PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DISMENORE TERHADAP PENGETAHUAN DAN MANAJEMEN NYERI DISMENORE PADA REMAJA: LITERATURE RIVIEW
Abstract
Dysmenorrhea is one of the most common reproductive health problems experienced by adolescents and impacts daily activities, academic concentration, and quality of life. Poor understanding of the causes, symptoms, and non-pharmacological management of dysmenorrhea underpins the need for effective educational interventions to improve menstrual health literacy. This study aims to assess the effectiveness of health education in improving adolescents' knowledge and skills in dysmenorrhea management through a literature review. Nine articles meeting the inclusion criteria were analyzed narratively to identify the type of educational intervention, learning media, assessment instruments, and patterns of change in adolescents' knowledge after receiving education. The review results showed that all articles reported a significant increase in adolescents' knowledge after receiving health education. Audiovisual media and technique demonstrations are the most consistent approaches for improving understanding and skills in pain management, particularly regarding the use of warm compresses, breathing exercises, and finger holds. Furthermore, some studies have found improvements in adolescents' ability to recognize symptoms and choose appropriate self-management strategies. Overall, health education has proven effective and easy to implement in improving adolescents' literacy and skills in dysmenorrhea management. Integrating menstruation education into school health programs is recommended as a promotional strategy to strengthen adolescent reproductive health.
Dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang paling sering dialami remaja dan berdampak pada aktivitas harian, konsentrasi belajar, dan kualitas hidup. Rendahnya pemahaman mengenai penyebab, gejala, serta manajemen nonfarmakologis dismenore menjadi dasar perlunya intervensi edukasi yang efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan menstruasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas edukasi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam manajemen dismenore melalui literature review. Sebanyak 9 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara naratif untuk mengidentifikasi bentuk intervensi edukasi, media pembelajaran, instrumen penilaian, serta pola perubahan pengetahuan remaja setelah menerima edukasi. Hasil telaah menunjukkan bahwa seluruh artikel melaporkan peningkatan signifikan pada pengetahuan remaja setelah diberikan edukasi kesehatan. Media audiovisual dan demonstrasi teknik merupakan pendekatan yang paling konsisten meningkatkan pemahaman dan keterampilan manajemen nyeri, terutama terkait penggunaan kompres hangat, latihan pernapasan, dan teknik finger hold. Selain itu, sebagian studi menemukan peningkatan kemampuan remaja dalam mengenali gejala dan memilih strategi penanganan mandiri yang tepat. Secara keseluruhan, edukasi kesehatan terbukti efektif dan mudah diterapkan untuk meningkatkan literasi dan keterampilan remaja dalam manajemen dismenore. Integrasi edukasi menstruasi ke dalam program kesehatan sekolah direkomendasikan sebagai strategi promotif untuk memperkuat kesehatan reproduksi remaja.
Keywords
dysmenorrhea; health education; adolescents; pain management; reproductive health, dismenore; edukasi kesehatan; remaja; manajemen nyeri; kesehatan reproduksi
References
- (Penulis tidak tercantum). (2023). Pendidikan kesehatan menstruasi dalam penanganan dismenore (one-group pretest–posttest). Laporan edukasi kesehatan remaja, Indonesia.
- (Penulis tidak tercantum). (2024). Sosialisasi pelatihan penanganan dismenore (kompres hangat & yoga) pada remaja putri. Laporan pelatihan kesehatan remaja, Indonesia
- Asyaul Wasiah , Eka SN (2024). Pengaruh edukasi melalui WhatsApp Group terhadap pengetahuan remaja putri tentang menstruation self-care. Laporan intervensi digital, Indonesia.
- Dawood, M. Y. (2006). Primary dysmenorrhea: Advances in pathogenesis and management. Obstetrics & Gynecology, 108(2), 428–441.
- Erindia, F., Revani, H. D., & Budiawan, P. A. M. (2025). Edukasi teknik finger hold dalam pengelolaan nyeri dismenore remaja putri. Laporan pengabdian masyarakat, Indonesia.
- Green, B. N., Johnson, C. D., & Adams, A. (2006). Writing narrative literature reviews. Journal of Chiropractic Medicine.
- Harel, Z. (2006). Dysmenorrhea in adolescents and young adults. Journal of Pediatric and Adolescent Gynecology, 19(6), 363–371.
- Iga Retia Mufti (et.all) (2024). Pendidikan kesehatan menstruasi bagi remaja putri di SMA Negeri 2 Lembang. Laporan edukasi sekolah, Indonesia.
- Mahiya LS, Ali M, Indah NH (2024). Pemberian edukasi dan pelatihan penanganan dismenore pada komunitas remaja putri di SMPN 29 Kota Malang. Laporan edukasi sekolah, Indonesia.
- Mirna, M., Ohorella, F., & Marliah. (2024). Edukasi penggunaan sari tebu ireng untuk mengurangi dismenore pada mahasiswi Universitas Megarezky. Laporan pengabdian masyarakat, Indonesia.
- Muntaner, A., et al. (2020). Effectiveness of mobile messaging in health education. BMC Public Health.
- Nair, A. S., & Nayar, S. (2018). Effect of yoga on primary dysmenorrhea. Journal of Clinical and Diagnostic Research.
- Nurul Fajri C, Rakhmad R , Ratna VA (2024). Penyuluhan fisioterapi komunitas dismenore pada remaja putri kelas VII SMP Al-Fattah. Laporan penyuluhan kesehatan, Indonesia.
- Proverawati, A., & Misaroh, S. (2010). Menstruasi dan sindrom pramenstruasi. Yogyakarta: Nuha Medika.
- Rahmawati, I. (2019). Prevalensi dismenore pada remaja putri di Indonesia. Jurnal Kesehatan Reproduksi.
- Yuniarti, M. (2020). Pengaruh latihan pernapasan terhadap intensitas nyeri dismenore. Jurnal Keperawatan.
- Zainiyah, N., Yulianti, A., & Putri, S. R. (2024). Pemberian edukasi fisioterapi komunitas dalam peningkatan pengetahuan tentang nyeri haid (disminore) pada siswa SDN 1 Ngijo. Laporan pengabdian fisioterapi, Indonesia.