HUBUNGAN USIA, DURASI KERJA, DAN KELELAHAN MATA TERHADAP PRODUKTIVITAS PADA KARYAWAN PT A TAHUN 2025
Abstract
Penggunaan komputer secara intensif di tempat kerja dapat menyebabkan kelelahan mata yang berdampak pada produktivitas karyawan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara usia, durasi kerja, dan kelelahan mata terhadap produktivitas kerja karyawan PT A tahun 2025. Metode yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 42 karyawan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Digital Eye Strain Questionnaire (DES-Q) dan kuesioner produktivitas kerja, kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square dan Fisher Exact Test. Didapatkan hasil dengan mayoritas responden berusia <40 tahun (85,7%), bekerja >8 jam per hari (66,7%), mengalami kelelahan mata (73,8%), dan tidak produktif (52,4%). Terdapat hubungan signifikan antara usia (p=0,022), durasi kerja (p=0,0001), dan kelelahan mata (p=0,001) dengan produktivitas kerja. Karyawan yang bekerja >8 jam per hari berisiko 13,3 kali mengalami penurunan produktivitas, sedangkan yang mengalami kelelahan mata berisiko 18,9 kali tidak produktif. Disarankan perusahaan menerapkan program kesehatan mata dengan metode 20-20-20, membatasi durasi kerja maksimal 8 jam per hari, menyediakan pemeriksaan mata rutin, dan memberikan perhatian khusus pada karyawan berusia ≥40 tahun untuk meningkatkan produktivitas kerja.
Keywords
Kelelahan Mata, Produktivitas Kerja, Durasi Kerja, Usia, Computer Vision Syndrome
References
- Apriliana, A. B. (2022). Hubungan Stres Kerja dan Usia Terhadap Produktivitas Kerja Guru SMKN 1 Jombang Saat Daring di Masa Pandemi COVID-19.
- Asnel, R., Kurniawan, C., Studi, P., Kesehatan, I., Stikes, M., & Pekanbaru, P. N. (2020). Analisis Faktor Kelelahan Mata pada Pekerja Pengguna Komputer. Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan, 5(2), 356-365.
- Audina, N. A., & Budiani, M. S. (2023). Hubungan Antara Masa Kerja Dan Interpersonal Skill Dengan Produktivitas Kerja Pegawai Kantor X. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 10(3), 776-791.
- Ganne, P., Najeeb, S., Chaitanya, G., Sharma, A., & Krishnappa, N. C. (2021). Digital eye strain epidemic amid COVID-19 pandemic--a cross-sectional survey. Ophthalmic Epidemiology, 28(4), 285-292.
- ILO. (2011). Conditions of Work and Employment Programme: Working time in the twenty-first century.
- Indriyani, S., Jayanti, S., & Kurniawan, B. (2021). Hubungan Kelelahan Mata Dengan Produktivitas Kerja Pada Penjahit Sektor Usaha Informal Di Desa X. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(5), 601-608.
- Mariki, S. B. (2023). Gambaran Kelelahan Mata Pada Anak Bermain Game Online Di Sdn 80 Ngoresan Jebres Surakarta. Doctoral dissertation Universitas Kusuma Husada Surakarta.
- Pabala, J. L., Roga, A. U., & Setyobudi, A. (2021). Hubungan Usia, Lama Kerja Dan Tingkat Pencahayaan Dengan Kelelahan Mata (Astenopia) Pada Penjahit Di Kelurahan Kuanino Kota Kupang. Media Kesehatan Masyarakat, 3(2), 215-225.
- Pratama, P. P. A. I., Setiawan, K. H., & Purnomo, K. I. (2021). Asthenopia: Diagnosis, tatalaksana, terapi. Ganesha Medicina, 1(2), 97-102.
- Rusila, Y., & Edward, K. (2022). Hubungan antara umur, masa kerja dan beban kerja fisik dengan kelelahan kerja pada pekerja di Pabrik Kerupuk Subur dan Pabrik Kerupuk Sahara di Yogyakarta. Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat, 1(1), 39-49.
- Titin et al. (2023). Determinan Kelelahan Mata Pada Pekerja Pengguna Komputer. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 22(1), 45-56.