, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia (EYD) Edisi V menjadi penting dalam menyampaikan informasi yang edukatif dan tidak provokatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan huruf kapital, tanda baca, dan penulisan kata dalam teks bertema radikalisme. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis teks terhadap beberapa sumber tulisan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ditemukan kesalahan dalam penggunaan kaidah EYD Edisi V, terutama pada penulisan huruf kapital dan tanda baca, yang berpotensi menimbulkan ambiguitas makna. Dengan demikian, pemahaman terhadap EYD Edisi V menjadi hal yang penting, khususnya bagi mahasiswa, agar mampu menghasilkan teks akademik yang jelas, tepat, dan bertanggung jawab dalam membahas isu sensitif seperti radikalisme.
Article Details
Section
How to Cite
References
Alwi, H. (2018). Tata bahasa baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Aziza, N. (2021). Literasi media dan penyebaran paham radikalisme di media daring. Proceeding Seminar Nasional Bahasa dan Sastra, 3(1), 112–120.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. (2020). Strategi pencegahan radikalisme di Indonesia. Jakarta: BNPT.
Chaer, A. (2019). Linguistik umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Couldry, N., & Hepp, A. (2020). The mediated construction of reality. Cambridge: Polity Press.
Entman, R. M. (2021). Framing bias: Media in the distribution of power. Journal of Communication, 71(3), 385–404.
Fairclough, N. (2018). Language and power (3rd ed.). London: Routledge.
Fairclough, N. (2022). Critical discourse analysis and social change. Discourse & Society, 33(4), 447–460.
Hidayat, R. (2021). Literasi kritis mahasiswa dalam menangkal radikalisme berbasis media digital. Jurnal Interaksi Sosial, 5(2), 89–98.
Horgan, J. (2017). Psychology of terrorism. London: Routledge.
Humairo, S. (2021). Kesalahan ejaan dalam karya tulis mahasiswa dan implikasinya terhadap kualitas akademik. Jurnal Bahasa dan Sastra, 9(1), 55–63.
Kemendikbudristek. (2022). Ejaan Bahasa Indonesia Edisi V. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Kirana, D., & Warsiman. (2023). Analisis wacana teks radikalisme dalam media daring. Jurnal Pendidikan Bahasa, 11(2), 134–145.
Lukman, F., Rahman, A., & Sari, N. (2025). Narasi radikalisme dalam teks digital: Kajian linguistik kritis. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 18(1), 25–39.
Maknun, M., Fauzi, A., & Hidayah, L. (2024). Radikalisme dan tantangan pendidikan multikultural di Indonesia. Jurnal Sosial Humaniora, 16(2), 201–213.
Noor, M. (2020). Bahasa dan ideologi dalam wacana radikalisme. Jurnal Linguistik Terapan, 7(1), 45–54.
Ramaniyar, E., Suyanto, & Mulyadi. (2019). Kesalahan ejaan dalam karya ilmiah mahasiswa. Bahtera Indonesia: Jurnal Bahasa dan Sastra, 4(2), 88–97.
Reese, S. D. (2020). Framing theory revisited. Journal of Communication, 70(4), 473–491.
Safar, M. (2024). Peran bahasa dalam membangun kontra-narasi radikalisme. Profetika: Jurnal Studi Islam, 25(1), 67–79.
Sirajuddin. (2024). Radikalisme dan tantangan kebangsaan di Indonesia. Jurnal Ketahanan Nasional, 30(1), 1–12.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Syaidah, N., Pratiwi, D., & Lestari, A. (2025). Implementasi EYD Edisi V dalam penulisan akademik. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 13(1), 15–27.
Van Leeuwen, T. (2021). Discourse and practice: New tools for critical discourse analysis. Oxford: Oxford University Press.