PERAN ORANGTUA DALAM MELATIH REGULASI EMOSI PADA ANAK REMAJA

Authors

  • Aulia Kirana Universitas Mercubuana Author
  • Agustini Universitas Mercubuana Author

Keywords:

Regulasi Emosi, Orangtua, Remaja, Emotion Coaching, Parenting

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam peran orangtua dalam melatih regulasi emosi pada anak remaja, dengan fokus pada strategi, kendala, dan dinamika relasional yang terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan melibatkan sepuluh orangtua yang memiliki anak remaja (usia 13-17 tahun) sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur mendalam dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian mengungkap tiga tema utama peran orangtua. Pertama, membangun fondasi komunikasi empatik melalui active listening dan validasi emosi untuk menciptakan ruang aman. Kedua, menerapkan strategi pendampingan selama krisis emosi, seperti co-regulation dan time-out positif, sebagai bentuk pendampingan langsung. Ketiga, dan yang paling kritis, adalah peran orangtua sebagai model nyata (role model) dalam meregulasi emosi mereka sendiri sehari-hari. Temuan ini menunjukkan pergeseran peran orangtua dari yang instruktif menjadi emotion coach. Kendala utama yang diidentifikasi adalah kesulitan orangtua dalam mengelola emosi diri sendiri dan menjaga konsistensi strategi di tengah kesibukan sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas pelatihan regulasi emosi pada remaja sangat bergantung pada kualitas hubungan orangtua-anak. Intervensi yang hanya berfokus pada transfer teknik tanpa membangun ikatan emosional yang positif diperkirakan akan kurang efektif. Implikasinya, program pendukung orangtua perlu menekankan pengembangan kesadaran diri dan keterampilan regulasi emosi orangtua itu sendiri, sambil memperkuat hubungan yang menjadi fondasi utama proses pembelajaran emosional remaja.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bandura, A. (1977). Social Learning Theory. Prentice-Hall.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77-101.

Eisenberg, N., Spinrad, T. L., & Eggum, N. D. (2010). Emotion-related self-regulation and its relation to children's maladjustment. Annual Review of Clinical Psychology, 6, 495-525. https://doi.org/10.1146/annurev.clinpsy.121208.131208

Gottman, J. M., & DeClaire, J. (1997). The Heart of Parenting: Raising an Emotionally Intelligent Child. Simon & Schuster.

Gross, J. J. (2015). Emotion regulation: Current status and future prospects. Psychological Inquiry, 26(1), 1-26.

Morris, A. S., Silk, J. S., Steinberg, L., Myers, S. S., & Robinson, L. R. (2007). The role of the family context in the development of emotion regulation. Social Development, 16(2), 361-388. https://doi.org/10.1111/j.1467-9507.2007.00389.x

Siegel, D. J. (2013). Brainstorm: The Power and Purpose of the Teenage Brain. TarcherPerigee.

Steinberg, L. (2014). Age of Opportunity: Lessons from the New Science of Adolescence. Houghton Mifflin Harcourt.

Yap, M. B., & Jorm, A. F. (2015). Parental factors associated with childhood anxiety, depression, and internalizing problems: A systematic review and meta-analysis. Journal of Affective Disorders, 175, 424-440. https://doi.org/10.1016/j.jad.2015.01.050

Zimmerman, P., & Iwanski, A. (2014). Emotion regulation from early adolescence to emerging adulthood and middle adulthood: Age differences, gender differences, and emotion-specific developmental variations. International Journal of Behavioral Development, 38(2), 182-194.

Downloads

Published

2025-10-14

How to Cite

PERAN ORANGTUA DALAM MELATIH REGULASI EMOSI PADA ANAK REMAJA. (2025). Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa), 7(3), 161-150. https://cibjournal.com/index.php/krepa/article/view/437

Similar Articles

11-20 of 51

You may also start an advanced similarity search for this article.