Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

PENGARUH PENYULUHAN PEMBERIAN MPASI DENGAN MEDIA ULAR TANGGA TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETERAMPILAN IBU BADUTA STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LOA BAKUNG

Abstract

          Masa pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) merupakan periode kritis dalam tumbuh kembang anak, di mana kualitas dan kuantitas asupan gizi sangat menentukan status kesehatan jangka panjang. Rendahnya pengetahuan serta sikap ibu mengenai praktik pemberian MP-ASI yang tepat masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berpotensi meningkatkan risiko gizi kurang dan gangguan pertumbuhan pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu dalam pemberian MP-ASI. Metode penelitian menggunakan Desain penelitian menggunakan quasi-experimental pretest–posttest with control group design. Sampel penelitian berjumlah 34 responden yang terbagi dalam kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 17 orang, dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Wilcoxon test dan paired t-test. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstandar yang menilai aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan sebelum serta sesudah diberikan intervensi penyuluhan. Analisis data dilakukan dengan uji statistik non-parametrik sesuai distribusi data. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan dan sikap ibu setelah diberikan penyuluhan (p < 0,05). Hal ini menegaskan bahwa penyuluhan kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pemahaman ibu mengenai praktik pemberian MP-ASI yang tepat, sehingga dapat menjadi strategi promotif-preventif dalam menurunkan risiko masalah gizi pada balita

          The period of complementary feeding (MP-ASI) is a critical phase in child development, where the quality and quantity of nutritional intake strongly determine long-term health outcomes. Limited maternal knowledge and inappropriate attitudes regarding proper complementary feeding practices remain major public health concerns, increasing the risk of malnutrition and growth disorders in children. This study aimed to analyze the effect of health education on improving maternal knowledge and attitudes regarding complementary feeding. The research employed a pre-experimental one group pretest-posttest design with respondents selected based on inclusion criteria. A standardized questionnaire was used to assess knowledge and attitude before and after the intervention. Data were analyzed using non-parametric statistical tests according to data distribution. The findings revealed a significant improvement in maternal knowledge and attitudes after receiving health education (p < 0.05). These results highlight the crucial role of health education in enhancing mothers’ understanding of proper complementary feeding practices, making it a promotive-preventive strategy to reduce the risk of nutritional problems among children under five

Keywords

MP-ASI, penyuluhan kesehatan, pengetahuan, sikap ibu, bayi dua tahun, complementary feeding, health education, knowledge, maternal attitude, toodler

