Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUTUSAN PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG PADA PASANGAN USIA SUBUR

Abstract

Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan cara efektif dan efisien dalam mencegah kehamilan yang tidak direncanakan. Namun, tingkat penggunaannya di wilayah kerja Puskesmas Mentok masih tergolong rendah meskipun mengalami peningkatan setiap tahun. Rendahnya penggunaan MKJP diduga dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, pendidikan, dukungan suami, dan peran petugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keputusan penggunaan MKJP pada pasangan usia subur di wilayah kerja Puskesmas Mentok tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 109 responden pasangan usia subur yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p = 0,000; POR = 5,176; 95% CI = 2,278–11,760), pendidikan (p = 0,04), dukungan suami (p = 0,002), dan peran petugas kesehatan (p = 0,001) dengan keputusan penggunaan MKJP. Responden dengan pengetahuan baik, pendidikan tinggi, dukungan suami kuat, serta penilaian positif terhadap peran petugas kesehatan memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk menggunakan MKJP. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa peningkatan pengetahuan, pendidikan kesehatan reproduksi, dukungan suami, dan optimalisasi peran petugas kesehatan berperan penting dalam meningkatkan keputusan penggunaan MKJP pada pasangan usia subur.

Long-Acting Reversible Contraception (LARC) is an effective and efficient method to prevent unplanned pregnancies. However, its utilization rate in the working area of Mentok Public Health Center remains relatively low despite a gradual annual increase. The low adoption of LARC is presumed to be influenced by factors such as knowledge, education, partner support, and the role of healthcare providers. This study aims to determine the factors associated with the decision to use LARC among couples of reproductive ages in the working area of Mentok Public Health Center in 2025. This research employed a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 109 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed using the Chi-Square test with a significance level of α = 0.05. The results showed a significant relationship between knowledge (p = 0.000; POR = 5.176; 95% CI = 2.278–11.760), education (p = 0.04), partner support (p = 0.002), and the role of healthcare providers (p = 0.001) and the decision to use LARC. Respondents with good knowledge, higher education, strong partner support, and positive perceptions of healthcare providers were more likely to use LARC. In conclusion, improving knowledge, reproductive health education, partner involvement, and optimizing the role of healthcare providers are crucial to increasing the decision to use LARC among couples of reproductive ages.

Keywords

Metode Kontrasepsi Jangka Panjang, Pengetahuan, Pendidikan, Dukungan Suami, Peran Petugas Kesehatan, Long-Acting Reversible Contraception, Knowledge, Education, Partner Support, Healthcare Providers

pdf

Author Biography

Pitri Susanti

Kebidanan, Institut Citra Internasional

Shandy Kusumawardhani

Kebidanan, Institut Citra Internasional


References

  1. Adil, H., Suryani, & Rahayu, I. (2023). Konsep dan implementasi kerangka konseptual dalam penelitian kebidanan. Jakarta: Mitra Ilmu.
  2. Agustina, R., Lestari, P., & Hidayati, D. (2024). Hubungan penggunaan kontrasepsi dengan kesejahteraan keluarga. Jurnal Kesehatan Reproduksi Indonesia, 12(2), 88–95.
  3. Andini, T., Syamsiah, N., & Wardani, I. (2023). Pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan pasangan usia subur tentang KB jangka panjang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1), 22–29.
  4. Anggraini, D. (2020). Faktor pekerjaan terhadap penggunaan kontrasepsi jangka panjang. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 5(1), 34–41.
  5. Ansori, A., & Iswati, I. (2018). Metodologi penelitian kebidanan dan keperawatan. Surabaya: Pustaka Medika.
  6. Assalis, R. (2021). Pengaruh budaya terhadap pemilihan metode kontrasepsi. Jurnal Sosiologi Kesehatan, 4(2), 77–85.
  7. Bahriah, S., Nuraini, & Arifah, R. (2025). Strategi meningkatkan kualitas hidup keluarga melalui penggunaan kontrasepsi. Jurnal Keluarga Sejahtera, 7(1), 13–21.
  8. BKKBN. (2021). Profil pasangan usia subur Indonesia. Jakarta: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.
  9. Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (2024). Laporan tahunan penggunaan alat kontrasepsi 2022–2024. Pangkalpinang: Dinas Kesehatan Provinsi.
  10. Erviana, S. (2021). Efek samping penggunaan implan KB pada wanita usia subur. Jurnal Bidan Cerdas, 8(2), 55–61.
  11. Fienalia, D. (2022). Jumlah anak dan penggunaaan kontrasepsi jangka panjang. Jurnal Kesehatan Reproduksi Indonesia, 10(1), 42–48.
  12. Fikri, M. (2021). Keunggulan metode kontrasepsi jangka panjang dalam praktik kebidanan. Jurnal Kebidanan Nusantara, 7(2), 66–72.
  13. Hastuty, R. (2018). Hubungan dukungan suami terhadap penggunaan MKJP. Jurnal Bidan Sejahtera, 6(1), 24–30.
  14. Hidayat, A. A. (2019). Metode penelitian kesehatan: Paradigma kuantitatif. Jakarta: Salemba Medika.
  15. Hindun, N. (2022). Efektivitas metode tubektomi dan vasektomi dalam pengendalian kelahiran. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(3), 78–85.
  16. Iriyanti, R. (2022). Efek samping penggunaan AKDR pada ibu menyusui. Jurnal Kebidanan dan Keluarga, 9(2), 91–98.
  17. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil kesehatan Indonesia 2022–2024. Jakarta: Kemenkes RI.
  18. Lestari, A., & Widodo, H. (2022). Pengaruh pendidikan terhadap keputusan menggunakan kontrasepsi jangka panjang. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 4(1), 15–21.
  19. Loizha, N., Yuliana, & Diniarti, S. (2025). Kontrasepsi dan kesehatan reproduksi: Tinjauan global. Jurnal Internasional Kesehatan Global, 3(1), 1–9.
  20. Mahmuda, L. (2020). Pendidikan dan pengambilan keputusan dalam penggunaan KB. Jurnal Ilmu Keperawatan, 8(2), 59–65.
  21. Marliana, R. (2022). Efektivitas MKJP dalam menurunkan angka kehamilan tidak diinginkan. Jurnal KB dan Kesehatan Reproduksi, 7(3), 39–45.
  22. Matahari, D., Laili, A., & Rahmat, A. (2018). Dasar-dasar ilmu kontrasepsi. Jurnal Ilmiah Bidan Berdaya, 5(1), 10–18.
  23. Mayasari, R., Harahap, F., & Muliana, D. (2021). Hubungan antara jarak kehamilan dan angka kematian ibu. Jurnal Ilmu Kebidanan, 6(3), 101–107.
  24. Misbah, R., & Annissyifa, N. (2022). Tujuan penggunaan kontrasepsi dan dampaknya pada kesehatan keluarga. Jurnal Keluarga Indonesia, 9(1), 55–60.
  25. Muhsinin, A., & Rahmawati, Y. (2020). Metodologi penelitian kesehatan. Bandung: Alfabeta.
  26. Mustofa, M., Syamsul, H., & Kurniawati, R. (2020). Kontrasepsi permanen: Definisi dan praktik. Jurnal Kesehatan Indonesia, 6(1), 23–29.
  27. Natalia, D., Firdaus, R., & Putri, E. (2023). Efektivitas MKJP terhadap kehamilan tidak direncanakan. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 8(2), 65–73.
  28. Nadiyah, S. (2022). Kepatuhan dalam penggunaan kontrasepsi jangka pendek. Jurnal KB Sehat, 7(1), 48–55.
  29. Notoatmodjo, S. (2020). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
  30. Nursalam. (2017). Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan: Pedoman skripsi, tesis, dan instrumen penelitian keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
  31. Nursalam. (2019). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: Pendekatan praktis. Jakarta: Salemba Medika.
  32. Nurhidayah, F. (2021). Validasi kuisioner pengetahuan tentang MKJP. Jurnal Kebidanan dan Keluarga, 8(1), 15–21.
  33. Pradila, A., & Khofiyah, N. (2022). Efektivitas dan risiko penggunaan IUD. Jurnal Kesehatan Wanita, 6(2), 77–84.
  34. Rahmawati, N. (2024). Faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pemilihan kontrasepsi. Jurnal Reproduksi Sehat, 11(1), 33–40.
  35. Renatama, S. (2021). Efektivitas dan efek samping alat kontrasepsi implan. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 6(1), 40–47.
  36. Rosdiana, N. (2020). Hubungan dukungan suami dengan pemilihan alat kontrasepsi jangka panjang. Jurnal Kesehatan Reproduksi Wanita, 5(2), 21–28.
  37. Sari, D. K., Putri, M., & Aulia, S. (2023). Hubungan pengetahuan dan dukungan suami terhadap penggunaan MKJP. Jurnal Bidan Mandiri, 9(1), 37–44.
  38. Setiasih, R. (2018). Peran petugas kesehatan dalam meningkatkan penggunaan MKJP. Jurnal Kesehatan Komunitas, 5(1), 17–24.
  39. Setyorini, S., Wahyuni, D., & Mahendra, F. (2022). Hubungan pengetahuan dengan pengambilan keputusan penggunaan KB. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(2), 70–76.
  40. Siregar, H. (2020). Usia dan pemilihan metode kontrasepsi. Jurnal Kesehatan Reproduksi Remaja, 6(2), 50–57.
  41. Sitohang, M. (2023). Desain dan pendekatan penelitian kesehatan. Medan: CV Mitra Ilmu.
  42. Syaflinda, A., Wulandari, D., & Hafid, R. (2024). Karakteristik pasangan usia subur dalam program KB. Jurnal Keluarga Berencana, 11(1), 45–53.
  43. Syahputra, D. (2022). Faktor-faktor yang memengaruhi keputusan penggunaan kontrasepsi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Komunitas, 10(1), 55–62.
  44. Wada, M., Nasution, A., & Siregar, B. (2024). Konsep kerangka teori dalam penelitian kebidanan. Jurnal Metodologi Kesehatan, 5(1), 22–30.
  45. World Health Organization. (2024). Global family planning reports 2022–2024. Geneva: WHO.

Similar Articles

31-40 of 336

You may also start an advanced similarity search for this article.