Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PARTISIPASI WANITA USIA SUBUR DALAM PEMERIKSAAN IVA

Abstract

 

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di dunia dan di Indonesia. Deteksi dini melalui pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) merupakan langkah efektif untuk menurunkan angka kejadian dan kematian akibat kanker serviks. Namun, tingkat partisipasi wanita usia subur (WUS) dalam pemeriksaan IVA masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi tingkat partisipasi WUS dalam pemeriksaan IVA di Desa Air Putih Wilayah Kerja Puskesmas Mentok Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh WUS di Desa Air Putih sebanyak 700 orang, dengan sampel 97 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi pengetahuan, dukungan suami, dan akses informasi, sedangkan variabel dependen adalah partisipasi WUS dalam pemeriksaan IVA. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,000), dukungan suami (p = 0,003), dan akses informasi (p = 0,001) dengan tingkat partisipasi WUS dalam pemeriksaan IVA. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin baik pengetahuan, dukungan suami, dan akses informasi yang dimiliki, maka semakin tinggi pula partisipasi WUS dalam pemeriksaan IVA. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan edukasi kesehatan melalui penyuluhan rutin dan media informasi yang mudah diakses, serta keterlibatan aktif keluarga, khususnya suami, dalam mendukung pemeriksaan IVA.

Cervical cancer is one of the leading causes of death among women worldwide and in Indonesia. Early detection through the Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) test is an effective step to reduce the incidence and mortality of cervical cancer. However, the participation rate of women of reproductive age (WRA) in VIA examinations remains low. This study aimed to determine the factors influencing the participation level of WRA in VIA examinations in Air Putih Village, working area of Mentok Public Health Center in 2025.This research used a quantitative method with a cross-sectional design. The study population consisted of 700 WRA in Air Putih Village, with a total sample of 97 respondents selected using simple random sampling. The independent variables included knowledge, husband’s support, and access to information, while the dependent variable was the participation of WRA in VIA examinations. Data were collected using questionnaires and analyzed using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between knowledge (p = 0.000), husband’s support (p = 0.003), and access to information (p = 0.001) with the participation level of WRA in VIA examinations. These findings indicate that the better the knowledge, husband’s support, and access to information, the higher the participation of WRA in VIA examinations.

Keywords

Pengetahuan, Dukungan Suami, Akses Informasi, Partisipasi, IVA, Knowledge, Husband’s Support, Information Access, Participation

