Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR BALITA USIA 2-5 TAHUN DI POSYANDU KENANGA DESA RANCAKOLEKECAMATAN ARJASARI KABUPATEN BANDUNG

Abstract

Status gizi berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, khususnya keterampilan motorik kasar yang melibatkan koordinasi otot besar. Balita usia 2–5 tahun berada pada fase kritis perkembangan motorik, sehingga membutuhkan asupan gizi optimal. Tujuan: Menganalisis hubungan status gizi dengan perkembangan motorik kasar balita usia 2–5 tahun di Posyandu Kenanga Desa Rancakole Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung. penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 30 balita yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Status gizi diukur menggunakan indikator BB/U berdasarkan standar WHO, sedangkan perkembangan motorik kasar dinilai melalui Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data menggunakan uji Somers’ D. Penelitian menunjukkan sebagian besar balita memiliki status gizi baik (63,3%) dan perkembangan motorik kasar sesuai usia (70%). Terdapat hubungan signifikan antara status gizi dan perkembangan motorik kasar (p = 0,001) dengan korelasi positif (r = 0,673). Semakin baik status gizi balita, semakin optimal perkembangan motorik kasarnya. Pemantauan gizi dan stimulasi perkembangan secara rutin di posyandu perlu ditingkatkan untuk mendukung tumbuh kembang balita.

