Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

PERBANDINGAN COST EFFECTIVENESS METODE ERACS DAN NON – ERACS PADA PASIEN SEKSIO SESAREA

Abstract

Pendahuluan: Angka persalinan seksio sesarea di Indonesia terus meningkat dan melebihi standar yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). Hal ini memberikan tantangan dalam mengelola biaya secara efisien dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Seksio sesarea konvensional seringkali menyebabkan nyeri hebat dan memperpanjang lama rawat inap pasien. Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS) diperkenalkan untuk mempercepat proses pemulihan dan mengurangi lama rawat inap. Meskipun demikian, terdapat perbedaan dalam hal pembiayaan, dimana non–ERACS ditanggung Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS), sedangkan ERACS tidak. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk membandingkan cost effectiveness antara kedua metode tersebut bagi peserta BPJS. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif komparatif dengan pengambilan data secara retrospektif, pengambilan sampel menggunakan purposive stratified matching sampling kemudian dilakukan analisis Cost Effectiveness Analysis (CEA) untuk membandingkan biaya total dari kedua metode tersebut. Hasil dari CEA ditampilkan dalam bentuk rasio Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ERACS memiliki durasi rawat inap rata-rata 2-3 hari dengan nilai ACER yang lebih hemat biaya dibandingkan non-ERACS yang memiliki lama rawat inap hampir mencapai 3-4 hari dengan nilai ACER yang lebih besar. Nilai ICER yang diperoleh dari perbandingan ERACS dan non-ERACS adalah negatif yang menunjukkan bahwa ERACS dianggap lebih efektif dan lebih murah. Simpulan: ERACS terbukti lebih cost effective dibandingkan non-ERACS bagi peserta BPJS di Rumah Sakit Multazam. Hal ini didukung oleh lama rawat inap lebih singkat, biaya yang lebih rendah, serta tingkat kepuasan pasien yang lebih baik.