pdf

Author Biography

Dinaisyah Marinda

Jurusan Gizi, Prodi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika,

Politeknik Kesehatan Kalimantan Timur

Aminah Toaha

Jurusan Gizi, Prodi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika,

Politeknik Kesehatan Kalimantan Timur

Astri Ayu Novaria

Jurusan Gizi, Prodi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika,

Politeknik Kesehatan Kalimantan Timur


References

  1. Aguayo, V. M., Nair, R., Badgaiyan, N., & Krishna, V. (2016). Maternal and child nutrition, 12, 121–140. https://doi.org/10.1111/mcn.12259
  2. Agustiningtyas, S. A. (2021). Perbedaan pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah penyuluhan gizi dengan media flashcard pada anak sekolah dasar [Karya tulis ilmiah, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang].
  3. Ahmad, A., Madanijah, S., Dwiriani, C. M., & Kolopaking, R. (2018). Complementary feeding practices and nutritional status of children 6–23 months old: Formative study in Aceh, Indonesia. Nutrition Research and Practice, 12(6), 512–520. https://doi.org/10.4162/nrp.2018.12.6.512
  4. Amalia, I. N. (2018). Pengaruh metode FGD (focus group discussion) dan metode PGD (peer group discussion) terhadap pengetahuan dan sikap KADARZI ibu yang memiliki balita stunting di Desa Sidoluhur Kecamatan Lawang Kabupaten Malang [Karya tulis ilmiah, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang].
  5. Anggela, O. (2023). Pengaruh penyuluhan berbasis WhatsApp group dengan media video terhadap perubahan pengetahuan dan keterampilan tentang pemilihan bahan makanan pada ibu balita di Posyandu Dahlia Kelurahan Klojen Kota Malang [Karya tulis ilmiah, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang].
  6. Anggraeni, N. G. D. (2018). Pengaruh metode FGD (focus group discussion) dan PGD (peer group discussion) tentang pemberian makanan tambahan (PMT) terhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu yang memiliki balita stunting di Desa Sidoluhur Kecamatan Lawang [Karya tulis ilmiah, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang].
  7. Anggraini, H., Mulyani, R. I., Novaria, A. A., & Virawati, D. I. (2024). The effect of PENEMIA (prevention of anemia) video-based education on anemic pregnant women on changes in knowledge and attitudes. Journal of Health and Nutrition Research, 3(1), 31–38.
  8. Annuril, K. F., & Karini, T. A. (2024). Pengaruh pemanfaatan permainan ular tangga sebagai media edutainment untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan ibu hamil tentang stunting. Mitra Raflesia (Journal of Health Science), 16(2), 150–162.
  9. Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Edisi revisi). PT Rineka Cipta.
  10. Azwar, S. (2011). Reliabilitas dan validitas. Pustaka Pelajar.
  11. Babys, I., Dewi, Y., & Rahardjo, S. (2022). Meta-analysis: The effect of complementary feeding practice on stunting in children aged 6–59 months. Journal of Maternal and Child Health, 7(4), 465–478. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Sebelas Maret.
  12. Bangun, B. R. S. M., & Sitepu, W. A. (2023). Peran suku dengan kejadian stunting di Desa Sekip Kecamatan Lubuk Pakam. Keperawatan dan Fisioterapi (JKF), 5(2), 375–380.
  13. Capra, M. E., Decarolis, N. M., Monopoli, D., Laudisio, S. R., Giudice, A., Stanyevic, B., Esposito, S., & Biasucci, G. (2024). Complementary feeding: Tradition, innovation and pitfalls. Nutrients, 16(5), 737. https://doi.org/10.3390/nu16050737
  14. Citra, N. O. (2018). Edukasi gizi terhadap tingkat pengetahuan dan tingkat konsumsi energi, protein, serta vitamin E pasien kanker serviks dengan kemoterapi di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang [Karya tulis ilmiah, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang].
  15. Darmin, D., Khatimah, N. H., Iksan, M., Alkhair, A., & Avila, D. Z. (2024). Perbedaan pengetahuan dan sikap ibu balita sebelum dan sesudah menggunakan media booklet tentang stunting. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(2), 2662–2673.
  16. Dewi, N. A. (2021). Analisis pengaruh konseling gizi terhadap tingkat pengetahuan, sikap dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil anemia [Karya tulis ilmiah, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang].
  17. Febriani, L., Ikhlasiah, M., & Priharyati, P. (2024). Faktor yang memengaruhi kejadian stunting pada baduta. Faletehan Health Journal, 11(1), 23–32.
  18. Hanum, N. H. (2019). Hubungan Tinggi Badan Ibu dan Riwayat Pemberian MP-ASI dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24–59 Bulan. Amerta Nutrition, 3(2), 78–84. https://doi.org/10.20473/amnt.v3i2.2019.78-84
  19. Heni, P., Dewi, Y. I., & Karim, D. (2023). Gambaran perilaku ibu tentang pencegahan stunting pada baduta. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal), 8(2), 89–95.