Keywords

status gizi, perkembangan motorik kasar, balita, KPSP

pdf

References

  1. Bakhtiar, Nurhasanah, Winda Trimelia Utami, and Febi Liza Rindhani. 2022. “Hubungan Status Gizi Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini.” KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education 5(1): 125. doi:10.24014/kjiece.v5i1.16988.
  2. Benfer, K. A., et al. (2021). Early identification of children with cerebral palsy using motor assessments. Developmental Medicine & Child Neurology, 63(6), 696–703.
  3. Bolduc, M. et al. (2020). The effects of an infant formula enriched with milk fat globule membrane… MDPI.
  4. Catur Utami, Dinda, Atika Nur Azizah, and Atika Nur Azizah. 2023. “Hubungan Status Gizi Dengan Perkembangan Balita Usia 1-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Kutasari.” Avicenna : Journal of Health Research 6(1): 28. doi:10.36419/avicenna.v6i1.820.
  5. CDC. (2023). Child Development: Toddlers (2-3 years). Centers for Disease Control and Prevention.
  6. Cusick, S. E., & Georgieff, M. K. (2016). The role of nutrition in brain development: The golden opportunity of the “first 1000 days”. Journal of Pediatrics, 175, 16–21.
  7. Dharna, R. et al. (2025). Hubungan gizi dan perkembangan balita. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(1), 99–106.
  8. Di Giovanni, L. et al. (2024). Macronutrients in Human Milk and Early Childhood Growth: Is Protein the Main Driver? MDPI.
  9. Fitriani, N., Anwar, Y., & Nindya, T. S. (2021). Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Motorik pada Anak Usia Dini. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 13(1), 56–64. https://doi.org/10.xxxx/jgk.v13i1.1234
  10. Fischetti, F. et al. (2022). Differences between Healthy Weight and Overweight Serbian Preschool Children… MDPI. Ilmiah, Jurnal, and Kesehatan Dan. 2022. “Hubungan Status Gizi Dengan Perkembangan Balita Usia 1-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Kadudampit Kabupaten Sukabumi Akademi Kebidanan Bakti Indonesia Bogor Jl . Benteng No . 32 , Benteng , Kec . Ciampea , Bogor , Jawa Barat 16620 Jurnal Ilmiah Kesehat.” 1(3): 14–20.
  11. Kartika, R., et al. (2020). Hubungan antara status gizi dan perkembangan anak usia dini di Kabupaten Bandung. Jurnal Gizi dan Tumbuh Kembang Anak, 5(2), 112–118.
  12. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Petunjuk Teknis Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak (SDIDTK). Direktorat Bina Kesehatan Anak, Kementerian Kesehatan RI. https://www.kemkes.go.id/Lorena, Selvia, Br Ginting, Yogie Rinaldy Ginting, M Adi Diansyah, and Penulis Korespondensi. 2022. “Metode Z-Score Untuk Menentukan Status Gizi Balita: Aplikasi Berbasis Android.” Jurnal Sarjana Tekni Informatika 10(3): 149–61. http://www.journal.uad.ac.id/index.php/JSTIF/article/view/24566.
  13. Kemenkes RI. (2021). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020. Kementerian Kesehatan RI.
  14. Khattak, S. et al. (2021). Comparative analysis of developmental profile between normal and severe acute malnourished underfive children in Pakistan. BMJ.
  15. Kraljevic, K. et al. (2024). How Does a 12-Week Physical Exercise Program Affect Motor Proficiency and Cognitive Abilities… MDPI.
  16. Lorena, S., et al. (2022). Aplikasi Z-Score dalam penilaian gizi. Jurnal Teknik Informatika, 10(3), 149–161.
  17. Mashuri, A. (2024). Gizi dan perkembangan anak di Surabaya. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan, 10(2), 77–84.
  18. Ode, Wa, Nadziyran Urufia, Andi Yaumil, Bay R Thaifur, Wa Ode Nurhidayati, M Sumarni, and Darsal Zulfakar Dafid. 2024. “Gambaran Status Gizi Anak Umur 0-60 Bulan Di Posyandu Ferbena Wilayah Kerja Puskesmas Wolio , Kota Baubau , Sulawesi Tenggara Overview of Nutritional Status of Children Aged 0-60 Months at Ferbena Integrated Health Post , Wolio Health Center Working Area .” 7(8): 3242–53. doi:10.56338/jks.v2i1.706.
  19. Pratama, Aloysius A, Junendri Ardian, Wiwin Lastyana, M Thonthowi Jauhari, and Baiq Fitria Rahmiati. 2023. “Hubungan Status Gizi Dengan Perkembangan Anak Usia 1-5 Tahun Relationship Between Nutritional Status And Child Development Ages 1-5 Years.” Nutriology: Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Volume 04(Nomor 02): 33–38.
  20. Prayogi, Arditya. 2023. Ilmu Sosial Budaya Dasar Untuk Kebidanan Bab 4 Teori Manusia Sebagai Makhluk Berbudaya, Beretika, Dan Berestetika. http://repository.uingusdur.ac.id/id/eprint/933.
  21. urba, Deasy Handayani, Rosyanne Kushargina, Windi Indah Fajar Ningsih, Sanya Anda Lusiana, Tisha Lazuana Rasmaniar, Nining Tyas Triatmaja, Askur Agung Mahardika Venansius Purba, et al. 2021. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952. Kesehatan Dan Gizi Untuk Anak.
  22. Putri, A. R., et al. (2021). Hubungan status gizi dengan perkembangan kognitif balita. Jurnal Ilmu Kesehatan Anak Indonesia, 8(1), 23–30.
  23. Salamah, N. (2021). Konsumsi makanan dan status gizi balita. Jurnal Gizi dan Pangan Sehat, 4(1), 12–19. Supariasa IDN, and Ibnu Fajar. Penilaian Status Gizi.
  24. Sugiyono (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
  25. SSGI. (2024). Survey Status Gizi Indonesia 2024 - Provinsi Jawa Barat.
  26. Stagi, S. et al. (2019). Nutritional status of children with cerebral palsy… MDPI. UNICEF. (2023). State of the World’s Children 2023: For every child, nutrition.
  27. Vonaesch, P. et al. (2018). Identifying the etiology and pathophysiology underlying stunting and environmental enteropathy… BioMed Central.
  28. WHO. (2022). Nurturing care for early childhood development. World Health Organization.
  29. Wulandari, Y., et al. (2021). Status Gizi dan Perkembangan Balita. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan, 12(3), 245–252.
  30. Zulkarnain, Mohammad, and Ayu Sumitro. 2020. “Hubungan Asupan Gizi Makro Dengan Perkembangan Relationship Between Macro Nutrition Intake With the Development of Gross Motor in Children Age 24 - 59 Months in Donggala Village , Gorontalo City.” Jurnal Pengolahan Pangan 5(2): 54–59. https://www.neliti.com/publications/480341/hubungan-asupan-gizi-makro- dengan-perkembangan-motorik-kasar-pada-anak-usia-24-5

Similar Articles

21-30 of 63

You may also start an advanced similarity search for this article.