Keywords

cost effectiveness analysis; ERACS; seksio sesarea

pdf

References

  1. 1. Wardhana, M. P., Wiweko, B., Hestiantoro, A., & Irwinda, R. (2022). Seksio Sesarea. Panduan Klinis. August.
  2. 2. Safitri, M. (2020). Indikasi Persalinan Sectio Caesarea Dan Komplikasi Pasca Persalinan Sectio Caesarea. Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta, 40. http://digilib.unisayogya.ac.id
  3. 3. Dauda, C. (2025). Penerbit: Universitas Negeri Gorontalo. 2(1), 72–85.
  4. 4. Sudarsih, I., Agustin, & Ardiansyah. (2023). Hubungan Antara Komplikasi Kehamilan dan Riwayat Persalinan Terhadap Tindakan Sectio Caesarea. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(4), 1567–1576.
  5. 5. RISKESDAS. (2018). Laporan Riskesdas 2018 Nasional.pdf. In Lembaga Penerbit Balitbangkes(p.hal156).https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514/1/Laporan Riskesdas 2018 Nasional.pdf
  6. 6. Anggun Permatasari, Satra Yunola, Rizki Amalia, & Pradiva Dwi Lestari. (2022). Faktor – faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Sectio Caesarea. Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia, 12(2), 132–141. https://doi.org/10.35325/kebidanan.v12i2.318
  7. 7. Ani R, Harismayanti, A. M. (2024). Karakteristik ibu bersalin dengan sectio caesarea di rsia sitti khadijah kota gorontalo. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5, 38867–38882.
  8. 8. Hanifah, A., Rostianingsih, D., & Siantar, R. L. (2023). Kemampuan Mobilisasi Dini Pada Ibu Post Sectio Caesarea (SC) Dengan Metode Eracs Di RSIJ Pondok Kopi Jakarta Timur Tahun 2023. Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan, 13(4), 338–351. https://doi.org/10.52643/jbik.v13i4.3196
  9. 9. Patel, K., & Zakowski, M. (2021). OBSTETRIC ANESTHESIA (LR LEFFERT, SECTION EDITOR) Enhanced Recovery After Cesarean: Current and Emerging Trends. Current Anesthesiology Reports, 11, 136–144. https://doi.org/10.1007/s40140-021-00442-9.
  10. 10. Monica, R. D., Firdaus, F. M., Lestari, I. P., Suryati, Y., Rohmayani, D., & Hendrati, A. (2021). Analisis Perbedaan Tarif Riil Rumah Sakit dengan Tarif Ina-CBG’s Berdasarkan Kelengkapan Medis Pasien Rawat Inap pada Kasus Persalinan Sectio Caesarea guna Pengendalian Biaya Rumah Sakit TNI AU Dr. M. Salamun Bandung. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 9(1), 96. https://doi.org/10.33560/jmiki.v9i1.289.
  11. 11. Nisak, A. Z., Kusumastuti, D. A., & Munawati, M. (2023). Perbedaan Metode Konvensional Dan Eracs Dengan Tingkat Nyeri Pada Pasien Post Sectio Cesarea. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 14(1), 261–268. https://doi.org/10.26751/jikk.v14i1.1689
  12. 12. Putra, S. S., Rosidawati, I., & Agung, I. P. W. (2024). Efektivitas Biaya Dalam Seksio Sesarea Metode ERACS dan Non-ERACS Pada Rumah Sakit Sidowaras Mojokerto Jawa Timur. 4(2), 112–120.
  13. 13. Potabuga. (2023). Hubungan Intervensi Anestesi Spinal Metode Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS) Dengan Derajat Nyeri Pasca Operasi dan Lama Rawat Inap di Rumah Sakit Multazam Gorontalo.
  14. 14. Tamang et al., (2021). The successful implementation of the Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) program among caesarean deliveries in Bhutan to reduce the postoperative length of hospital stay.
  15. 15. Liu et al., (2020). Enhanced recovery after cesarean delivery : a challenge for anesthesiologists
  16. 16. Wahyu et al., (2023). Pengaruh Metode ERACS terhadap Mobilisasi Pasien Post Sectio Caesaria Di Rumah Sakit Kartini Jakarta Tahun 2022.
  17. 17. Raharja & Aini, (2023). COMPARISON OF SATISFACTION LEVELS BETWEEN POST-OPERATIVE SECTIO CAESARIA PATIENTS FOLLOWED BY THE ERACS PROTOCOL TAP BLOCK ANALGESIA METHOD AND IV PATIENT CONTROLLED ANALGESIA : A LITERATURE REVIEW.
  18. 18. Prayanangga & Nilasari, (2022). Enhanced Recovery After Cesarean Surgery ( ERACS ): Analisis Berbasis Bukti
  19. 19. Gupta et al., (2022). Enhanced Recovery after Cesarean Protocol versus Traditional Protocol in Elective Cesarean Section : A Prospective Observational Study
  20. 20. Probandari, (2007). COST EFFEKTIVENESS ANALYSIS Dalam Penentuan Kebijakan Kesehatan. Manajemen Pelayanan Kesehatan
  21. 21. Manurung et al., (2020). Perbedaan Lama Rawat Inap Antara Metode Spinal Anastesi dan Metode Eracs. British Medical Journal
  22. 22. Ma’sum et al., (2023) Analisis Efektivitas Biaya Pengobatan Pneumonia Anak Berdasarkan Clinical Pathway Di RSUD Kabupaten Tangerang dilakukan analysis Cost Effectiveness Analysis Analisis Efektifitas Biaya merupakan dan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit.
  23. 23. Sinaga & Anjani, (2022). COST EFFECTIVENESS ANALYSIS ( CEA ) PENGGUNAAN GOLONGAN OBAT NEUROPROTEKTAN CITICOLINE
  24. 24. Hidayati & Nur, (2022). SYSTEMATIC REVIEW TENTANG PERBEDAAN PASIEN SECTION CAESAREAN DENGAN PROTOKOL ERAS DAN TANPA PROTOKOL ERAS
  25. 25. Martin et al., (2018). National Vital Statistics Reports Births : Final Data for 2016.

Similar Articles

1-10 of 43

You may also start an advanced similarity search for this article.