PERAN INSTITUSI MASYARAKAT PERKOTAAN (IMP/SUB-IMP) DALAM MENINGKATKAN CAPAIAN PEKERJA KB DI KOTA KUPANG
Keywords:
Institusi Masyarakat Perkotaan, Program Keluarga Berencana, PPKBD, Partisipasi Masyarakat, Kota KupangAbstract
Permasalahan kependudukan di Indonesia, khususnya tingginya laju pertumbuhan penduduk, menuntut penguatan pelaksanaan Program Keluarga Berencana (KB) hingga tingkat akar rumput. Institusi Masyarakat Perkotaan (IMP dan Sub-IMP), khususnya Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa/Kelurahan (PPKBD), memiliki peran strategis dalam menjembatani kebijakan pemerintah dengan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis IMP/Sub-IMP dalam meningkatkan capaian Program KB di Kota Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan desain deskriptif-analitik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, serta analisis data Sistem Informasi Keluarga (SIGA) selama periode 2023–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran IMP/Sub-IMP terwujud melalui enam fungsi utama, yaitu pengorganisasian yang terstruktur, pertemuan rutin sebagai sarana koordinasi, pelaksanaan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) serta konseling, pencatatan dan pendataan berbasis SIGA, fasilitasi pelayanan KB, serta penguatan kemandirian masyarakat. Capaian peserta KB baru mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2023–2024, yang mencerminkan efektivitas peran kelembagaan masyarakat, meskipun terjadi fluktuasi pada tahun 2025. Kendala utama meliputi keterbatasan sarana prasarana, rendahnya partisipasi pria, serta pengaruh faktor sosial budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kapasitas dan dukungan terhadap IMP/Sub-IMP menjadi kunci keberhasilan dan keberlanjutan Program KB di wilayah perkotaan.
Downloads
References
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2001). Statistik program keluarga berencana nasional. Jakarta: BKKBN.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2023). Strategi peningkatan partisipasi pria dalam program keluarga berencana. Jakarta: BKKBN.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2000). Buku pedoman pelayanan keluarga berencana. Jakarta: Depkes RI.
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Kupang. (2022). Laporan tahunan program keluarga berencana Kota Kupang. Kupang: DPPKB Kota Kupang.
Jehamat, L., Nahak, I., & Khairunnisa. (2024). Penguatan kapasitas kader institusi masyarakat perkotaan untuk meningkatkan capaian KB. Dalam Prosiding Seminar Nasional Kebijakan Publik. Kupang: Universitas Nusa Cendana.
World Health Organization. (2019). Family planning: A global handbook for providers. Geneva: WHO.
Yanti, R. (2020). Hambatan sosial budaya dalam pelaksanaan program KB di wilayah perkotaan. Jurnal Sosial dan Budaya, 14(1), 33–47.

