HUKUM ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT LAMPUNG PEPADUN: KAJIAN TERHADAP TRADISI BEGAWI, SESAN, DAN SEBAMBANGAN

Authors
  • Mutiara Amri Putri

    Universitas Bandar Lampung
    Author
Keywords:
Hukum adat, perkawinan adat, Lampung Pepadun, Begawi, Sesan, Sebambangan
Abstract

Perkawinan adat masyarakat Lampung Pepadun merupakan warisan budaya yang kaya akan nilai sosial dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna serta pelaksanaan tradisi Begawi, Sesan, dan Sebambangan, serta menganalisis peranan tokoh adat dalam menjaga kelestariannya di tengah modernisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Begawi menjadi prosesi pengesahan perkawinan yang terbagi menjadi Begawi Balak dan Begawi Matah, Sesan melambangkan kasih sayang orang tua kepada anak perempuan yang menikah, sedangkan Sebambangan menggambarkan penyatuan cinta melalui tata cara adat yang sarat nilai solidaritas dan kehormatan. Tokoh adat berperan penting sebagai penjaga dan pelestari nilai budaya, didukung oleh masyarakat serta pemerintah daerah. Upaya pelestarian yang bijaksana menjadikan ketiga tradisi ini tetap hidup sebagai identitas budaya Lampung yang patut diwariskan kepada generasi berikutnya.

References

Ahmad, Fahmi Muhammad. “Tradisi Sebambangan Dalam Adat Lampung Menurut Hukum Islam Dan Hukum Positif Di Kelurahan Sinar Waya Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu Lampung.”

Amanda, Claudia et al. 2021. “Tradisi Sebambangan Dan Eksistensinya Bagi Masyarakat Muslim.” Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial 8(5): 923–30.

Ariyani, Farida dkk. 2015. Konsepsi Piil Pesenggiri Menurut Masyarakat Adat Lampung Way Kanan di Kabupaten Way Kanan. Lampung: Aura Publishing.

Ella, Yuniasari. 2022. “Agama Dan Tradisi Tekebayan Masyarakat Adat Lampung Pepadun Di Desa Panaragan Jaya Kabupaten Tulang Bawang Barat.”

Fakhrurozi, Jafar, and Dian Puspita. 2021. “Konsep Piil Pesenggiri Dalam Sastra Lisan wawancara lampung sai batin.” Jurnal Pesona 7(1): 1-13

Ghozali, Imam. 2014. “Pandangan Tokoh Masyarakat Terhadap Tradisi Sebambangan Dalam Perkawinan Adat Lampung: Studi Di Desa Terbanggi Marga Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur)

Hadikusuma, Hilman. 2003. Pengantar Ilmu Hukun Adat Indonesia. Bandung: Mandar Maju.

Khoirul Abror, Hukum Perkawinan Dan Perceraian Akibat Perkawinan, (Yogyakarta:Bening Pustaka, 2017)

Soerjono Soekanto, Hukum Adat Indonesia, (Jakarta: Rajawali Pers, 2012)

Sonny Dewi Judiasih, Harta Benda Perkawinan, (Bandung: PT. Refika Aditama, 2015)

Sulistiani, Siska Lis, and M E Sy. 2021. Hukum Adat Di Indonesia. Bumi Aksara

Zafitri, Devi. 2021. Negosiasi Uang Tangepik Dalam Proses Sebambangan Pada Perkawinan Adat Lampung (Studi Pada Masyarakat Lampung Di Desa Sukadana, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur).

Zainudin Hasan. 2025. Hukum Adat. Bandar Lampung: UBL Press (Universitas Bandar Lampung)

Zainudin Hasan. Tradisi Perkawinan Dalam Masyarakat Adat Lampung. Universitas Bandar Lampung.

Zainudin Hasan. Upacara Perkawinan Bumbang Aji. Jurnal Fakultas Hukum Universitas Lampung.

Wawancara

Tranggano, Pemangku Adat Pepadun Batu Suku Marga Kibang Tengah (2025). Wawancara Pribadi Dengan Tokoh Adat Pepadun, Kabupaten Tulang Bawang Lampung 29 September 2025

Cover Image
Downloads
Published
2025-11-05
Section
Articles

How to Cite

HUKUM ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT LAMPUNG PEPADUN: KAJIAN TERHADAP TRADISI BEGAWI, SESAN, DAN SEBAMBANGAN. (2025). Causa: Jurnal Hukum Dan Kewarganegaraan, 16(1), 351-360. https://cibjournal.com/index.php/causa/article/view/1100

Similar Articles

1-10 of 717

You may also start an advanced similarity search for this article.