PENGARUH PENERAPAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL-BEING KARYAWAN DENGAN MODERASI KEPRIBADIAN CONSCIENTIOUSNESS DAN NEUROTICISM (STUDI PADA PT MALIKA GEMILANG GROUP)
pdf

Keywords

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), psychological well being, kepribadian, conscientiousness, neuroticism

How to Cite

PENGARUH PENERAPAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL-BEING KARYAWAN DENGAN MODERASI KEPRIBADIAN CONSCIENTIOUSNESS DAN NEUROTICISM (STUDI PADA PT MALIKA GEMILANG GROUP). (2026). Liberosis: Jurnal Psikologi Dan Bimbingan Konseling, 17(2), 151-160. https://cibjournal.com/index.php/liberosis/article/view/5752

Abstract

Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam organisasi modern tidak hanya berfungsi untuk mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, tetapi juga berperan penting dalam mendukung kesejahteraan psikologis karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penerapan K3 terhadap psychological well-being karyawan di PT Malika Gemilang Group serta mengkaji peran karakter kepribadian conscientiousness dan neuroticism dalam memoderasi hubungan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem K3 di perusahaan telah berjalan cukup baik melalui ketersediaan SOP, JSA, dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Namun demikian, efektivitas K3 masih sangat dipengaruhi oleh tingkat kesadaran personal dan kondisi psikologis karyawan. Karyawan dengan tingkat conscientiousness yang tinggi cenderung lebih patuh terhadap prosedur keselamatan, sedangkan karyawan dengan tingkat neuroticism yang tinggi membutuhkan dukungan tambahan agar dapat merasakan rasa aman secara optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan K3 yang efektif harus bersifat holistik dengan mengintegrasikan aspek keselamatan fisik, kesejahteraan psikologis, serta karakteristik individu karyawan. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan

pdf

References

[1] Impact, T. H. E., Occupational, O. F., On, P., Psychological, E., City, S., Kebijakan, D., … Soppeng, K. (2024). THE IMPACT OF OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY ( OHS ) POLICIES ON EMPLOYEES ’ PSYCHOLOGICAL WELL-BEING IN, 2(2), 315–325.

[2] Kesehatan, J., & Indonesia, I. (2023). Pengaruh Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 ) terhadap Unsafe Action Pada Pekerja di PT . X Divisi Fabrikasi Baja Prodi Kesehatan Masyarakat , Universitas Muhammadiyah Gresik.

[3] Masyarakat, K., & Gresik, U. M. (2025). PENGARUH PELATIHAN K3 TERHADAP KECELAKAAN KERJA PERAWAT, 10(1).

[4] Ryff, C. D. (1989). Happiness Is Everything , or Is It ? Explorations on the Meaning of Psychological Well-Being, 57(6), 1069–1081.

[5] Ryff, C. D., & Keyes, C. L. M. (1995). The Structure of Psychological Well-Being Revisited, 69(4), 719–727.

[6] Sarbiah, A. (2023). Penerapan Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 ) pada Karyawan, 15(2), 1–11.

[7] Tri, I., & Tara, C. (2025). Pengaruh Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3 ) terhadap Workplace Well-Being pada Karyawan PT PLN ULP Duri dimoderasi oleh Dimensi Kepribadian Conscientiousness dan Neuroticism, 12(1), 190–205.

[8] Wright, T. A., & Rousseau, J. J. (2004). The Role of Psychological Well-Being in Job Performance : A Fresh Look at an Age-Old Quest, 33(4), 338–351. https://doi.org/10.1016/j.orgdyn.2004.09.002