Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

SENYAWA HETEROSIKLIK SEBAGAI KERANGKA OBAT MODERN: STUDI SINTESIS PROTOTIPE DUA HETEROATOM TRIMETOPRIM METAKUALON PIROKSIKAM

Abstract

Senyawa heterosiklik merupakan komponen fundamental dalam pengembangan obat modern karena kemampuannya menghasilkan kerangka molekul yang stabil, selektif, dan memiliki aktivitas biologis tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran sistem heterosiklik dua heteroatom sebagai kerangka struktural obat melalui analisis sintesis dan karakteristik prototipe trimethoprim, metakualon, dan piroksikam. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi literatur terarah terhadap sumber ilmiah bereputasi yang membahas aspek struktur kimia, jalur sintesis, serta hubungan struktur–aktivitas dari ketiga senyawa tersebut. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan komparatif untuk menilai kontribusi dua heteroatom dalam sistem cincin heterosiklik terhadap mekanisme kerja dan aktivitas farmakologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa trimethoprim memanfaatkan cincin pirimidin dengan dua atom nitrogen sebagai faktor kunci dalam penghambatan enzim dihidrofolat reduktase, metakualon mengandalkan sistem quinazolinone dua heteroatom dalam modulasi sistem saraf pusat, sementara piroksikam menggunakan sistem benzotiazina dengan kombinasi atom nitrogen dan sulfur dalam mekanisme penghambatan enzim siklooksigenase. Secara komparatif, sistem heterosiklik dua heteroatom terbukti berperan sebagai privileged scaffold yang mendukung aktivitas biologis lintas kelas terapeutik. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa jenis dan posisi heteroatom dalam kerangka heterosiklik memiliki pengaruh signifikan terhadap hubungan struktur–aktivitas, sehingga relevan sebagai dasar pengembangan obat rasional dan perancangan kandidat obat baru.

Keywords

Heterosiklik dua heteroatom, kimia medisinal, metakualon, piroksikam, trimethoprim

pdf

References

  1. Mulyani, S., & Widyastuti, N. (2022). Senyawa heterosiklik dalam pengembangan obat modern. Jurnal Farmasi Indonesia, 19(2), 85–94.
  2. Patrick, G. L. (2017). An introduction to medicinal chemistry (6th ed.). Oxford University Press
  3. Pallerla, S., et al. (2021). Oxicam derivatives and their therapeutic relevance. European Journal of Medicinal Chemistry, 210, 112995. https://doi.org/10.1016/j.ejmech.2020.112995
  4. Pibiri, I. (2024). Recent advances: Heterocycles in drugs and drug discovery. International Journal of Molecular Sciences, 25(17), 9503. https://doi.org/10.3390/ijms25179503
  5. Heravi, M. M., & Zadsirjan, V. (2020). Prescribed drugs containing nitrogen heterocycles: An overview. RSC Advances, 10(72), 44247–44311. https://doi.org/10.1039/D0RA09198G
  6. Sari, D. P., & Handayani, R. (2023). Kajian hubungan struktur–aktivitas senyawa obat berbasis heterosiklik. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 21(1), 45–54.
  7. Sharma, D., Kumar, V., & Ahuja, V. (2023). Advances in quinazolinone derivatives as biologically active agents. Molecules, 28(14), 5521
  8. https://doi.org/10.3390/molecules28145521
  9. Siswandono, & Soekardjo, B. (2020). Kimia medisinal (Edisi revisi). Surabaya: Airlangga University Press.
  10. Sweetman, S. C. (Ed.). (2020). Martindale: The complete drug reference (39th ed.). Pharmaceutical Press.
  11. Vitaku, E., Smith, D. T., & Njardarson, J. T. (2020). Analysis of heterocycles in medicinal chemistry. Journal of Medicinal Chemistry, 63(18), 9933–9947.

Most read articles by the same author(s)