Vol. 24 No. 12 (2025): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntasi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

ANALISIS PENGENDALIAN MUTU PRODUK KERIPIK JAMUR TIRAM BERBASIS DIAGRAM PARETO DAN FISHBONE DI SEAMEO BIOTROP

Nisrina Hasna Nabila
Institut Pertanian Bogor
Alisha Melfiani
Institut Pertanian Bogor
Namira Hapsari
Institut Pertanian Bogor
Jannet Adinda Nurannisa Rusli
Institut Pertanian Bogor
M. Djiwa Khanizi Al Ghifari
Institut Pertanian Bogor
Muhammad Faisal Hakim
Institut Pertanian Bogor

Published 2025-11-17

Keywords

  • Jamur Tiram; Alat kendali mutu; Diagram Pareto; Diagram Fishbone

How to Cite

ANALISIS PENGENDALIAN MUTU PRODUK KERIPIK JAMUR TIRAM BERBASIS DIAGRAM PARETO DAN FISHBONE DI SEAMEO BIOTROP. (2025). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 24(12), 1871-1880. https://cibjournal.com/index.php/musytari/article/view/1618

Abstract

Penelitian ini mengkaji berbagai kendala yang dihadapi dalam proses produksi jamur tiram di SEAMEO BIOTROP Bogor yang dikelola oleh teknisi budidaya. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara mendalam, serta analisis menggunakan fishbone diagram dan diagram Pareto untuk mengidentifikasi akar masalah dan prioritas perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama meliputi ketidakseragaman ketebalan irisan, ketidakstabilan suhu penggorengan, ketidaksesuaian standar pengemasan, ketidakstandaran proses pendinginan, dan ketidakrataan kontrol kualitas rasa. Analisis fishbone mengidentifikasi faktor penyebab dari aspek manusia (inkonsistensi kepatuhan SOP), metode (inkonsistensi prosedur), material (kualitas bahan baku), mesin (keterbatasan teknologi), dan lingkungan (sanitasi kurang optimal). Diagram Pareto menunjukkan bahwa kontaminasi dan serangan hama berkontribusi 70% terhadap total masalah produksi, sehingga menjadi prioritas utama untuk diperbaiki Solusi yang direkomendasikan berfokus pada penguatan SDM melalui pelatihan rutin dan kepatuhan SOP, peningkatan dokumentasi serta sistem traceability untuk memastikan kontrol mutu, dan investasi bertahap pada peralatan penting seperti slicer dan deep fryer bertermostat. Pendekatan ini dinilai lebih realistis, memungkinkan adaptasi bertahap, serta memperkuat budaya kualitas secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

  1. Ahmad, F. (2019). Penerapan diagram Pareto dalam analisis kualitas produksi. Jurnal Manajemen Industri, 14(2), 45-52.
  2. Gumilang, R., & Nurjaman, A. (2024). Pengendalian kualitas produksi baglog jamur tiram menggunakan metode Six Sigma. Jurnal Teknik Industri, 15(1), 78-89.
  3. Hariadi, N., Setyobudi, L., & Nihayati, E. (2013). Studi Pertumbuhan dan Hasil Produksi Jamur Tiram Putih (Pleorotus ostreatus) pada Media Tumbuh Jerami Padi dan Serbuk Gergaji. Jurnal Produksi Pertanian, 1(1), 47-53.
  4. Haryani, D. S. (2019). Analisis Risiko Kegagalan Budidaya Jamur Tiram pada Bintan Cendawan. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, 4(1), 1-5. https://doi.org/10.37673/jebi.v4i1.226
  5. Machfudi, M., Susanto, H., & Rahayu, S. (2021). Pengembangan produk olahan jamur konsumsi sebagai nilai tambah ekonomi agroindustri. Jurnal Teknologi Pertanian, 12(3), 156-167.
  6. Namirah, S., Fitriana, A., & Saputra, D. (2025). Pengaruh perlakuan pendahuluan dan kondisi pengolahan terhadap kualitas produk jamur tiram olahan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan, 18(1), 23-35.
  7. Nurhikmah, A., Rabiah, S., & Adama, A. M. T. (2025). Analisis Risiko Produksi Usaha Jamur Tiram Putih pada CV. Rumah Jamur Takalar. Jurnal Agricentra: Jurnal Sains Agribisnis, [Volume dan halaman]. Universitas Muhammadiyah Makassar.
  8. Pramudya, B., & Cahyadinata, I. (2012). Analisis kelayakan finansial usaha pengolahan jamur tiram. Jurnal Agribisnis Indonesia, 8(2), 112-125.
  9. Wardani, S., & Widjanarko, S. B. (2013). Karakteristik fisik dan kimia jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Jurnal Pangan dan Agroindustri, 1(1), 01-11.
  10. Widyastuti, N., & Istini, S. (2004). Optimasi Proses Pengeringan Tepung Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus). Ilmu Kefarmasian Indonesia, 2(1), 1-4