Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

TINJAUAN KUNJUNGAN PASIEN RAWAT INAP DI RUANGAN ICU RUMAH SAKIT BHAYANGKARA MAKASSAR PADA PERIODE TRIWULAN PERTAMA TAHUN 2025

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan rawat inap di ruang Intensive Care Unit (ICU) menjadi indikator penting dalam menilai mutu layanan Rumah Sakit karena menangani pasien dengan kondisi kritis yang memerlukan perawatan intensif dan berkelanjutan. Tujuan: Mengetahui kunjungan pasien rawat inap serta status keluar pasien di ruang ICU selama triwulan pertama tahun 2025. Metodologi: Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 254 data rekam medis pasien. Data diperoleh melalui dokumentasi sekunder berupa rekapitulasi sensus harian ICU dan dianalisis secara deskriptif. Hasil: Jumlah kunjungan pasien mengalami perubahan, yakni 81 pasien pada Januari, 75 pada Februari, dan meningkat menjadi 98 pada Maret. Status keluar pasien juga menunjukkan tren tidak merata, dengan penurunan pasien keluar hidup serta perubahan jumlah pasien meninggal dan yang dipindahkan, temuan ini menunjukkan adanya dinamika dalam pelayanan ICU yang perlu ditindaklanjuti dengan evaluasi menyeluruh agar pelayanan lebih optimal dan responsif terhadap kebutuhan pasien. Kesimpulan: Terjadi fluktuasi dari total 254 kunjungan, tercatat 245 pasien keluar ICU Sebagian besar pasien dipindahkan, angka kematian cukup tinggi, dan jumlah pasien keluar hidup sangat rendah selama triwulan pertama tahun 2025 di ruang ICU.

Keywords

ICU, kunjungan pasien, status keluar

pdf

References

  1. Barlas, E., Sama, A. E., & Ward, M. J. (2020). Modeling inpatient bed demand using electronic health record data and simulation. Journal of Biomedical Informatics, 108, 103460. https://doi.org/10.1016/j.jbi.2020.103460
  2. Fahjaria, R. A., & Sidjabat, F. N. (2022). Analisis data register kunjungan rawat inap pasien penyakit ginjal kronis di Rumah Sakit Gatoel Mojokerto periode 2019–2021. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, 5(2), 55–63.*
  3. Kerlin, M. P., Costa, D. K., Davis, B. S., Admon, A. J., Vranas, K. C., & Halpern, S. D. (2021). Actions taken by US hospitals to prepare for increased demand for intensive care during the first wave of COVID-19. JAMA Network Open, 4(1), e2036910. https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2020.36910
  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
  5. Putri, A., Rahmawati, D., & Sari, L. (2024). Penerapan rekam medis elektronik di rumah sakit sebagai upaya peningkatan efisiensi pelayanan. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan, 7(1), 23–31.*
  6. Salsabila, H., Saputra, I., Syahrizal, D., & Zaman, N. (2022). Efisiensi ICU Rumah Sakit Pemerintah dengan Metode Data Envelopment Analysis (DEA) di Aceh. Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala.
  7. Sihotang, F. M. S. (2022). Analisis penggunaan skor APACHE II dan APACHE IV dalam memprediksi lama rawat inap pasien Intensive Care Unit (ICU). Universitas Borneo Tarakan.
  8. Sulistiyono, A., & Kurniawan, B. (2018). Efisiensi pengelolaan tempat tidur rawat inap di rumah sakit umum daerah. Surabaya: Airlangga University Press.
  9. Takwa, H. M. (2025). Manajemen risiko rumah sakit: Strategi pencegahan dan mitigasi. Jakarta: Penerbit Mitra Wacana Media.
  10. Talib, M. T. (2022). Manajemen Rekam Medis “Si-Jantung” Rumah Sakit. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

11-20 of 135

You may also start an advanced similarity search for this article.