Abstract
Tomat merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Masyarakat pada umumnya menyukai buah tomat yang warna kulitnya merah terang, kekerasan buah sedang, bentuk buah agak lonjong, ukuran buah agak besar, rasa buah manis, tidak masam, banyak mengandung air buah, dan buahnya renyah. Kendala yang sering dihadapi petani dalam memenuhi peluang pasar swalayan dan ekspor terletak pada ketidaksesuaian antara kualitas yang dibutuhkan pasar dengan kualitas produk yang dihasilkan. Pengurangan jumlah buah dapat meningkatkan kualitas buah tomat karena sumber nutrisi yang tersedia tidak banyak terbagi . Oleh karena itu perlu dilakukan upaya pengurangan jumlah buah untuk meningkatkan bobot buah agar ukuran buah sesuai dengan permintaan pasar. Tujuan dari dilakukan nya penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari pengurangan jumlah buah terhadap kualitas buah tanaman tomat.
Penelitian ini dilaksanakan mulai Februari – Mei 2025 yang bertempat di Desa Jabang , Kec. Kras, Kab. Kediri. Lahan ini memiliki ketinggian 63-100 MDPL. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok non faktorial 6 perlakuan diulang 4 kali dengan pelakuan sebagai berikut:Kontrol, Buah Dipelihara 27 Buah, Buah Dipelihara 24 Buah, Buah Dipelihara 21 Buah, Buah Dipelihara 18 Buah, Buah Dipelihara 15 Buah. Pengurangan buah dilakukan dengan mengurangi buah yang cacat atau jelek pada setiap tandan. Variabel yang diamati yaitu umur munculnya bunga (HST), umur panen (HST), bobot buah per tanaman (g), bobot buah per biji (g), diameter buah (mm), tebal daging buah (mm). Data diperoleh dengan perhitungan sidik ragam anova, Jika ada perbedaan nyata akan dilakukan uji lanjut dengan uji BNT taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh nyata pada perlakuan pengurangan buah terhadap parameter tebal daging, diameter buah, dan bobot buah per butir. Sedangkan pada parameter umur panen ada pengaruh nyata dengan perlakuan pengurangan jumlah buah dengan perlakuan P5(Buah Dipelihara 18 buah) menjadi yang terbaik. Pada parameter bobot buah per tanaman terjadi pengaruh sangat nyata, dengan menunjukkan P1(Kontrol) menjadi yang terbaik.
References
Ahmad, N. S., Gubali, H., & Dude, S. (2023). Pengaruh Pemangkasan dan Pengurangan Jumlah Buah Terhadap Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.). Jatt: Jurnal Agroteknotropika, 12(2), 51–61.
Fauza, R., Zakiah, & Kasimin, S. (2018). Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Komoditi Tomat dan Cabai Merah di Kota Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 3(2), 217–229. https://doi.org/10.17969/jimfp.v3i2.7222
Hapsari, R., Indradewa, D., & Ambarwati, E. (2017). Pengaruh Pengurangan Jumlah Cabang dan Jumlah Buah terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat (Solanum Lycopersicum L.). Vegetalika, 6(3), 37. https://doi.org/10.22146/veg.28016
Hesami, A., Sarkhani Khorami, S., & Hosseini, S. S. (2012). Effect of Shoot Pruning and Flower Thinning on Quality and Quantity of Semi-Determinate Tomato (Lycopersicon esculentum Mill.). Notulae Scientia Biologicae, 4(1), 108–111. https://doi.org/10.15835/nsb417179
Tijskens, L. M. M., van Mourik, S., Dieleman, J. A., & Schouten, R. E. (2020). Size development of tomatoes growing in trusses: linking time of fruit set to diameter. Journal of the Science of Food and Agriculture, 100(10), 4020–4028. https://doi.org/10.1002/jsfa.10447