  20. Husna, S. F. (2018). Gambaran tingkat pengetahuan dan tingkat konsumsi (energi dan zat gizi) pada penderita kanker payudara dengan kemoterapi di RS Tk II dr. Soepraoen Malang [Karya tulis ilmiah, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang].
  21. Indah, I., Laela, N., & Zainab, Z. (2023). Hubungan pengetahuan dengan pemberian MP-ASI pada bayi di bawah usia 6 bulan di Puskesmas Tosora. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(2), 1800–1805.
  22. Sekretariat Percepatan Pencegahan Stunting. (2019). Strategi nasional percepatan pencegahan anak kerdil (stunting) (Edisi kedua).
  23. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak.
  24. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Petunjuk teknis pemantauan praktik MP-ASI anak usia 6–23 bulan (H. Nurlita & S. Christiani, Ed.).
  25. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. (2018). Pedoman pelaksanaan intervensi penurunan stunting terintegrasi di kabupaten/kota.
  26. Lahiria, D. S. (2023). Analisis pola asuh dan pola pemberian makan keluarga pada balita stunting di Desa Pagerwojo Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar [Karya tulis ilmiah, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang].
  27. Latifah, A. M. I., Purwanti, L. E., & Sukamto, F. I. (2020). Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita 1–5 tahun. Health Sciences Jurnal (Jurnal Ilmiah Mahasiswa), 4(1), 131–142.
  28. Lestiarini, S., & Sulistyorini, Y. (2020). Perilaku ibu pada pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) di Kelurahan Pegirian. Jurnal PROMKES, 8(1), 1–11. https://doi.org/10.20473/jpk.v8i1.2020.1-11
  29. Madinah, S., Farhat, Y., & Hariati, N. W. (2024). Pengaruh permainan edukatif ular tangga terhadap pengetahuan dan sikap tentang gizi seimbang. Jurnal Riset Pangan dan Gizi, 6(1), 13–22.
  30. Majgaonkar, S., Karande, V., & Sadawarte, D. M. (2024). Complementary feeding practices and nutritional status of children aged 6–23 months residing in an urban slum of Mumbai. Journal of Primary Care Specialties, 5(1), 41–45. https://doi.org/10.4103/jopcs.jopcs_41_23
  31. Malaysiana, A. S. (2022). Pengaruh edukasi dengan media poster terhadap pengetahuan kader tentang TB paru di wilayah kerja Puskesmas Blabak Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri [Karya tulis ilmiah, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang].
  32. Margawati, A., & Astuti, A. M. (2018). Pengetahuan ibu, pola makan, dan status gizi pada anak stunting usia 1–5 tahun di Kelurahan Bangetayu, Kecamatan Genuk, Semarang. Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition), 6(2), 82–89.
  33. Maulidia, U. K. (2020). Perbedaan pengetahuan, keterampilan ibu dan tingkat konsumsi vitamin A dan zat besi pada balita stunting usia 6–59 bulan sebelum dan sesudah pendampingan gizi dengan media booklet di Desa Kucur Kecamatan Dau Kabupaten Malang [Karya tulis ilmiah, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang].
  34. Mufidah, A. (2023). Pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dalam pemberian MP-ASI pada balita usia 6–24 bulan di Desa Sumberejo Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro. Jurnal Penelitian Keperawatan, 9(2), 180–188.
  35. Munira, S. L. (2023). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.
  36. Murtadlo, M. H., Larasati, M. D., Muninggar, D. L. P., & Ambarwati, R. (2024). Gambaran pemberian makanan baduta stunting usia 12–24 bulan: Description of parenting patterns of feeding of stunted infants aged 12–24 months. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 16(2), 269–282.
  37. Nilda, N. Y. S., Noya, F., & Entoh, C. (2024). Edukasi ASI eksklusif melalui metode ular tangga. Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 6(1), 147–151.
  38. Nirmalasari, N. O. (2020). Stunting pada anak: Penyebab dan faktor risiko stunting di Indonesia. Qawwam: Journal for Gender Mainstreaming, 14(1), 19–28.
  39. Norlina, S., & Anjani, I. D. (2024). Pengaruh penyuluhan MP-ASI terhadap pengetahuan ibu yang memiliki bayi 0–1 tahun. Journal of Health Research Science, 4(2), 291–297.
  40. Nugraheni, M. (2019). Pengaruh penyuluhan dengan media poster dan leaflet terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya ASI eksklusif di Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang [Karya tulis ilmiah, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang].
  41. Nurmahmudha, A. B. (2019). Pengaruh penyuluhan dengan media booklet terhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu dalam pemberian MP-ASI untuk baduta usia 6–24 bulan di Desa Kalisongo Dau [Karya tulis ilmiah, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang].
  42. Nurmalasari, Y., Anggunan, A., & Febriany, T. W. (2020). Hubungan tingkat pendidikan ibu dan pendapatan keluarga dengan kejadian stunting pada anak usia 6–59 bulan. Jurnal Kebidanan, 6(2), 205–211.
