Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

TINJAUAN DISTRIBUSI FREKUENSI PASIEN PENYALAHGUNAAN NAPZA DI RSUD SAYANG RAKYAT TAHUN 2022-2024

Abstract

Latar Belakang : Penyalahgunaan narkotika, psikotropika, zat adiktif (NAPZA) masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang serius, terutama pada kelompok usia produktif. Pada tahun 2023, 3,3 juta penduduk Indonesia berusia 15 hingga 64 tahun diperkirakan memiliki prevalensi penyalahgunaan narkoba sebesar 1,73%. Meskipun data mengenai distribusi pasien masih terbatas, RSUD Sayang Rakyat merupakan fasilitas rehabilitasi vital di Sulawesi Selatan, salah satu provinsi dengan insiden kasus narkoba tertinggi. Tujuan : Untuk mengetahui distribusi frekuensi pasien penyalahgunaan NAPZA di RSUD Sayang Rakyat selama tahun 2022-2024 berdasarkan usia, jenis kelamin, domisili, dan jenis zat yang digunakan. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode total sampling. Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa dari total 149 pasien, mayoritas berada pada kelompok usia dewasa awal (25-44 tahun) sebesar 72%. Jenis kelamin laki-laki mendominasi sebanyak 99%, perempuan hanya 1%. Sebanyak 74% pasien berasal dari luar kota Makassar, dan 85% penyalahgunaan zat yang ditemukan adalah jenis narkotika, terutama sabu. Tren jumlah pasien meningkat drastis dari 2022 ke 2023, dan sedikit menurun di 2024, namun tetap lebih tinggi dibandingkan awal periode. Kesimpulan : usia dewasa awal (25–44 tahun) paling banyak terjadi pada lai-laki, terutama berasal dari luar Kota Makassar, dengan sabu sebagai zat yang paling sering disalahgunakan.

Keywords

Distribusi frekuensi, usia, jenis kelamin, domisili, jenis zat NAPZA

pdf

References

  1. 1. Adellia (2023) ‘kota Surabaya sebagai titik transit peredaran narkoba.’, adellia, (8.5.2017), pp. 2003–2005.
  2. 2. Fatimah, F. and Milkhatun, M. (2020) ‘Analisis Rekam Medis Penyalahgunaan Napza Berdasarkan Karakteristik Individu dengan Menggunakan Teknik Decision Tree Algoritma C4. 5’, Borneo Student Research (BSR), 2(1), pp. 166–175.
  3. 3. Hisan, K. (2024) ‘faktor yang berhubungan dengan tingkat ketahanan klien napza bnn provinsi sulawesi selatan dan rsud sayang rakyat’ 15(1), pp. 37–48.
  4. 4. Ismail Ali, W. suci ramadhani et. a. (2023) ‘penyuluhan hukum terpaducegah narkoba terhadap generasi muda di smp satap 5 tanasitolo’, Jurnal.Lamaddukelleng.Ac.Id, 1(1), pp. 1–9.
  5. 5. Latief, M. et al. (2023) ‘Manajemen program rehabilitasi narkotika dan obat Berbahaya (Narkoba) Mayang Asa Pada rsud Sayang Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan’, Gema Wiralodra, 14(1), pp. 329–339.
  6. 6. Padmiati, E. and Kuntari, S. (2017) ‘forum rehabilitasi berbasis masyarakat (rbm) “dharma kerthi praja pascima” Model Pemberdayaan Masyarakat dalam Penanggulangan Penyalahgunaan napza di Kota Denpasar Propinsi Bali’, Sosio Konsepsia, pp. 143–160.
  7. 7. Pramesti, M. et al. (2022) ‘Adiksi Narkoba: Faktor, Dampak, Dan Pencegahannya’,
  8. 8. RAMADANI, A.F. (2024) ‘Analisis Faktor Risiko Penyalahgunaan Narkoba pada Kalangan Pria Remaja dan Pria Dewasa (Studi Kasus Badan Narkotika Nasional Kabupaten Blitar di Tahun.
  9. 9. WHO. World Drug Report 2023. Geneva: World Health Organization; 2024.Available from: https://www.who.int/health-topics/drugs-psychoactive.
  10. 10. BNN. HANI 2024: Masyarakat bergerak bersama melawan narkoba mewujudkan Indonesia bersinar. Jakarta: Badan Narkotika Nasional; 2024. Available from: https://bnn.go.id/hani-2024-masyarakat-bergerak.
  11. 11. Filalin A. Sepanjang Tahun 2024 BNNP Sulsel Ungkap 34 LKN dan 37 Berkas Perkara Narkotika. 2024 Dec 24. Availablefrom: https://filalin.com/202 4/12/24.
  12. 12. Sultan Sulaiman: 2023 “Mencermati survei prevalensi penyalagunaan narkoba di Indonesia tahun 2023” dapat diakses di https://jejakfakta.com/read/4736/ mencermati-survei-prevalensi-penyalahgunaan-narkoba-di-indonesia- tahun-2023.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

21-30 of 135

You may also start an advanced similarity search for this article.