GAMBARAN POLA MAKAN DIET TINGGI GARAM PADA PASIEN VERTIGO VESTIBULAR PERIFER DI RSUD PROF DR. H. ALOEI SABOE
Abstract
Pendahuluan: Vertigo vestibular perifer merupakan salah satu gangguan keseimbangan yang sering dijumpai dan dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Selain faktor neurologis, pola makan, khususnya diet tinggi garam, diduga berperan dalam memicu dan memperberat gejala vertigo melalui gangguan keseimbangan cairan telinga dalam. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola makan diet tinggi garam pada pasien vertigo vestibular perifer di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe.
Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang dilaksanakan pada Desember 2025 di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe. Populasi penelitian adalah seluruh pasien vertigo vestibular perifer yang berkunjung ke poli saraf, dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Pola makan diet tinggi garam dinilai menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) modifikasi yang mengukur frekuensi konsumsi makanan dan bumbu pemicu vertigo. Data dianalisis secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan kategori risiko pola makan diet tinggi garam.
Hasil: Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (68,0%) dan berada pada kelompok usia 46–55 tahun (32,0%). Kategori risiko pola makan diet tinggi garam menunjukkan proporsi yang relatif seimbang antara risiko tinggi dan risiko rendah (masing-masing 34,0%). Seringnya mengonsumsi makanan pemicu, jenis kelamin perempuan (35,3%) dan usia 17-25 (100%) berisiko tinggi dalam mengonsumsi makanan diet tinggi garam.
Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien vertigo vestibular perifer memiliki risiko sedang hingga tinggi terhadap pola makan diet tinggi garam. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi diet rendah garam sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam penatalaksanaan vertigo vestibular perifer.
Keywords
Diet tinggi garam, pola makan, vertigo vestibular perifer
References
- 1. Rendra AK, Pinzon RT. Evaluasi Drug Related Problems pada Pasien dengan Diagnosis Vertigo Perifer di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Indonesian Journal of Clinical Pharmacy. 2018;7(3):162. doi:10.15416/ijcp.2018.7.3.162
- 2. Fancello V, Hatzopoulos S, Santopietro G, et al. Vertigo in the Elderly: A Systematic Literature Review. J Clin Med. 2023;12(6):2182. doi:10.3390/jcm12062182
- 3. Hardianti H, Corniawati I, Sinaga EG. PENGARUH Fe DAN KURMA TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN REMAJA DI SMAN 1 TANJUNG PALAS TENGAH TAHUN 2023. SAINTEKES: Jurnal Sains, Teknologi Dan Kesehatan. 2023;2(4):562-573. doi:10.55681/saintekes.v2i4.214
- 4. Gu L, Guo W, Wang X, Yue C. The association between thyroid disease and hearing loss: a meta-analysis. Acta Otolaryngol. 2024;144(9):495-502. doi:10.1080/00016489.2024.2404614
- 5. Siregar PA, Simanjuntak SFS, Ginting FH, Tarigan S, Hanum S, Utami FS. Physical Activity, Consumption of Salty Foods and the Occurrence of Hypertension in Coastal Communities in Medan City. Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA). 2020;2(1):1-8. doi:10.36590/jika.v2i1.34
- 6. Jeong J, Youk TM, Jung HT, Choi HS. Seasonal variation in peripheral vestibular disorders based on Korean population data. Laryngoscope Investig Otolaryngol. 2024;9(3). doi:10.1002/lio2.1254
- 7. Basura GJ, Adams ME, Monfared A, et al. Clinical Practice Guideline: Ménière’s Disease. Otolaryngology - Head and Neck Surgery (United States). 2020;162(2_suppl):S1-S55. doi:10.1177/0194599820909438
- 8. Bryan, Saputri TRD. Rancang Bangun Aplikasi Pola Makan Dash Bagi Penderita Hipertensi. IT-Explore: Jurnal Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi. 2024;3(2):177-193. doi:10.24246/itexplore.v3i2.2024.pp177-193
- 9. Mustofa FL, Hasbie NF, Roynaldo MD. Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di UPTD Panti Sosial Tresna Werdha Kecamatan Natar Lampung Selatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal. 2022;2(2):361-370. doi:10.33024/mahesa.v2i2.4756
- 10. Harnack LJ, Cogswell ME, Shikany JM, et al. Sources of Sodium in US Adults From 3 Geographic Regions. Circulation. 2017;135(19):1775-1783. doi:10.1161/CIRCULATIONAHA.116.024446
- 11. Miranda PM, De Palma G, Serkis V, et al. High salt diet exacerbates colitis in mice by decreasing Lactobacillus levels and butyrate production. Microbiome. 2018;6(1):57. doi:10.1186/s40168-018-0433-4
- 12. Kinoshita M, Kakigi A, Katsutani Y, et al. High-salt intake exacerbates endolymphatic hydrops and alters aldosterone regulation in a Ménière’s disease animal model. Auris Nasus Larynx. 2025;52(6):756-763. doi:10.1016/j.anl.2025.10.010
- 13. Kvederaitė M, Grasevič M, Vaitkus A. Can Peripheral Vertigo Be Predicted? Preprint posted online May 8, 2024. doi:10.20944/preprints202405.0458.v1
- 14. Husen AH, Tjandra L. Analisis Hubungan Faktor Pola Makan Dan Stress Dengan Kejadian Gastritis. Calvaria Medical Journal. 2023;1(2):68-75. doi:10.30742/cmj.v1i2.26
- 15. Nugroho MR, Sasongko RN, Kristiawan M. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Usia Dini di Indonesia. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. 2021;5(2). doi:10.31004/obsesi.v5i2.1169
- 16. A’yun ARQ, Rahmawati A, Fitrianingtyas A. Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Perilaku Makan Anak. Kumara Cendekia. 2024;12(1):32. doi:10.20961/kc.v12i1.72063
- 17. Lestari WA, Iswahyudi I. Upaya Pencegahan Obesitas Remaja Melalui Pendampingan dan Edukasi Label Gizi Serta Penerapan Kunci Jajan Sehat Bergizi. JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat). 2024;8(1):177. doi:10.30595/jppm.v8i1.14483
- 18. Kelejan RP, Purnami N. Vertigo Patients Characteristic in Neurotology Outpatient Clinic, Dr. Soetomo General Academic Hospital, Surabaya, Indonesia. Malaysian Journal of Medicine and Health Sciences. 2022;18(5):30-34. doi:10.47836/mjmhs.18.5.5