IMPLEMENTASI SISTEM REWARD DALAM MENYEIMBANGKAN KEGIATAN BELAJAR DAN BERMAIN PADA ANAK USIA DINI DI RA PUSPA HATI
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.17225392Keywords:
Reward, Keseimbangan Belajar-Bermain, Anak Usia Dini, PAUDAbstract
Anak usia dini berada pada masa golden age (0-6 tahun) dengan karakteristik utama belajar melalui bermain. Namun, tuntutan kesiapan akademik menuju jenjang sekolah dasar seringkali membuat lembaga PAUD menekankan pembelajaran calistung yang dapat mengabaikan kebutuhan bermain anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi sistem reward sebagai strategi guru dalam menyeimbangkan kegiatan belajar dan bermain di RA Puspa Hati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian meliputi 9 guru dan 93 siswa yang tersebar di tiga rombongan belajar (kelas Madina, Palestina, dan Mekka). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RA Puspa Hati menerapkan sistem reward berupa pemberian kesempatan bermain dengan berbagai jenis mainan setelah anak menyelesaikan kegiatan pembelajaran. Guru memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih mainan dan tidak memaksakan anak yang merasa lelah untuk menyelesaikan tugas. Selain itu, setiap anak diperbolehkan membawa satu mainan dari rumah. Strategi ini muncul sebagai solusi inovatif atas keterbatasan halaman bermain di sekolah. Penerapan reward bermain ini berhasil menciptakan keseimbangan antara pencapaian kompetensi akademik dan pemenuhan kebutuhan bermain anak, sehingga pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, anak termotivasi, dan tidak merasa tertekan. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi lembaga PAUD dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kodrat anak usia dini.
Downloads
References
Agustin, M. (2024). Manfaat bermain untuk perkembangan pada anak usia dini. Berita UPI. https://berita.upi.edu/manfaat-bermain-untuk-perkembangan-pada-anak-usia-dini/
Apriani, D., Muslimin, M., & Suryani, I. (2024). Pengaruh permainan tradisional terhadap perkemngan motorik kasar anak prasekolah. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(2), 1245-1256. https://doi.org/10.31004/obsesi.v8i2.4321
Bonawitz, E., Shafto, P., Gweon, H., Goodman, N. D., Spelke, E., & Schulz, L. (2011). The double-edged sword of pedagogy: Instruction limits spontaneous exploration and discovery. Cognition, 120(3), 322-330. https://doi.org/10.1016/j.cognition.2010.10.001
Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27-40. https://doi.org/10.3316/QRJ0902027
Brinkmann, S., & Kvale, S. (2015). InterViews: Learning the craft of qualitative research interviewing (3rd ed.). Sage Publications.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.
Epstein, J. L. (2018). School, family, and community partnerships in teachers' professional work. Journal of Education for Teaching, 44(3), 397-406. https://doi.org/10.1080/02607476.2018.1465669
Fadlillah, M. (2024). Edutainment pendidikan anak usia dini: Menciptakan pembelajaran menarik, kreatif, dan menyenangkan. Kencana.
Grandchamp des Raux, H., Ghilardi, T., & Ossmy, O. (2025). The effects of rewards on trial-and-error learning in school-aged children. International Journal of Behavioral Development, 49(1), 45-58. https://doi.org/10.1177/01650254251321423
Kawulich, B. B. (2005). Participant observation as a data collection method. Forum: Qualitative Social Research, 6(2), Article 43. https://doi.org/10.17169/fqs-6.2.466
Kurniati, E., & Nurjanah, S. (2024). Implementasi metode bermain peran dalam mengembangkan keterampilan sosial-emosional anak usia 5-6 tahun. Aulad: Journal on Early Childhood, 7(1), 78-92. https://doi.org/10.31004/aulad.v7i1.523
Lestari, P., Wijayanti, A., & Kusuma, D. (2024). Pengaruh permainan balok terhadap kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun di TK PGRI Sukarame. Jurnal Pendidikan Anak, 13(1), 34-48. https://doi.org/10.21831/jpa.v13i1.62145
Lillard, A. S., Lerner, M. D., Hopkins, E. J., Dore, R. A., Smith, E. D., & Palmquist, C. M. (2013). The impact of pretend play on children's development: A review of the evidence. Psychological Bulletin, 139(1), 1-34. https://doi.org/10.1037/a0029321
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Sage Publications.
Merriam, S. B., & Tisdell, E. J. (2016). Qualitative research: A guide to design and implementation (4th ed.). Jossey-Bass.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Sage Publications.
Pyle, A., & Danniels, E. (2017). A continuum of play-based learning: The role of the teacher in play-based pedagogy and the fear of hijacking play. Early Education and Development, 28(3), 274-289. https://doi.org/10.1080/10409289.2016.1220771
Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2000). Intrinsic and extrinsic motivations: Classic definitions and new directions. Contemporary Educational Psychology, 25(1), 54-67. https://doi.org/10.1006/ceps.1999.1020
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (2nd ed.). Alfabeta.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage Publications.Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta

