Perilaku Laki Suka Laki (LSL) Yang Berpotensi HIV/AIDS Pada Aplikasi Michat Di Zona Tamalanrea Kota Makassar
Abstract
Perilaku laki suka laki (LSL) merujuk pada aktivitas atau tindakan yang dilakukan oleh laki-laki yang memiliki ketertarikan emosional dan seksual terhadap sesama laki-laki. Istilah ini menggambarkan orientasi seksual dan pola interaksi sosial yang berbeda dari sebagian besar masyarakat heteroseksual. Dalam konteks penelitian kesehatan masyarakat, perilaku laki suka laki (LSL) menjadi fokus penting karena kelompok ini memiliki risiko lebih tinggi dalam penularan HIV/AIDS.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perilaku LSL yang berpotensi menularkan HIV/AIDS melalui aplikasi MiChat serta menganalisis sikap, peran teman sebaya, dan pemanfaatan aplikasi tersebut di Zona Tamalanrea, Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap enam informan utama dan kunci.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap informan cenderung menerima dan terbuka terhadap orientasi seksual LSL, dengan teman sebaya berperan sebagai sumber dukungan dan ruang penerimaan keterbukaan oleh laki suka laki (LSL). Aplikasi MiChat dimanfaatkan karena kemudahan akses, privasi yang terjaga, dan fitur lokasi, namun lebih sering digunakan untuk hubungan jangka pendek dan transaksi seksual, yang meningkatkan risiko penularan HIV/AIDS.
Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa sikap terbuka dan peran teman sebaya sangat penting dalam proses penerimaan diri komunitas LSL. Sementara itu, pemanfaatan aplikasi digital memberikan kemudahan interaksi, tetapi juga membawa risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.
Kata kunci: laki suka laki (LSL), HIV/AIDS, teman sebaya, aplikasi MiChat, fenomenologi
Keywords
laki suka laki (LSL), HIV/AIDS, teman sebaya, aplikasi MiChat, fenomenologi
References
- Afriana, N., Luhukay, L., Mulyani, P. S., Irmawati, Romauli, Pratono, Dewi, S. D., Budiarty, T. I., Hasby, R., Trisari, R., Hermana, Anggiani, D. S., Asmi, A. L., Lamanepa, E., Elittasari, C., Muzdalifah, E., Praptoraharjo, I., Theresia Puspoarum, & Devika. (2023). Laporan Tahunan HIV AIDS 2022. Kementerian Kesehatan RI, 1–91. http://p2p.kemkes.go.id/wpcontent/ uploads/2023/06/FINAL_6072023_Layout_HIVAIDS-1.pdf.
- Ambarwati, A., & Nurjannah, R. (2021). Strategi Pencegahan HIV/AIDS melalui Edukasi Kesehatan Seksual pada Kelompok Minoritas Seksual. Jurnal Promkes, 9(2), 215–228.
- Efendi, Z. (2021). Analisis Komunikasi pada Aplikasi MiChat sebagai Sarana Media Prostitusi Online di Pontianak. Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama Dan Masyarakat, 4(2), 86–107. https://doi.org/10.14421/ panangkaran.2020.0402-06
- Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075.
- Handayani, L., & Setyowati, D. (2021). Self-acceptance dan Kesejahteraan Psikologis pada Remaja LGBT. Psikobuletin, 9(1), 47–56.
- Hang, U., & Pekanbaru, T. (2023). Ensiklopedia of Journal, 5(2), 126–133. http://jurnal.ensiklopediaku.org
- Hasanah, U., Putra, F., & Nawawi, R. (2023). Relasi Teman Sebaya dan Pembentukan Identitas Seksual Remaja Laki Laki. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 7(2), 102–115.
- Iskandar, R., & Yuliana, T. (2020). Dinamika Kelompok dan Perilaku Seksual Minoritas Seksual dalam Komunitas Urban. Sosiologi Reflektif, 15(3), 188–201.
- Kemenkes. (2021). Perkembangan HIV AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) Triwulan I Januri-Juni Tahun 2021. Kementrian Kesehatan RI. Kemenkes, 4247608(021), 1-30.
- Mardiana, R., & Fatimah, S. (2021). Peer Group Influence on Risky Sexual Behavior among Young Men Who Have Sex with Men (YMSM). Journal of Youth and Adolescence, 50(4), 785–799.
- Mekarisce, A. A. (2020). Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data pada Penelitian Kualitatif di Bidang Kesehatan Masyarakat. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat, 12(3), 145–151. https://doi.org/10.52022/jikm.v12i3.102.
- Multazam, A. (2021). Open Access Perilaku Homoseksual di Kota Makassar Homosexual Behavior in the City of Makassar. 4(1), 6–19.
- Mutmainnah, A. (2022). Pemaknaan Identitas Seksual Remaja dengan Ketertarikan Sesama Jenis. Jurnal Psikologi Humaniora, 11(2), 134–143.
- Pew Research Center. (2020). Global Attitudes Survey: Increasing Acceptance of Homosexuality.
- Pratidina, E., & Tambunan, I. (2025). Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Berisiko Pada Lelaki Seks Lelaki (LSL) Dalam Pencegahan Penyakit HIV / AIDS. 9(754), 1429–1435.
- Puspitasari, M., Susetiati, D. A., & Siswati, A. S. (2023). Perilaku Seksual Lesbian, Gay, Biseksual,Transgender, dan Risikonya terhadap Infeksi Menular Seksual. Cermin Dunia Kedokteran, 50(12), 685–689. https://doi.org/10.55175/cdk.v50i12.968
- Syansuri. (2022). Pengaruh sikap wirausaha terhadap minat wirausaha siswa jurusan ips di SMA PGRI CIBADAK. 8 29.
- Utami, A. R. (2023). Dinamika Relasi Emosional dalam Hubungan Sesama Jenis di Kalangan Remaja Kota. Jurnal Sosiologi Kontemporer, 5(1), 88–101.
- Verkuijten, M., & Kollar, R. (2021). Social psychological perspectives on tolerance and prejudice. Journal of Social Issues, 77(3), 695–714.
- Wahyuni, S., & Rohana, N. (2022). Pengaruh Teman Sebaya terhadap Perilaku Seksual Remaja di Kota Besar. Jurnal Psikologi Sosial, 10(1), 34–47.
- Yuliana, T., Hartati, S., & Prasetyo, A. (2021). Minority Stress dan Strategi Koping pada Remaja LGBT di Indonesia. Jurnal Psikologi Sosial, 19(1), 55–68.
- Yuwanti. (2023). Karakteristik Lelaki Seks Dengan Lelaki (LSL) di Wilayah Kerja Puskesmas X di Kabupaten Demak. Jurnal Profesi Bidan Indonesia, 3(2), 38–46.