Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

HUBUNGAN SELF-EFFICACY DAN MEKANISME KOPING TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS PUTRI AYU KOTA JAMBI

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri berbentuk batang, yaitu Mycobacterium tuberculosis, yang juga dikenal sebagai Bacillus. Penyakit ini menyebar melalui Tuberkulosis (TB) umumnya menular melalui udara, ketika bakteri Mycobacterium tuberculosis dari batuk atau bersin seseorang yang terinfeksi masuk ke tubuh orang lain. Pada tahun 2022 WHO menyatakan TB paru menjadi penyebab kematian terbesar kedua di dunia dengan lebih dari 10 juta orang terjangkit setiap tahunnya. Pengendalian penyakit Tuberkulosis (TB) memerlukan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan anti tuberkulosis secara teratur dan berkelanjutan sesuai dengan program yang telah ditetapkan. Self-efficacy berperan penting dalam meningkatkan keyakinan pasien TB terhadap kemampuannya untuk menyelesaikan pengobatan, meskipun harus menjalani terapi dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, mekanisme koping yang adaptif membantu pasien TB dalam menghadapi stres fisik, psikologis, dan sosial akibat penyakit serta pengobatannya, sehingga mendorong perilaku patuh dalam mengonsumsi obat anti tuberkulosis. Sebaliknya, mekanisme koping yang maladaptif dapat menghambat kepatuhan pengobatan dan meningkatkan risiko kegagalan terapi.

Tujuan: Diketahui hubungan antara self-efficacy dan mekanisme koping terhadap kepatuhan minum obat pada pasien Tuberkulosis di Puskesmas Putri ayu Kota Jambi.

Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien Tuberkulosis yang berobat di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi. Sampel berjumlah 40 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner self-efficacy TBSES (Tuberculosis Self-Efficacy Scale), pengukuran mekanisme koping mengunakan Brief Cope dari Carver, C. S. (1989), dan mengukur kepatuhan mengunakan MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale) Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank.

Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat self-efficacy sedang sejumlah 21 responden (52,5%), mekanisme koping adaptif sejumlah 21 responden (52,5%)  dan kepatuhan minum obat sedang (45%). Hasil analisis statistik menggunakan uji Spearman Rho menunjukkan nilai p = 0,013 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi (r) = 0,391, yang berarti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi. Sedangkan hubungan mekanisme koping dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB di Puskesmas Putri Ayu menunjukkan nilai p = 0,020 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi (r) = 0,366, yang berarti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara mekanisme koping dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi.

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan kepatuhan minum obat dengan nilai korelasi lemah, Hal ini menunjukkan bahwa meningkatnya self efficacy berpengaruh terhadap peningkatan kepatuhan, namun kontribusinya tidak besar dan masih dipengaruhi faktor lain. Terdapat pula hubungan antara mekanisme koping dengan kepatuhan minum obat  pada pasien TB di Puskesmas Patri Ayu Kota Jambi, Mekanisme koping yang lebih adaptif berkaitan dengan kepatuhan yang lebih baik, tetapi perannya juga tidak dominan karena masih dipengaruhi faktor eksternal.

Keywords

Self-efficacy, mekanisme koping, Kepatuhan minum obat, Tuberkulosis

pdf

References

  1. Natarajan A, Beena PM, Devnikar A V., Mali S. A systemic review on tuberculosis. Indian J Tuberc. 2020;67(3):295-311. doi:10.1016/j.ijtb.2020.02.00
  2. World Organization for Health. 2023. Report 20-23. January. Vol. t/malaria/.
  3. Suprapto, Hariati, Oliva Suyen Ningsih, Solehudin, Ana Faizah, Viyan Septiyana Achmad, Ramadhan Trybahari Sugiharno, et al. 2023. Keperawatan Medikal Bedah : Dasar-Dasar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC. Brunner & Suddarth. 2019. “Keperawatan Medikal Bedah.”
  4. Aminah, Nenden Siti, and Ratna Djuwita. 2021. “Trend Dan Faktor Yang Berhubungan Dengan Keberhasilan Pengobatan Pasien TB MDR Paduan Jangka Pendek Di Indonesia 2017-2019.” Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan 109 (2021): 109–17. https://jurnal.unw.ac.id/index.php/PJ/article/view/835/786.
  5. Syafruddin, A. Fatmah Gobel, and Arman. 2022. “Faktor Risiko Ketidakpatuhan Pengobatan Penderita TB Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Rangas Kabupaten Mamuju.” Journal of Muslim Community Health 3 (3): 134–43. https://mail.pasca-umi.ac.id/index.php/jmch/article/view/995.

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

21-30 of 75

You may also start an advanced similarity search for this article.