NILAI BUDAYA DAN SIMBOLISME DALAM PERKAWINAN ADAT PALEMBANG

Authors
  • Berliana Dwi Annissa

    Universitas Bandar Lampung
    Author
Keywords:
Perkawinan adat Palembang, nilai budaya, simbolisme, hukum adat, transformasi budaya , Palembang traditional wedding, cultural values, symbolism, customary law, cultural transformation
Abstract

Penelitian ini membahas nilai budaya dan simbolisme dalam perkawinan adat Palembang yang hingga kini tetap dipertahankan meskipun mengalami berbagai bentuk transformasi. Perkawinan adat Palembang memuat nilai religius, moral, sosial, dan estetis yang tercermin dalam prosesi seperti betangas, mandi simburan, pantun pernikahan, hingga puncaknya pada tradisi suapsuapan dan cacap-cacapan. Simbolisme dalam setiap unsur prosesi mengandung doa, harapan, dan pesan kehidupan rumah tangga, seperti ketan kunyit yang melambangkan keterikatan, ayam panggang sebagai simbol kekuatan dan kepemimpinan, serta air bunga setaman sebagai lambang kesucian dan keharmonisan. Kajian ini juga menyoroti transformasi budaya, akulturasi nilai Arab, serta pergeseran tata cara dan busana yang menandai dinamika masyarakat Palembang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, tulisan ini memanfaatkan berbagai literatur akademik untuk menguraikan makna, nilai, dan relevansi perkawinan adat Palembang dalam konteks pelestarian budaya sekaligus adaptasi modern. Hasil kajian menegaskan bahwa perkawinan adat Palembang bukan hanya peristiwa sakral, melainkan juga instrumen pewarisan identitas budaya dan penguat kohesi sosial masyarakat.

This study examines the cultural values and symbolism embedded in the traditional Palembang wedding, which continues to be preserved despite undergoing various transformations. The Palembang wedding ritual embodies religious, moral, social, and aesthetic values, reflected in ceremonies such as betangas, mandi simburan, wedding pantun, and culminating in the suapsuapan and cacap-cacapan traditions. The symbolism in each element conveys prayers, hopes, and messages for household life—for instance, turmeric sticky rice represents unity, roasted chicken symbolizes strength and leadership, while flower water signifies purity and harmony. This study also highlights cultural transformations, the acculturation of Arab values, and the shifts in wedding procedures and attire that reflect the dynamics of Palembang society. Using a descriptive qualitative approach, this paper employs various academic references to elaborate on the meanings, values, and relevance of Palembang traditional weddings in the context of cultural preservation as well as modern adaptation. The findings affirm that the traditional Palembang wedding is not only a sacred event but also an instrument of cultural identity transmission and a reinforcement of social cohesion.

References

Agustyorini, P. (2023). Mandi simburan: Upacara adat pernikahan Palembang. Tanjak: Sejarah dan Peradaban Islam, 3(2), 173–189.

Apriana, A., Fatmah, F., & Yulisa, W. (2025). Transformasi nilai-nilai budaya Arab dalam tradisi perkawinan adat Palembang. Raudhah Proud to Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah, 10(1), 129–145.

Asfai-Nim, Y. M. (2009). Gelar adat dalam upacara perkawinan adat masyarakat Komering di Gumawang, Belitang, Ogan Komering Ulu Timur (Doctoral dissertation, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).

Asmi, A. R., & Susanti, H. (2010). Pergeseran tata cara pelaksanaan adat pernikahan di Palembang 1990–2010 (Shifts in procedures for implementing traditional marriages in Palembang 1990–2010). Mozaik, 21(2), 239–252.

Desliana, D., Ibrahim, D., & Adil, M. (2021). Pandangan tokoh masyarakat terhadap pernikahan dini pada remaja etnis Melayu di Kota Palembang. Intizar, 27(1), 17–31.

Fahmi, A. (n.d.). Konstruksi hukum adat pernikahan masyarakat Melayu Palembang. [Manuscript].

Hasan, Z. (2025). Hukum adat. UBL Press.

Misyuraidah, M., & Syarnubi, S. (2017). Gelar adat dalam upacara perkawinan adat masyarakat Komering di Sukarami Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan. Intizar, 23(2), 241–260.

Prakarsa, M. A. W., & Mazkurian, A. (2020). Kajian transformasi budaya baju pengantin adat Palembang terhadap baju pengantin masa kini. Warnarupa (Journal of Visual Communication Design), 1(1), 1–12.

Rahmayanti, E., Isnawijayani, I., Caropeboka, R. M., & Hafizni, M. (2022). Pesan dan makna pantun dalam prosesi tradisi pernikahan adat budaya Melayu Palembang. Wardah, 23(1), 113–121.

Sari, W. P., & Susetyo, B. (2022). Betangas pada adat perkawinan masyarakat Melayu-Palembang di Kecamatan Selangi, Kabupaten Musi Rawas. Soeloeh Melajoe: Jurnal Peradaban Melayu Islam, 1(1), 64–76.

Sembiring, E., & Christina, V. (2014). Kedudukan hukum perkawinan adat di dalam sistem hukum perkawinan nasional menurut UU No. 1 Tahun 1974. Journal of Law, Society, and Islamic Civilization, 2(2), 72–94.

Sulistiani, S. L., & Sy, M. E. (2021). Hukum adat di Indonesia. Bumi Aksara.

Syahlia, T. F., & Isnawijayani, I. (2020). Makna suap-suapan dan cacap-cacapan pada pernikahan adat di Kota Palembang (Undergraduate thesis, Universitas Bina Darma).

Tamrin, H., & Yaman, M. (2023). Kajian hukum perkawinan adat berbagai suku di Sumatera Selatan. Morality: Jurnal Ilmu Hukum, 9(1), 111–122.

Cover Image
Downloads
Published
2025-10-25
Section
Articles

How to Cite

NILAI BUDAYA DAN SIMBOLISME DALAM PERKAWINAN ADAT PALEMBANG. (2025). Causa: Jurnal Hukum Dan Kewarganegaraan, 15(12), 321-330. https://cibjournal.com/index.php/causa/article/view/677

Similar Articles

1-10 of 795

You may also start an advanced similarity search for this article.