KAJIAN HUKUM TERHADAP PENCURIAN ARTEFAK BAWAH LAUT KASUS PENCURIAN ARTEFAK BAWAH LAUT DI PERAIRAN TIMUR TENGAH, MEDITERANIA
- Authors
-
-
Syafaqih Aidil Rozaqi
Fakultas Hukum, Universitas Wijaya Kusuma SurabayaAuthor -
Samuel Christhoper Rangga Pratama
Fakultas Hukum, Universitas Wijaya Kusuma SurabayaAuthor -
Zidan HM
Fakultas Hukum, Universitas Wijaya Kusuma SurabayaAuthor -
Ria Tri Vinata
Fakultas Hukum, Universitas Wijaya Kusuma SurabayaAuthor
-
- Keywords:
- hukum, pencurian artefak, bawah laut, mediterania
- Abstract
-
Warisan budaya global dan nasional mengalami kerusakan serius akibat pencurian artefak bawah laut yang marak terjadi di perairan Timur Tengah serta Mediterania, wilayah-wilayah tersebut kaya akan situs sejarah seperti bangkai kapal kuno dari era Fenisia, Yunani, Romawi, dan Byzantium yang menyimpan ribuan benda berharga mulai dari amphora hingga perhiasan emas. Aktivitas penjarahan ini tidak hanya menghilangkan artefak fisik secara permanen dari konteks arkeologisnya, tetapi juga menghapus data vital tentang rute perdagangan kuno, teknologi maritim, dan interaksi budaya antarperadaban, sehingga generasi mendatang kehilangan kesempatan untuk memahami sejarah umat manusia secara utuh. Di Timur Tengah, misalnya, konflik berkepanjangan di Suriah dan Lebanon memfasilitasi penyelundupan massal melalui pelabuhan ilegal, sementara di Mediterania, kedekatan situs dengan jalur pelayaran modern memudahkan penyelam oportunis menggunakan drone bawah air dan kapal kecil untuk ekstraksi cepat, yang semuanya berkontribusi pada pasar gelap senilai miliaran dolar secara global setiap tahun.. Makalah ini secara mendalam mengkaji kerangka hukum internasional, khususnya Konvensi UNESCO 2001 tentang Perlindungan Warisan Budaya Bawah Air yang menetapkan standar pelestarian in situ dan larangan komersialisasi, di samping regulasi nasional Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya yang mengakui artefak bawah air sebagai milik negara dengan sanksi pidana berat. Kajian ini menyoroti bagaimana instrumen hukum tersebut saling melengkapi UNCLOS 1982 untuk memberikan yurisdiksi negara pantai, namun juga mengungkap celah seperti kurangnya ratifikasi penuh UNESCO oleh Indonesia akibat perdebatan atas potensi eksploitasi ekonomi BMKT. Pendekatan analitis ini tidak terbatas pada teks undang-undang semata, melainkan mencakup interpretasi yurisprudensi, praktik implementasi, dan tantangan geopolitik seperti sengketa ZEE yang memengaruhi penegakan lintas batas. Analisis terhadap berbagai kasus nyata, mulai dari penangkapan penyelam di Teluk Abu Qir Mesir hingga penjarahan MV Sinar Kudus di Indonesia, dilakukan secara komprehensif untuk mengidentifikasi pola kejahatan seperti penggunaan teknologi canggih dan jaringan sindikat internasional. Melalui dekonstruksi kronologi kasus, faktor pemicu kegagalan pengawasan, serta dampak kuantitatif seperti kerugian finansial negara dan hilangnya data arkeologi, makalah ini menghasilkan rekomendasi konkret berupa penguatan patroli berbasis AI, harmonisasi regulasi nasional-internasional, pelatihan penegak hukum maritim, dan kampanye repatriasi artefak melalui diplomasi bilateral. Strategi pencegahan ini dirancang untuk tidak hanya menindak reaktif, tetapi juga membangun sistem proaktif yang berkelanjutan, sehingga kejahatan pencurian artefak bawah laut dapat diminimalisir secara efektif di masa depan bagi pelestarian warisan bersama.
- References
-
Akordiono. (n.d.). Analisis Yuridis Benda Muatan Kapal Tenggelam di Perairan Indonesia. Repository Universitas Brawijaya.
Anissa, Riska. (2018). Penegakan Hukum terhadap Tindak Pidana Pengambilan Barang Terpendam atau Harta Karun Bawah Laut. Repository Universitas Brawijaya.
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. (n.d.). Pedoman Teknis Pengelolaan Peninggalan Bawah Air.
Fighting the illicit trafficking of cultural property: a toolkit (2018) UNESCO. Studi trafficking artefak dari Suriah dan Timur Tengah.
Pencurian Bangkai Kapal Milik Asing di Laut Indonesia (2021) oleh MMH Ridlo. Hukum UNESCO 2001 terhadap pencurian shipwreck, implikasi global.
