Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA) TERHADAP GASTRITIS PADA PASIEN DEWASA

Abstract

Gastritis merupakan salah satu gangguan saluran pencernaan yang sering terjadi pada pasien dewasa dan ditandai dengan peradangan pada mukosa lambung. Pengobatan gastritis umumnya menggunakan terapi farmakologis, namun penggunaan obat jangka panjang berpotensi menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengobatan berbasis bahan alami yang lebih aman, salah satunya adalah ekstrak daun pepaya (Carica papaya) yang diketahui memiliki kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai antiinflamasi dan gastroprotektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian ekstrak daun pepaya terhadap penurunan gejala gastritis pada pasien dewasa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi eksperimental dengan pendekatan pra-eksperimen melalui desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri atas pasien dewasa yang terdiagnosis gastritis dan memenuhi kriteria inklusi. Intervensi dilakukan dengan pemberian ekstrak daun pepaya dalam dosis tertentu selama periode waktu yang telah ditetapkan. Data dikumpulkan melalui observasi klinis dan pengukuran tingkat keparahan gejala gastritis sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan terhadap keluhan nyeri ulu hati, mual, kembung, dan frekuensi kekambuhan gastritis setelah pemberian ekstrak daun pepaya. Analisis statistik menunjukkan perbedaan bermakna antara kondisi sebelum dan sesudah intervensi. Temuan ini mengindikasikan bahwa ekstrak daun pepaya efektif dalam membantu mengurangi gejala gastritis pada pasien dewasa. Dengan demikian, ekstrak daun pepaya dapat dipertimbangkan sebagai terapi alternatif komplementer yang potensial, aman, dan ekonomis dalam penatalaksanaan gastritis. Penelitian lebih lanjut dengan sampel lebih besar dan metode yang lebih komprehensif masih diperlukan untuk memperkuat temuan ini.

Keywords

Ekstrak Daun Pepaya, Carica Papaya, Gastritis, Terapi Alternatif, Pasien Dewasa, Antiinflamasi.

pdf

References

  1. Adi Putra dan Sigit Wibowo. (2020). Aktivitas antioksidan dan gastroprotektif ekstrak daun pepaya. Jurnal Farmasi dan Fitofarmaka, 11(2), 60-69.
  2. Agus Lassa, Novi Uskono, dan Maria Luti. (2022). Efek antiinflamasi tanaman herbal terhadap mukosa lambung. Jurnal Kesehatan Tradisional Indonesia, 10(2), 18-27.
  3. Amalia Lino dan Luluk Mahendradhata. (2023). Studi efektivitas terapi herbal pada pasien gastritis dewasa. Jurnal Penelitian Kesehatan, 16(2), 25-36.
  4. Annisa Putri dan Rina Wulandari. (2021). Aktivitas antiinflamasi flavonoid pada daun pepaya. Jurnal Biologi Kesehatan, 12(1), 15-24.
  5. Dewi Lestari dan Agus Nugroho. (2019). Pemanfaatan tanaman herbal sebagai terapi komplementer penyakit saluran cerna. Jurnal Kesehatan Tradisional, 7(1), 5-14.
  6. Dewi Malaka. (2022). Mekanisme gastroprotektif senyawa aktif dalam daun pepaya. Jurnal Biologi Kesehatan, 13(1), 22-31.
  7. Eka Rahmawati, Dwi Santoso, dan Tri Mulyani. (2018). Kandungan fitokimia dan aktivitas farmakologis daun pepaya. Jurnal Farmakognosi Indonesia, 9(2), 45-53.
  8. Fajar Rahman dan Tri Haryanto. (2020). Studi farmakologi daun pepaya terhadap mukosa lambung. Jurnal Farmasi dan Kesehatan, 9(2), 12-20.
  9. Fikri Gadama. (2022). Penggunaan tanaman obat lokal dalam terapi gastritis kronis. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 14(1), 10-19.
  10. Hendra Saputra, Dedi Haryanto, dan Rian Putra. (2022). Uji gastroprotektif ekstrak daun pepaya pada model hewan. Jurnal Penelitian Kesehatan, 15(1), 30-40.
  11. Kiki Oki dan Maya Pangastuti. (2020). Aktivitas antibakteri daun pepaya terhadap Helicobacter pylori. Jurnal Farmasi Indonesia, 12(2), 35-44.
  12. Lestari Susanti dan Bambang Prasetyo. (2019). Peran flavonoid dan tanin dalam terapi penyakit lambung. Jurnal Kesehatan Herbal, 8(1), 35-44.
  13. Maria Pereira dan Yudi Mahendradhata. (2012). Aktivitas fitokimia dan efek farmakologis daun pepaya pada gangguan lambung. Jurnal Farmasi dan Fitofarmaka, 8(1), 10-20.
  14. Maya Sari dan Nina Utami. (2021). Efek samping penggunaan obat gastritis jangka panjang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(4), 55-63.
  15. Mira Dewi, Rina Kurniawati, dan Dedi Haryanto. (2019). Aktivitas antioksidan ekstrak daun pepaya terhadap stres oksidatif lambung. Jurnal Farmasi dan Fitoterapi, 11(1), 30-38.
  16. Putri Auliyani dan Andini Putri. (2024). Ekstrak daun pepaya sebagai terapi komplementer penyakit lambung. Jurnal Farmasi dan Kesehatan, 13(3), 40-50.
  17. Ratna Dewi dan Putri Anggraini. (2018). Efektivitas terapi herbal pada pasien gastritis. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia, 10(3), 22-31.
  18. Rudi Hidayat dan Muhammad Siregar. (2022). Potensi enzim papain dalam terapi gangguan pencernaan. Jurnal Farmasi Indonesia, 14(2), 10-18.
  19. Siti Auliyani dan Andini Putri. (2020). Potensi daun pepaya dalam mengatasi gangguan pencernaan. Jurnal Farmasi Modern, 12(3), 45-54.
  20. Siti Paturusi dan Dewa Prasiasa. (2018). Potensi tanaman obat sebagai terapi alternatif gastritis. Jurnal Kesehatan Herbal, 9(3), 15-24.

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

11-20 of 147

You may also start an advanced similarity search for this article.