Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA MELALUI PROGRAM PENYULUHAN GENERASI ANTI STUNTING: PERBAIKI GIZI DAN HINDARI NIKAH DINI DI SMP NEGERI 9 PAREPARE

Abstract

Stunting remains a public health priority in Indonesia, particularly among toddlers. This condition is caused by chronic malnutrition during the first 1,000 days of life and can be exacerbated by early marriage. Pregnancy during adolescence poses a high risk to fetal growth and child nutrition due to reproductive organ immaturity, low nutritional knowledge, and limited access to health care. This study aims to determine the effectiveness of interactive counseling on the theme of Anti-Stunting Generation: Improve Nutrition and Avoid Early Marriage in increasing the knowledge of junior high school students. The study used a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest method. The activity was conducted on July 28, 2025, at SMP Negeri 9 Parepare, involving 44 students aged 12–14 years. The counseling was conducted interactively through question-and-answer sessions, group discussions, and short quizzes, with materials combining scientific concepts and concrete examples relevant to daily life. Knowledge measurement was conducted using five multiple-choice questions before (pretest) and after (posttest) the intervention. The results showed that the average pretest score of 3.30 increased to 4.02 on the posttest, with a difference of 0.72 points or an increase of 14.4% from the maximum score. These findings indicate that interactive counseling methods are effective in improving adolescents' understanding of stunting prevention, early marriage, and the importance of balanced nutrition. The success of the intervention was influenced by the active participation of participants and the presentation of contextual material. A small proportion of students did not master all the material, possibly due to differences in initial ability, learning motivation, and family support.

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi prioritas di Indonesia, terutama pada kelompok usia balita. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis sejak periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan dapat diperparah oleh pernikahan dini. Kehamilan pada usia remaja berisiko tinggi terhadap pertumbuhan janin dan status gizi anak akibat ketidakmatangan organ reproduksi, rendahnya pengetahuan gizi, dan keterbatasan akses kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas penyuluhan interaktif bertema Generasi Anti Stunting: Perbaiki Gizi dan Hindari Pernikahan Dini dalam meningkatkan pengetahuan remaja SMP. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan metode one group pretest–posttest. Kegiatan dilaksanakan pada 28 Juli 2025 di SMP Negeri 9 Parepare dengan melibatkan 44 siswa berusia 12–14 tahun. Penyuluhan dilakukan secara interaktif melalui tanya jawab, diskusi kelompok, dan kuis singkat, dengan materi yang memadukan konsep ilmiah dan contoh konkret relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pengukuran pengetahuan dilakukan menggunakan lima soal pilihan ganda sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) intervensi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pre-test sebesar 3,30 meningkat menjadi 4,02 pada post-test, dengan selisih 0,72 poin atau peningkatan 14,4% dari skor maksimal. Temuan ini menunjukkan bahwa metode penyuluhan interaktif efektif meningkatkan pemahaman remaja mengenai pencegahan stunting, pernikahan dini, dan pentingnya gizi seimbang. Keberhasilan intervensi dipengaruhi oleh keterlibatan aktif peserta dan penyajian materi kontekstual. Sebagian kecil siswa belum menguasai seluruh materi, kemungkinan akibat perbedaan kemampuan awal, motivasi belajar, dan dukungan keluarga.

Keywords

Stunting, early marriage, balanced nutrition, interactive counseling, adolescents., Stunting, pernikahan dini, gizi seimbang, penyuluhan interaktif, remaja.

pdf

References

  1. Fitri J, R., Najla, H., Dan Thinni, N. R. (2022). Program Pencegahan Stunting Di Indonesia. Jurnal Media Gizi Indonesia. 17(3), 281-292.
  2. Jatiningsih, S.P Dan Irwan, B. (2023). Analisis Determinan Kejadian Stunting Anak Usia 24-59 Bulan Ditinjau Dari Status Bekerja Ibu Pada Keluarga Buruh Industri Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 11(4), 371-384.
  3. Mustajab, A. A Dan Farihah, I. (2023). Hubungan Pernikahan Usia Anak Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Di Wonosobo. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia. 7(1), 1-6.
  4. Nurhaeni, N., Mega,H.H., Siti, H., Nur, A., Fajar,T.W., Hartini, I.K.N., Ni Ketut, S.A., Maya,S., Debra,J. (2024). Exploring the strategies and components of interventions to build adolescent awareness about stunting prevention in West Java: A qualitative study. Journal of Plos One. 2(2), 1-22
  5. Ostovar, J., Mohammad, H.K., Hossein, M.V., Leila, G., Masoud, K., Abdolrahim,A., Razie,Z. (2023). Improving family health climate, effect of role modeling and maternal support in female students. Jurnal National Library of Medicine. 24:70, 1-9.
  6. Restiana, R. P. (2020). Hubungan Pernikahan Usia Dini Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan. SKRIPSI-2020.
  7. Safitri, N. A., Raehan., Dan Nur. A. (2023). Hubungan Pernikahan Usia Dini Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 0-59 Bulan Di Desa Bonde Utara. Jurnal Kesehatan Merendeng. 7(3), 108-116.
  8. Siswanti, T., Yustiana,O., Heru, S.K., Bunga,A.P. (2022). Improving Adolescent Knowledge and Attitude toward the Intergenerational Cycle of Undernutrition through Audiovisual Education: Findings from RESEPIN Study in Yogyakarta, Indonesia. Indian J Community Med Journal.4(2), 196-201.
  9. Suryani, D Dan Wahid, A. K. (2022). Fenomenaa Menikah Muda Dikalangan Remaja Perempuan Kelurahan Pipitan. Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora. 13(2). 260-269.

Similar Articles

41-50 of 124

You may also start an advanced similarity search for this article.