Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

HUBUNGAN MASA KERJA DAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN RISIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) PADA PEGAWAI KANTOR KESEHATAN Putri Yasmin Salsabila¹, Muhammad Ikhsan2, Apdiyani Toalu3

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan masalah 
kesehatan umum pada pekerja kantoran yang dapat 
menurunkan produktivitas. Masa kerja dan Indeks Massa Tubuh 
(IMT) diidentifikasi sebagai faktor risiko potensial yang 
berhubungan dengan kejadian MSDs. Penelitian kuantitatif ini 
bertujuan menganalisis hubungan keduanya dengan risiko MSDs 
pada 77 pegawai Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan 
menggunakan desain analitik observasional cross-sectional. 
Data dikumpulkan dengan kuesioner Nordic Body Map (NBM), 
pengukuran IMT, dan pencatatan masa kerja, kemudian 
dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasilnya menunjukkan 
adanya hubungan signifikan antara masa kerja dan risiko MSDs 
(p=0,008), di mana masa kerja yang lebih lama cenderung 
meningkatkan risiko. Terdapat juga hubungan signifikan antara 
IMT dan risiko MSDs (p=0,008); pegawai dengan IMT tidak 
normal (overweight atau obesitas) memiliki risiko keluhan 
MSDs lebih tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah masa 
kerja dan IMT merupakan faktor yang berhubungan secara 
signifikan dengan risiko MSDs. Disarankan agar Dinas Kesehatan 
Provinsi Sulawesi Selatan menyusun modul pelatihan ergonomi 
untuk postur kerja dan manajemen berat badan guna 
mengurangi risiko MSDs 
 
Kata kunci: Indeks Massa Tubuh (IMT), Masa Kerja, 
Musculoskeletal Disorders (MSDs), dan Pegawai Kantor  

Keywords

kesehatan

pdf

References

  1. Adriani, V. (2020). Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Gangguan Muskuloskeletal pada
  2. Karyawan Kantor Pajak di Kota Pontianak. Skripsi tidak diterbitkan. Universitas Tanjungpura
  3. Pontianak.
  4. Alip, S. (2021). Studi Keterkaitan Beban Kerja dan Durasi Kerja terhadap Kelelahan dan Keluhan
  5. Muskuloskeletal. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(2), 121-127.
  6. Arikunto, S. (2020). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
  7. pada
  8. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan. (2020). Kondisi Ketenagakerjaan di Sulawesi Selatan.
  9. Diakses
  10. 10
  11. Oktober
  12. 2024
  13. dari
  14. https://sulsel.bps.go.id/pressrelease/2
  15. 020/05/05/56/kondisi ketenagakerjaan-di-sulawesi-selatan februari-2020.html.
  16. Damayanti, E. A. (2021 ). Prevalensi Nyeri Punggung Bawah dan Faktor Risiko pada Karyawan Kantor.
  17. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 29(4), 211 218.
  18. Direktorat Jenderal Pengendalian Pencegahan Penyakit dan (P2P) Kementerian Kesehatan RI. (2020).
  19. Data dan Informasi tentang Obesitas.
  20. Fortunato, L. M., Sannino, D., & Russo, T. (2021). Obesity as a Risk Factor for Musculoskeletal Disorders
  21. in the Workplace. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(1), 12
  22. 25.
  23. Hardani, S. R. (2020). Panduan Praktis Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
  24. Kementerian Kesehatan RI. (2015). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013. Jakarta: Kementerian
  25. Kesehatan RI.
  26. Kementrian Kesehatan RI. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Kementerian
  27. Kesehatan RI.
  28. Kadek Candra Dewi dkk. (2024). Hubungan Masa Kerja Muskuloskeletal dengan pada Keluhan Pekerja
  29. Angkut di Pasar Tradisional Gianyar. Jurnal Fisioterapi Indonesia, 2(1), 1 8.
  30. Lestari, M. A. (2022). Pengaruh Masa Kerja dan Postur Kerja terhadap Kejadian Muskuloskeletal Disorders
  31. (MSDs). Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(3), 156-164.
  32. Mayasari, A., Astari, I. F., & Yulianti, R. (2024). Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kejadian
  33. Low Back Pain pada Pekerja Angkut. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 14(1), 23-30.
  34. Munawwarah, Z. (2021). Hubungan Masa Kerja dengan Risiko MSDs pada Pekerja Kantoran. Jurnal
  35. Kesehatan Lingkungan, 12(2), 89-95.
  36. NIOSH. Musculoskeletal Disorders (MSDs) and Workplace Factors: A Critical Review of Epidemiologic
  37. Evidence for Work-Related Musculoskeletal Disorders of the Neck, Upper Extremity, and Low
  38. Back. Cincinnati, OH: National Institute for Occupational Safety and Health.
  39. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 48 Tahun 2016. (2016). Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  40. Perkantoran. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
  41. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 32 Tahun 2013. (2013). Penyelenggaraan Standar Gizi Kerja.
  42. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
  43. Purnomo, B. B. (2019). Analisis Faktor Risiko Musculoskeletal Disorders pada Pekerja Perkantoran.
  44. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(3), 180 188.
  45. Simamora, R. H. (2022). Hubungan Obesitas dengan Keluhan Muskuloskeletal pada Pegawai Kantor.
  46. Jurnal Kesehatan, 10(1), 45-52.
  47. Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
  48. WHO. (2021). Obesity and Overweight. Diakses pada 15 September 2024 dari
  49. https://www.who.int/news room/fact-sheets/detail/obesity-and overweight.

Similar Articles

1-10 of 211

You may also start an advanced similarity search for this article.