pdf

Author Biography

Ulyana Kalwira

Kebidanan, Institut Citra Internasional

Dyah Retnoningrum

Kebidanan, Institut Citra Internasional


References

  1. Al-Amro, S. O., Al-Angari, N. S., Al-Fozan, H. F., Al-Essa, N. A., & Al-Zahrani, A. (2020). Knowledge and attitude of cervical cancer screening among female college students. Journal of Women’s Health Care, 9(1),1–6. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0302797.
  2. Almeciga, J. M., & Rodriguez, L. F. (2023). Complications in advanced cervical cancer: A review of current management. International Journal of Gynecologic Oncology, 19(2), 89–95.
  3. Anggraeni, M., Janurwasti, & Tiyas, R. (2020). Pemeriksaan IVA sebagai deteksi dini kanker serviks. Jurnal Kebidanan Indonesia, 11(2), 55–61.
  4. Angriani, A., Susanti, E., & Hariani, T. (2019). Hubungan pekerjaan dengan kepatuhan pemeriksaan IVA pada wanita usia subur. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(2), 101–107.
  5. Anisa, S. (2024). Kanker serviks dan upaya deteksi dini. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 13(1), 22–29.
  6. Apriany, R., & Martha, E. (2023). Hubungan kondisi kesehatan umum dengan kepatuhan pemeriksaan IVA. Jurnal Promosi Kesehatan, 9(2), 78–84.
  7. Aprilia, R., & Purwana, D. (2019). Strategi pencegahan kanker serviks melalui deteksi dini. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 6(1), 34–41.
  8. Arif, M., & Tarigan, A. (2024). Implementasi program skrining IVA di Puskesmas. Jurnal Pelayanan Kesehatan Primer, 10(1), 50–57.
  9. Arisca, N. A., Lubis, Y., & Supriyanto, E. (2021). Hubungan jarak ke fasilitas kesehatan dengan kepatuhan IVA. Jurnal Kesehatan Global, 5(1), 40–47.
  10. Atfa, R. A., Mustika, W., & Nurhayati, T. (2023). Hubungan usia dengan kepatuhan pemeriksaan IVA. Jurnal Kebidanan Nasional, 10(1), 22–30.
  11. Citra, A. D., & Ismarwati, I. (2019). Peran petugas kesehatan terhadap kepatuhan wanita dalam deteksi kanker serviks. Jurnal Kesehatan Komunitas, 7(2), 145–152.
  12. Daiyah, R. (2021). Pemeriksaan IVA sebagai metode skrining kanker serviks. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan, 8(1), 58–64.
  13. Dewi, N. A., & Syafputri, R. (2023). Cakupan pemeriksaan IVA di fasilitas kesehatan dasar. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 11(2), 98–104.
  14. Faiyah, S. (2022). Faktor yang memengaruhi rendahnya minat pemeriksaan IVA. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 14(2), 113–120.
  15. Fariningsih, S. (2020). Faktor penunjang pemeriksaan IVA di kalangan ibu rumah tangga. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 6(2), 69–75.
  16. Februanti, D. (2019). Kanker serviks: Definisi, gejala, dan penanganan. Jurnal Medika Wanita, 7(1), 12–20.
  17. Fitri, R. (2023). Tingkat pendidikan dan kepatuhan deteksi dini kanker serviks. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 9(3), 87–93.
  18. Handayani, D., & Riyadi, A. (2020). Metodologi penelitian kuantitatif dalam kesehatan. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5(1), 10–17.
  19. Harisnal, A. (2019). Standar pemeriksaan IVA menurut WHO. Jurnal Kesehatan Internasional, 8(1), 36–42.
  20. Hendayani, N., & Hendrawati, E. (2019). IVA sebagai metode deteksi dini kanker serviks. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan, 7(1), 19–25.
  21. Hidayat, A. A. (2019). Metode penelitian kebidanan dan analisis data. Surabaya: Salemba Medika.
  22. Hiramatsu, Y. (2019). Comprehensive cervical cancer management strategies. Gynecologic Oncology Reports, 15(3), 45–51.
  23. Kirana, R. (2022). Epidemiologi dan etiologi kanker serviks. Jurnal Kedokteran Reproduksi, 10(2), 75–82.
  24. Liang, Y., Zhang, W., & Wang, S. (2020). Clinical presentation of cervical cancer: A review. Journal of Women’s Oncology, 6(1), 55–62.
  25. Manihuruk, N. (2019). Akses informasi dan perilaku deteksi dini kanker serviks. Jurnal Komunikasi Kesehatan, 11(1), 27–35.
  26. Nursalam. (2018). Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
  27. Nursalam. (2020). Proses dan teknik analisis data dalam keperawatan. Surabaya: Salemba Medika.
  28. Panjaitan, M., Siahaan, J., & Simanjuntak, Y. (2024). Pemeriksaan IVA sebagai solusi deteksi dini di layanan primer. Jurnal Kesehatan Reproduksi Indonesia, 13(1), 15–23.
  29. Pratama, A. Y., & Wahyuningsih, D. (2021). Kepatuhan perempuan dalam pemeriksaan kanker serviks. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat, 6(2), 70–78.
  30. Rahmawati, T., Rahayu, D., & Hardjito, S. (2023). Penggunaan pil KB dan risiko kanker serviks. Jurnal Farmasi dan Kesehatan Reproduksi, 9(1), 41–49.
  31. Rohan, H. H. (2017). Cervical cancer: From pathology to management. Singapore: Asia-Pacific Publishing.
  32. Rohmah, M., & Hartini, N. (2021). Hubungan dukungan suami dengan partisipasi IVA. Jurnal Ilmu Kesehatan, 10(2), 33–41.
  33. Sari, R. D., & Wulandari, Y. (2020). Pengetahuan wanita usia subur tentang pemeriksaan IVA. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 8(1), 45–53.
  34. Silaban, F. (2021). Pemeriksaan penunjang untuk diagnosis kanker serviks. Jurnal Diagnostik Medis, 6(2), 58–66.
  35. Simanjuntak, Y. T., Siahaan, J., & Panjaitan, M. (2021). Hubungan faktor predisposing dan enabling terhadap pemeriksaan IVA. Jurnal Kesehatan Global, 6(1), 25–33.
  36. Spagnoletti, B. R., Kahn, L., & Rivera, A. (2019). The role of family support in women's health decisions. Journal of Health Psychology, 24(3), 300–312.
  37. Sukmawati, L. (2020). Sasaran ideal pemeriksaan IVA. Jurnal Ginekologi dan Obstetri, 14(1), 18–24.
  38. Sumarmi, S., Puspitasari, R., & Lestari, Y. (2021). Peran keluarga dalam pencegahan kanker serviks. Jurnal Kesehatan Keluarga, 7(1), 44–50.
  39. Surbakti, L., & Suryani, N. (2020). Faktor yang mempengaruhi partisipasi wanita dalam pemeriksaan IVA. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 15(2), 102–110.
  40. Suryatini, R., Nurhalimah, I., & Fadila, R. (2022). Komunikasi petugas kesehatan dalam pelayanan skrining IVA. Jurnal Ilmu Komunikasi Kesehatan, 10(1), 20–28.
  41. Syarifah, N., & Anida, N. (2019). HPV dan risiko kanker serviks. Jurnal Biomedik Indonesia, 8(2), 66–73.
  42. Tabatabaei, M., Di Napoli, C., Drummond, P., Green, C., Kennard, H., Lampard, P., ... & Costello, A. (2022). The 2022 report of the Lancet Countdown on health and climate change: health at the mercy of fossil fuels. The Lancet, 400(10363), 1619-1654.
  43. Wibowo, A. (2020). Kerangka konsep dalam penelitian kesehatan masyarakat. Jurnal Metodologi Penelitian Kesehatan, 5(1), 23–30.
  44. Wulandari, S., & Viridula, D. (2023). Pengaruh pendidikan terhadap kepatuhan pemeriksaan IVA. Jurnal Kebidanan Indonesia, 12(2), 39–46.
  45. Yuliani, N., & Dewi, A. P. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi keikutsertaan WUS dalam pemeriksaan IVA. Jurnal Kebidanan Semarang, 12(1), 54–63.

Similar Articles

41-50 of 174

You may also start an advanced similarity search for this article.