Pengaruh Viralitas Media Sosial terhadap Kesadaran Hukum Masyarakat dalam Kasus Pernikahan Dini melalui Tradisi Merariq di Lombok Tengah: Studi Kasus YL (15) dan RN (17) Tahun 2025
- Authors
-
-
Alifia Cahyanda Septiani
Universitas Singaperbangsa KarawangAuthor
-
- Keywords:
- media sosial, kesadaran hukum masyarakat, pernikahan usia anak, tradisi merariq, hukum nasional, budaya lokal., social media, legal awareness, child marriage, merariq tradition, national law, cultural practices.
- Abstract
-
Penelitian ini mengkaji bagaimana viralnya kasus pernikahan dini antara YL (15) dan RN (17) di Lombok Tengah pada tahun 2025 memengaruhi tingkat kesadaran hukum masyarakat, khususnya terkait praktik merariq. Penyebaran cepat informasi kasus tersebut melalui platform seperti TikTok, Instagram, dan X (Twitter) memunculkan perdebatan luas mengenai pertentangan antara aturan hukum adat dan ketentuan hukum nasional, terutama mengenai batas usia perkawinan menurut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 serta prinsip perlindungan anak dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014. Menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan kualitatif, studi ini menunjukkan bahwa media sosial berperan signifikan sebagai media edukasi hukum digital yang mampu meningkatkan pemahaman publik serta mendorong reaksi cepat dari pemerintah, lembaga negara, dan tokoh adat. Kendati demikian, perubahan sikap masyarakat belum sepenuhnya menguat karena tradisi merariq masih memiliki pengaruh sosial yang kuat. Penelitian ini menekankan perlunya kerja sama antara pemerintah, pemuka adat, dan media sosial untuk memperkuat perlindungan anak dan menyesuaikan nilai budaya dengan peraturan hukum yang berlaku.
This study examines how the viral case of early marriage between YL (15) and RN (17) in Central Lombok in 2025 influenced public legal awareness, particularly regarding the traditional practice of merariq. The rapid circulation of the case through platforms such as TikTok, Instagram, and X (Twitter) sparked extensive public debate on the tension between customary norms and national legal provisions, especially the minimum marriage age stipulated in Law No. 16 of 2019 and the principles of child protection contained in Law No. 35 of 2014. Using a normative legal research method with a qualitative approach, the study reveals that social media plays a significant role as a digital legal-education tool that enhances public understanding while prompting swift responses from government institutions, child protection agencies, and local customary leaders. Nevertheless, a complete shift in societal behavior has yet to occur due to the strong social influence of the merariq tradition. The findings highlight the importance of collaboration between government authorities, customary leaders, and digital media to strengthen child protection efforts and harmonize cultural practices with national legal standards.
- References
-
Komnas Perempuan. (2025). Pernyataan Sikap atas Kasus Pernikahan Anak di Lombok Tengah dan Reinterpretasi Budaya Merariq. Jakarta: Komnas Perempuan.
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk Provinsi NTB. “Kampanye Stop Merariq Dini.” Press Release, Juni 2025.
Komnas Perempuan. “Pernyataan Sikap atas Kasus Pernikahan Dini di Lombok Tengah.” 2025.
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 18B ayat (2).
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). “Perkawinan Usia Anak di Lombok Tengah, Pelanggaran Serius Hak Anak.” Siaran Pers, 29 Mei 2025.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2019 tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi Kawin.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Komnas Perempuan, Laporan Nasional Sinergi Hukum Adat dan Perlindungan Anak di NTB, 2025.
UNICEF Indonesia, Child Marriage Prevention in Indonesia: Evidence-Based Approaches, 2023.
YIPL & LAPIK, Program Advokasi dan Edukasi Merariq Sehat untuk Generasi NTB, 2025.
Komnas Perempuan, Laporan Tahunan Kekerasan dan Pernikahan Anak di Indonesia Tahun 2025.
ANTARA News, Tokoh Adat Lombok Tengah Rancang Aturan Baru Cegah Merariq Dini, 30 Mei 2025; Kompas.id, Tradisi Merariq Dikaji Ulang demi Perlindungan Anak, 2 Juni 2025.
KemenPPPA, Gerakan Nasional Pencegahan Perkawinan Anak (GN-PPA), 2024.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) NTB, Laporan Kegiatan Kampanye Stop Merariq Dini 2025, Mataram, 2025.
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Pasal 7 ayat (1).
Komnas Perempuan, Laporan Tahunan Kekerasan Berbasis Gender dan Anak 2025.
Badan Pusat Statistik (BPS), Statistik Pernikahan Anak Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2024.
KemenPPPA, Gerakan Nasional Pencegahan Perkawinan Anak (GN-PPA), 2024.
ANTARA News, Tokoh Adat Muda Sasak Dorong Reformasi Tradisi Merariq, 31 Mei 2025.
Komnas Perempuan, Pernyataan Sikap Terkait Kasus Pernikahan Anak di Lombok Tengah, 2025.
KPAI, Pernikahan Anak di Lombok Tengah Cerminkan Lemahnya Regulasi, Pengawasan, dan Edukasi Masyarakat, 2025.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Siaran Pers No. B-152/SETMEN/HM.02.04/5/2025, 29 Mei 2025.
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Pasal 7 ayat (1).
Google Trends, Analisis Tren Pencarian Terkait Pernikahan Dini di NTB, Mei 2025.
Google Trends NTB, “Analisis Tren Pencarian Kata Kunci ‘Pernikahan Dini’ dan ‘UU Perkawinan’ Mei 2025.” trends.google.com.
Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), “Komnas Perempuan Desak Evaluasi Praktik Merariq yang Libatkan Anak di Bawah Umur,” Siaran Pers, 30 Mei 2025, komnasperempuan.go.id.
ANTARA News, “Pemprov NTB dan Tokoh Adat Susun Pendekatan Baru untuk Cegah Pernikahan Anak Lewat Tradisi Merariq,” 2 Juni 2025, antaranews.com.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), “Perkawinan Usia Anak di Lombok Tengah, Pelanggaran Serius Hak Anak,” Siaran Pers No. B-152/SETMEN/HM.02.04/5/2025, 29 Mei 2025, kemenpppa.go.id.
Aisyah, N. & Lestari, M. (2024). Media Sosial sebagai Sarana Pembentukan Kesadaran Hukum Digital Masyarakat. Jurnal Komunikasi dan Hukum, 9(2), 45–59.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. (2025). Pernyataan Resmi DP3A Lombok Tengah Terkait Kasus Pernikahan Dini Viral Tahun 2025.
Detik.com. (2025, 8 Mei). Warganet Hebohkan Pernikahan Remaja 15 dan 17 Tahun di Lombok Tengah.
CNN Indonesia. (2025, 9 Mei). Kasus Pernikahan Dini Viral di Lombok Tengah, Pemda Akan Evaluasi Tradisi Merariq.
TribunLombok.com. (2025, 7 Mei). Kasus Kawin Lari Anak di Lombok Tengah Viral di Media Sosial, Netizen Kecam Praktik Merariq Dini.
Kompas.com. (2025, 6 Mei). Viral Remaja 15 Tahun Menikah di Lombok Tengah, KUA Tegaskan Tak Sah Secara Hukum. https://www.kompas.com.
Rachman, A. (2022). “Media Sosial dan Kesadaran Hukum Masyarakat Digital,” Jurnal Komunikasi dan Hukum, Vol. 5, No. 2.
Lalu Husni, Hukum Adat dan Dinamika Masyarakat Sasak, (Mataram: Universitas Mataram Press, 2020).
Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
CNN Indonesia, “Viral Pernikahan Dini di Lombok Tengah Picu Reaksi Komnas Perempuan,” 7 Mei 2025.
Kompas.com, “Viral Remaja 15 Tahun Menikah di Lombok Tengah Lewat Tradisi Merariq,” 6 Mei 2025.
- Downloads
- Published
- 2025-11-17
- Section
- Articles
How to Cite
Similar Articles
- Mochamad Iqbal Risyadi, Radhitya Izazqi, Disya Soraya Qhaira, Sulastri Sulastri, ANALISIS YURIDIS TERHADAP SENGKETA TANAH REDISTRIBUSI:STUDI PUTUSAN PENGADILAN NEGERI BOGOR NOMOR 38/PDT.G/2024/PN.BGR , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Jordhan Akbar Gumanti, Maya Shafira, Dona Raisa Monica, Ahmad Irzal Fardiansyah, Nikmah Rosidah, PERTIMBANGAN YURIDIS HAKIM DALAM PERKARA PENCABULAN TERHADAP ANAK YANG DILAKUKAN OLEH TENAGA PENDIDIK , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 3 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Irfan Lubis, Rizki Putri Adinda Br Saragih S, Melkaharay, Hafidza Zia, PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP MASYARAKAT ADAT ATAS HAK ULAYAT DI TENGAH PROYEK STRATEGIS NASIONAL , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Mohamad Farrel Fadlullrohman, Rucita Assami Ramdani, Luxiana Tasha Salmi, Alma Nurhasna, Galih Satya Anugrah, PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP JAMINAN HUKUM DALAM KEBEBASAN BERPENDAPAT DI MEDIA SOSIAL , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Nisrina Tri Andani, Heni Siswanto, Ahmad Irzal Fardiansyah, PEMIDANAAN ANAK PELAKU PERDAGANGAN ORANG DENGAN MODUS EKSPLOITASI SEKSUAL TERHADAP ANAK , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Vania Gusnan Amanta, Refana Destin Alfikotama, Anisa Normalinda, Salwaa Syifaa Da’aniah, Nur Endah Sugianti, Fenomena Pelecehan Seksual Sesama Gender: Tantangan Sosial, Psikologis, dan Upaya Penanganannya di Masyarakat Modern , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Ilham Indra Mulya, Sekar Marchayu Setiawan, Rheyna Wisnu Puteri, Hafizh Aulia Rahman, Irwan Triadi, LOGIKA MISTIKA DALAM PRAKTEK HUKUM MODERN: PEMBUKTIAN PASAL 252 UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2023 , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Cecilia Meilani Hasan, Yoel Ferdiansyah, Hudi Yusuf, ANALISIS KRITIS TERHADAP IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2022 DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2023 TENTANG TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Raisya Asyiani Rinjani, Siti Ayssah, Deden Najmudin, PERBANDINGAN SANKSI HUKUM ATAS LARANGAN MINUMAN KERAS DALAM QANUN JINAYAH ACEH DAN PERDA KOTA BANDUNG , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Asshidiq Muhammad Dzikri, Christian Bagas Dewantara, Roiz Faisal Amin, Yulian Rahman Widodo, Baidhowi Baidhowi, PROBLEMATIKA PERNIKAHAN BEDA AGAMA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM NASIONAL DI INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 15 No. 12 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
You may also start an advanced similarity search for this article.