TRADISI NUNANG DALAM PERKAWINAN ADAT LAMPUNG DAN RELEVANSINYA DENGAN KEHIDUPAN MODERN

Authors
  • Nathasya Fithasari

    Universitas Bandar Lampung
    Author
  • Zainudin Hasan

    Universitas Bandar Lampung
    Author
Keywords:
Adat Pepadun, Tradisi Nunang, Modernisasi
Abstract

Tradisi Nunang atau bertunang merupakan salah satu tahapan penting dalam prosesi perkawinan adat masyarakat Lampung yang menandai ikatan awal antara dua keluarga sebelum pernikahan dilangsungkan. Tradisi ini tidak hanya memiliki nilai simbolik sebagai bentuk keseriusan pihak laki-laki kepada pihak perempuan, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai sosial, budaya, piil pesenggiri (harga diri) dan moral yang luhur, seperti gotong royong, musyawarah, serta penghormatan terhadap adat dan keluarga. Namun, seiring berkembangnya zaman pengaruh modernisasi telah menyebabkan pergeseran nilai dan praktik tradisi tersebut. Sebagian generasi muda menganggap bahwa tradisi nunang kurang praktis, sehingga lebih memilih proses pertunangan secara sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan tradisi Nunang, menggali makna yang terkandung di dalamnya, serta menganalisis relevansinya terhadap kehidupan modern. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui studi pustaka dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun modernisasi telah memengaruhi sebagian masyarakat dalam pelaksanaan adat, nilai-nilai dalam tradisi nunang masih relevan sebagai identitas budaya dan sarana memperkuat ikatan sosial di tengah perubahan zaman.

Author Biographies
  1. Nathasya Fithasari, Universitas Bandar Lampung

    Fakultas Hukum

  2. Zainudin Hasan, Universitas Bandar Lampung

    Fakultas Hukum

References

Annisa Syam Fatonah dan Sopfi Putri Marlina, “Eksistensi Falsafah Piil Pesenggiri pada Etnis Lampung di Era Budaya Populer,” i-WIN Library: Waqaf Ilmu Nusantara (2023).

Ayu Kartika Putri, “Adaptasi Nilai-nilai Adat dalam Perkawinan Masyarakat Modern,” Jurnal Ilmu Sosial dan Politik 10, no. 1 (2020)

Isnaeni, A. “Simbol Islam dan Adat dalam Perkawinan Adat Lampung Pepadun.” Jurnal Ushuluddin dan Studi Keislaman 9, no. 2 (2022)

Muhtadin, dan Nesia Mu’asyara. “Unsur Piil Pesenggiri dalam Tradisi Ngelemang pada Masyarakat Adat Lampung Barat.” Hikmah: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam 1, no. 3 (2024)

Nurdin, Syarif. “Identitas Budaya Lokal di Era Globalisasi: Studi Kasus Adat Lampung.” Jurnal Humaniora dan Sosial Budaya 11, no. 2 (2022)

Nurhayati, Lilis. “Adat dan Agama dalam Prosesi Perkawinan Tradisional di Sumatera Bagian Selatan.” Jurnal Studi Budaya Nusantara 9, no. 4 (2023)

Prasetyo, Hendra. “Modernisasi dan Pergeseran Nilai pada Tradisi Adat di Sumatera Bagian Selatan.” Jurnal Antropologi Indonesia 44, no. 1 (2022)

Rahayu Intan, “Perubahan Sosial dalam Tradisi Pernikahan Adat Lampung,” Jurnal Antropologi Indonesia 39, no. 3 (2018)

Roveneldo, N. F. “Prosesi Perkawinan Adat Istiadat Lampung Pepadun: Sebagai Bentuk Pelestarian Bahasa Lampung.” Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, Vol. 2 No. 1 (2013)

Suryani, Erna. “Nilai Gotong Royong dan Musyawarah dalam Adat Lampung.” Jurnal Filsafat dan Budaya Nusantara 5, no. 3 (2020)

Susanti, Maya. “Pergeseran Nilai dan Fungsi Sosial dalam Upacara Adat Lampung.” Jurnal Antropologi dan Budaya 6, no. 2 (2022)

Utami, Rani. “Nilai-Nilai Piil Pesenggiri dalam Pembentukan Karakter Masyarakat Modern.” Jurnal Pendidikan dan Budaya 14, no. 1 (2023)

Wulandari, Fitri. “Pelestarian Adat Perkawinan di Tengah Arus Modernisasi: Studi Kasus Masyarakat Lampung Tengah.” Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan 7, no. 3 (2023)

Yuliani, Eka. “Eksistensi Tradisi dalam Perkawinan Adat di Era Modern: Studi pada Masyarakat Lampung Pepadun.” Jurnal Penelitian Humaniora 10, no. 3 (2024)

Zainudin Hasan. 2025. Hukum Adat. Universitas Bandar Lampung(UBL) Press. Bandar Lampung.

Cover Image
Downloads
Published
2025-11-24
Section
Articles

How to Cite

TRADISI NUNANG DALAM PERKAWINAN ADAT LAMPUNG DAN RELEVANSINYA DENGAN KEHIDUPAN MODERN. (2025). Causa: Jurnal Hukum Dan Kewarganegaraan, 16(1), 1581-1590. https://cibjournal.com/index.php/causa/article/view/1879

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

11-20 of 123

You may also start an advanced similarity search for this article.