TRADISI PERKAWINAN ADAT LAMPUNG DALAM DINAMIKA KEHIDUPAN MASYARAKAT LAMPUNG PEPADUN

Authors
  • Risqarah Madini

    Universitas Bandar Lampung
    Author
Keywords:
Perkawinan adat, Lampung Pepadun, hukum adat, dinamika masyarakat, kearifan lokal., Traditional marriage, Lampung Pepadun, customary law community dynamics, local wisdom.
Abstract

Perkawinan adat Lampung, khususnya pada masyarakat Lampung Pepadun, merupakan salah satu sistem hukum adat yang masih bertahan dan memiliki nilai filosofis mendalam. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai ikatan lahir batin antara dua individu, tetapi juga sebagai sarana pengikat hubungan kekerabatan, pelestarian nilai budaya, serta penguat identitas sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika hukum perkawinan adat Lampung Pepadun dalam kehidupan masyarakat modern, dengan menyoroti bentuk pelaksanaan, nilai-nilai yang terkandung, serta tantangan dalam harmonisasi dengan hukum nasional. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis-sosiologis dengan memadukan studi literatur, wawancara, dan observasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun sebagian masyarakat Lampung Pepadun mulai mengalami pergeseran akibat pengaruh globalisasi dan modernisasi, nilai-nilai inti seperti siger, junjungan keluarga, serta tata aturan perkawinan adat tetap dijunjung tinggi. Namun, praktiknya sering kali disesuaikan dengan kondisi sosial-ekonomi masyarakat dan ketentuan hukum negara. Dengan demikian, hukum perkawinan adat Lampung Pepadun dapat dipahami sebagai bentuk kearifan lokal yang adaptif, sekaligus menjadi aset budaya yang perlu dilestarikan dalam kerangka kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lampung traditional marriage, particularly among the Lampung Pepadun community, is a surviving customary legal system with profound philosophical value. This tradition serves not only as a physical and spiritual bond between two individuals but also as a means of strengthening kinship ties, preserving cultural values, and strengthening social identity. This research aims to examine the dynamics of Lampung Pepadun traditional marriage law in modern society, highlighting its implementation, its inherent values, and the challenges of harmonizing it with national law. The method used is a juridical-sociological approach, combining literature studies, interviews, and observation. The results of the study indicate that although some parts of the Lampung Pepadun community have begun to experience shifts due to the influence of globalization and modernization, core values such as the siger (traditional headdress), family dignity, and customary marriage regulations remain highly respected. However, their practices are often adapted to the community's socio-economic conditions and state legal provisions. Thus, Lampung Pepadun traditional marriage law can be understood as an adaptive form of local wisdom and a cultural asset that needs to be preserved within the framework of national life.

References

Alamsyah. (2017). Adat dan Budaya Lampung Pepadun.Bandar Lampung: Pustaka Adat Nusantara.

Febriyanti,R. (2020). “Dinamika Tradisi Perkawinan dalam Masyarakat Lampung.” Jurnal Kebudayaan Nusantara, 12(2), 45-58

Hadikusuma, Hilman. (1990). Hukum Perkawinan Adat. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Hadikusuma,H. (1989). Hukum Adat Indonesia. Bandung:Alumni

Hasan,M. (2016). Adat dan Budaya Masyarakat Lampung.Bandar Lampung: Universitas Lampung Press.

Junus, H. (2007). Adat Istiadat Daerah Lampung. Bandar Lampung: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung.

Kementarian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Tradisi Perkawinan Adat Lampung dalam Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Diakses dari: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id

Kementrian Provinsi Lampung. (2023).Kebudayaan dan Tradisi Masyarakat Lampung Pepadun. Diakses dari: https://lampungprov.go.id/kebudayaan-pepadun

Koentjaraningrat. (2004). Kebudayaan,Mentalitas,dan Pembangunan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Mardiansyah, Y. (2021). “Modernisasi dan Perubahan Nilai pada Perkawinan Adat Lampung Pepadun.” Jurnal Antropologi Indonesia, 42(1), 23-37

Miles, M. B., dan Huberman, A. M. (1992). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI Press.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nurhayati, L. (2019). “Makna Sosial dan Filosofis dalam Upacara Adat Perkawinan Lampung.” Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 8(3), 224-233.

Pemerintah Provinsi Lampung. (2023). Kebudayaan dan Tradisi Masyarakat Lampung Pepadun. Diakses dari: hhtps://lampungprov.go.id/kebudayaan-pepadun

Rahayu, E. (2021). “Pelestarian Adat Lokal di Tengah Arus Globalisasi.” Jurnal Budaya dan Masyarakat, 9(1), 55-69.

Rasyid, M. (2015). “Perkawinan Adat Lampung Pepadun dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Adat.” Jurnal Al-‘Adalah, Vol. 12, No. 2.

Siregar, F. (2019). “Dinamika Hukum Perkawinan Adat di Indonesia: Studi Kasus Lampung.” Jurnal Hukum dan Kebudayaan, Vol. 7, No. 1.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sulastri, N. (2018). Tradisi dan Moderenitas dalam Masyarakat Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Yuliana, D. (2020). “Eksistensi Adat Perkawinan Masyarakat Lampung Pepadun di Era Modern.” Jurnal Kebudayaan Nusantara, 5(2), 101-115

Zainudin Hasan.2025.Hukum Adat.UBL Press.Bandar Lampung.hlm 57-58

Zuhdi, S. (2012). Sejarah dan Budaya Lampung. Jakarta: Balai Pustaka.

Zuhdi, S. (2018). “Eksistensi Hukum Adat dalam Masyarakat Lampung di Era Globalisasi.” Jurnal Sejarah dan Budaya, Vol. 10,No.2 hlm. 201-218

Cover Image
Downloads
Published
2025-10-28
Section
Articles

How to Cite

TRADISI PERKAWINAN ADAT LAMPUNG DALAM DINAMIKA KEHIDUPAN MASYARAKAT LAMPUNG PEPADUN. (2025). Causa: Jurnal Hukum Dan Kewarganegaraan, 15(12), 431-440. https://cibjournal.com/index.php/causa/article/view/799

Similar Articles

11-20 of 820

You may also start an advanced similarity search for this article.