Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

PERILAKU PEMENUHAN VITAMIN D MAHASISWA DI INDONESIA

Abstract

Vitamin D is an essential nutrient that aids calcium metabolism, bone health, and immune system function. Although Indonesia is a tropical country with sufficient sunlight exposure, several studies show that many young people, including students, still experience vitamin D deficiency. This study aims to determine how students meet their vitamin D requirements through food, sunlight exposure, and supplement use. The study employed a descriptive quantitative method and collected data from 100 students aged 18–25 years who were selected voluntarily. Data were gathered through an online questionnaire and analyzed descriptively. The results showed that students' habits in meeting their vitamin D needs were in the adequate category, with an average score of 3.12 ± 0.45. The best domain was sun exposure, with a score of 3.28, while the domains of knowledge and supplement use were still low, with a score of 2.89. Consumption of foods rich in vitamin D, especially fatty fish, was still low, and most students spent more time indoors. In conclusion, although vitamin D intake habits are considered adequate, there are still deficiencies in dietary patterns and understanding of supplement use. Therefore, continuous nutrition promotion and education are needed in the campus environment to prevent the risk of vitamin D deficiency in students.

 

Vitamin D adalah nutrisi penting yang membantu proses metabolisme kalsium, kesehatan tulang, serta fungsi sistem kekebalan tubuh. Meskipun Indonesia merupakan negara dengan cuaca tropis dan pemaparan sinar matahari yang cukup, beberapa penelitian menunjukkan bahwa banyak orang muda, termasuk mahasiswa, masih mengalami kurang vitamin D. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara mahasiswa memenuhi kebutuhan vitamin D melalui makanan, paparan sinar matahari, dan penggunaan suplemen. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif deskriptif dan mengambil data dari 100 mahasiswa usia 18–25 tahun yang diisi secara sukarela. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa kebiasaan mahasiswa dalam memenuhi vitamin D berada dalam kategori cukup dengan skor rata-rata 3,12 ± 0,45. Domain yang paling baik adalah paparan sinar matahari dengan skor 3,28, sedangkan domain pengetahuan dan penggunaan suplemen masih rendah dengan skor 2,89. Konsumsi makanan yang kaya vitamin D, khususnya ikan berlemak, masih rendah dan sebagian besar mahasiswa lebih sering berada di dalam ruangan. Kesimpulannya, meskipun kebiasaan memenuhi vitamin D dianggap cukup, masih ada kekurangan dalam pola makan dan pemahaman tentang penggunaan suplemen. Oleh karena itu, perlu dilakukan promosi dan edukasi gizi yang terus-menerus di lingkungan kampus untuk mencegah risiko defisiensi vitamin D pada mahasiswa.

Keywords

Vitamin D, Students, Nutritional Behavior, Sun Exposure, Supplements, Vitamin D, Mahasiswa, Perilaku Gizi, Paparan Sinar Matahari, Suplemen

pdf

References

  1. Effendy, M. H., Soetjiningsih, & Widjaja, F. F. (2024). Faktor perilaku dan lingkungan terhadap kadar vitamin D serum mahasiswa Medan. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 5(2), 112-120.
  2. Harsono, A., & Sari, D. K. (2021). Intervensi paparan sinar matahari terhadap kadar 25(OH)D pada remaja urban Indonesia. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 6(1), 23-31.
  3. Holick, M. F. (2013). Vitamin D deficiency in 2010: Health benefits of vitamin D and sunlight: A D-bate. Nature Reviews Endocrinology, 9(2), 73-78.
  4. Kementerian Kesehatan RI. (2022). Pedoman pemenuhan kebutuhan gizi vitamin D untuk remaja dan dewasa muda. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
  5. Palacios, C., & Gonzalez, L. (2014). Is vitamin D deficiency a cause of common rheumatic diseases? Arthritis, 2014, Article 911516.
  6. Purbayati, R., & Widjaja, F. F. (2022). Prevalensi defisiensi vitamin D pada mahasiswa Indonesia: Tinjauan sistematis. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 19(1), 45-56.
  7. Soetjiningsih, Widjaja, F., Suyasa, N., & Suwarti, N. (2023). Vitamin D deficiency among Indonesian adolescents: A systematic review and meta-analysis. Journal of Nutritional Science, 12, e45
  8. Wahono, T. D., & Nugroho, A. (2023). Pola konsumsi makanan sumber vitamin D pada mahasiswa perguruan tinggi negeri Sumatera. Nutrizione: Nutrition Research and Development Journal, 3(1), 1-10
  9. Widjaja, F. F., Soetjiningsih, Suyasa, N., & Suwarti, N. (2013). Status vitamin D pada mahasiswa di wilayah tropis Indonesia. Majalah Kedokteran Indonesia, 63(8), 345-352.
  10. Zhou, S. J., Zhao, Y. Y., Zhang, X. G., & Yang, S. X. (2015). Vitamin D status and its associated factors among Chinese university students: A cross-sectional study. Public Health Nutrition, 18(15), 2785-2791

Similar Articles

11-20 of 155

You may also start an advanced similarity search for this article.