Preventing and protecting against underwater cultural heritage crime (2024) oleh CP Looram et al. Membahas kerentanan heritage di Mediterania terhadap looting dan kekurangan UNCLOS.frontiersin+1
Studi pada Situs Arkeologi Bawah Air (2018). Kasus looting di perairan maritim, termasuk rute Mediterania.
The Protection and Preservation of Underwater Cultural Heritage: The Practice of Indonesia (2020?). Tinjauan UNCLOS dan UNESCO di konteks looting Asia Tenggara, relevan Timur Tengah.scholarhub.ui+1
The Sovereign Immunity Entitlement of Sunken Foreign Warships (2025). Status hukum wrecks di laut lepas, terkait pencurian.
UNDERWATER CULTURAL HERITAGE ACT (2021) oleh TINMETT ELIZABETH TOIKILIK. Implementasi UNESCO 2001 anti-looting di high seas
Underwater Cultural Heritage on the Mediterranean Sea (2022?). Kajian hukum internasional pelestarian UCH di Mediterania, ancaman pencurian.
Unmanned Underwater Vehicles in Crime Detection and Prevention (2023). Analisis drone bawah air dalam kejahatan laut, termasuk looting artefak.
- Downloads
- Published
- 2026-01-14
- Section
- Articles
How to Cite
Similar Articles
- Raynaldi Young, Arsita Dhiba Nabila Bibi, Hamim Bhavana, Alifiansyah Ramadhan, PENENGGELAMAN KAPAL IUU FISHING DI ZEE INDONESIA SEBAGAI WUJUD PELAKSANAAN HAK BERDAULAT NEGARA DI ZEE , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Maharani Listi Putri Hariyanto, Renny Nur Haliza Dewi, Ria Giska Sari, Narendra Rizki Alghifari, Damar Panji Yudhanto, Puspa Pertiwi, Masitha Tismananda Kumala, TANGGUNG JAWAB NEGARA DALAM PENGELOLAAN DAN PERLINDUNGAN SUMBER DAYA LAUT DI ZONA EKONOMI EKSKLUSIF , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 3 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Finka Dyan Amarta Saputri, Sherly Novelianti Putri, Erly Carolin, Moch Aldo Putra Wijaya, M Rendi Wijaya, Masitha Tismananda Kumala, ANALISIS TERHADAP TANGGUNG JAWAB DAN MEKANISME KOMPENSASI ATAS TUMPAHAN MINYAK DI LAUT BERDASARKAN PERATURAN-PERATURAN INTERNASIONAL MENGENAI PEMANFAATAN DAN PENGELOLAAN WILAYAH LAUT SERTA IMPLEMENTASINYA PADA WILAYAH REPUBLIK INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 3 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Marsita Rifda S, Desyta Surya Ningrum, Tin Nabila, Farida, Joseph Christoval , PERAN HUKUM LAUT DALAM MENANGANI KASUS ILLEGAL FISHING DI PERAIRAN INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Dewa Sukma Kelana, PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA PASIRPEUTEUY MELALUI EDUKASI HUKUM PERDATA TENTANG WARIS DAN HIBAH , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- A. Dhiya’ul Haq, M. Dzikry Adly, Salma Fadillah Azzahra, Nadia Maulina Sabita, Muhammad Abidin, INTEGRASI PRINSIP HUKUM ISLAM DALAM PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE TERHADAP KASUS PENCURIAN RINGAN DI SISTEM PERADILAN PIDANA INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Fairusna Chalisa Alya, Olivia Rahma Oktaviani, Vivi Dyelsa, Muhammad Adymas Hikal Fikri, LITERASI HUKUM DIGITAL BERBASIS PEER GROUP BAGI REMAJA DALAM MENGHADAPI PHISHING DAN PENCURIAN IDENTITAS DI ROBLOX , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- A’aliyah Najwa A.M, Aqila, Raden Roro Vinny Julia Soemartono, Alviana Nova I , Rizky Febriana, Masitha Tismananda Kumala, TANGGUNG JAWAB HUKUM ATAS KERUSAKAN TERUMBU KARANG OLEH KAPAL PESIAR M.V. CALEDONIAN SKY DI RAJA AMPAT , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 3 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Puan Putri Kinanti, ANALISIS YURIDIS BEBERAPA KETENTUAN TIDAK PIDANA DALAM KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA (KUHP) INDONESIA: STUDI NORMATIF TERHADAP PASAL 362, PASAL 310, PASAL 351, DAN PASAL 263 , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 1 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Tsania Shofia Ashifa, Meisya Adinda Putri Kania, Laila Fauziah, Dewi Asri Puannandini, KEBOCORAN DATA PENGGUNA APLIKASI E-COMMERCE X: ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 27 TAHUN 2022 TENTANG PERLINDUNGAN DATA PRIBADI , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 3 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
You may also start an advanced similarity search for this article.