  43. Parapat, F., & Simanjuntak, E. H. (2024). Hubungan berat badan lahir dan pendapatan keluarga terhadap kejadian stunting pada balita di PMB Ratna Manurung Lau Dendang. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal), 9(1), 328–335.
  44. Pramana, E. F., & Damayanti, M. (2020). Hubungan kehangatan orang tua dan pemantauan orang tua dengan depresi pada siswa SMA dan SMK. Borneo Studies and Research, 1(3), 1335–1340.
  45. Purnawan, I. N., & Suarjana, N. (2023). Pencegahan stunting melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu dengan balita dalam proses pembuatan dan pemberian MP-ASI di Desa Bukian Payangan Gianyar Bali. Jurnal SOLMA, 12(3), 1628–1634.
  46. Pusmaika, R., Novfrida, Y., Simatupang, E. J., Djami, M. E., & Sumiyati, I. (2022). Hubungan usia ibu saat hamil dengan kejadian stunting pada balita di Kabupaten Tangerang. Indonesian Health Issue, 1(1), 49–56.
  47. Putri, Y. A. (2019). Penggunaan booklet gosok gigi (SOGI) sebagai media penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan menggosok gigi anak sekolah di SDN Sumbersuko 01 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang [Karya tulis ilmiah, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang].
  48. Rachma, A. N., Kurniasari, R., & Andriani, E. (2024). Pengaruh media poster, video edukasi, dan permainan puzzle terhadap pengetahuan dan sikap PHBS pada siswa SDN Cikampek Barat 1. Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS), 8(2), 134–147.
  49. Rahayu, A., Yulidasari, F., Putri, A. O., & Anggraini, L. (2018). Study guide: Stunting dan upaya pencegahannya bagi mahasiswa kesehatan masyarakat. CV Mine.
  50. Rahmatika, F. (2018). Pengaruh gizi seimbang dengan media poster terhadap pengetahuan siswa kelas V di MI Al-Hidayat Kecamatan Pakis Kabupaten Malang [Karya tulis ilmiah, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang].
  51. Ramadhani, M. R. (2021). Analisis pengaruh konseling gizi seimbang terhadap pengetahuan, sikap, keterampilan pada ibu hamil anemia [Karya tulis ilmiah, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang].
  52. Ritonga, M., Harahap, A., & Ahmad, H. (2023). Pengaruh pola asuh menggunakan media permainan ular tangga terhadap pencegahan stunting pada calon pengantin di wilayah kerja Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(6), 1227–1234. https://doi.org/10.56338/mppki.v6i6.3528
  53. Rizqi, A. (2018). Pengaruh FGD (focus group discussion) dan PGD (peer group discussion) tentang infeksi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu yang memiliki balita stunting di Desa Sidoluhur Kecamatan Lawang Kabupaten Malang [Karya tulis ilmiah, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang].
  54. Rusmil, V. K., Ikhsani, R., Dhamayanti, M., & Hafsah, T. (2019). Hubungan perilaku ibu dalam praktik pemberian makan pada anak usia 12–23 bulan dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Jatinangor. Sari Pediatri, 20(6), 366–372.
  55. Sakti, S. A. (2020). Pengaruh stunting pada tumbuh kembang anak periode golden age. Biormatika: Jurnal Ilmiah FKIP, 6(1), 169–175.
  56. Santosa, A., Novanda Arif, E., & Abdul Ghoni, D. (2022). Effect of maternal and child factors on stunting: Partial least squares structural equation modeling. Clinical and Experimental Pediatrics. https://doi.org/10.3345/cep.2021.00094
  57. Sari, K. P. (2018). Pengaruh edukasi gizi menggunakan media permainan ular tangga terhadap tingkat pengetahuan dan sikap tentang sarapan siswa kelas 4 dan 5 MI Bahrul Ulum Desa Randugading Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang [Karya tulis ilmiah, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang].
  58. Siswati, T., Prasetya, H., Prasetyawati, N. D., Prayogi, A. S., Sudaryanto, S., Waris, L., … & Rialihanto, M. P. (2022). Intervensi sensitif dan spesifik untuk mencapai Merdeka Stunting di Kab. Bantul, Yogyakarta, Indonesia. Midwifery Science Session, 1(1), 46–58.
  59. Sulistiyawati, I. (2021). Analisa metode simulasi ular tangga terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang pencegahan stunting. Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Jember, 5(1).
  60. Tebi, D., Wello, E. A., Safei, I., Rahmawati, J. S., & Kadir, A. (2021). Literature review faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya stunting pada anak balita. Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 1(3).
  61. Wati, D. W., & Satriyandari, Y. (2024). Hubungan pengetahuan dan pendidikan ibu dengan perilaku pencegahan stunting pada balita. Journal of Midwifery Care, 5(1), 168–175.
  62. World Health Organization. (2015, November 19). Stunting in a nutshell. https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshel
  63. World Health Organization. (2023, October 16). WHO guideline for complementary feeding of infants and young children 6–23 months of age. Geneva: World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240081864

Similar Articles

1-10 of 353

You may also start an advanced similarity search for this article.