ILMU FIQH TENTANG AL-SHULH
pdf

Keywords

Al-Shulh, Ar-Rahn, Fiqh Muamalah, Penyelesaian Sengketa.
Al-Shulh, Ar-Rahn, Fiqh Muamalah,Dispute Resolution.

How to Cite

ILMU FIQH TENTANG AL-SHULH. (2025). Tashdiq: Jurnal Kajian Agama Dan Dakwah, 17(3), 61-70. https://cibjournal.com/index.php/tashdiq/article/view/1147

Abstract

Dalam artikel ini, konsep al-shulh, atau perdamaian, dibahas dari sudut pandang fiqh muamalah dan bagaimana ia dapat digunakan dalam praktik modern. Pengertian, dasar hukum, rukun dan syarat ar-rahn (gadai), jenis al-shulh, hal-hal yang membatalkan, dan contoh kasus nyata adalah topik utama diskusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang digunakan untuk mempelajari literatur dari kitab fiqh klasik, tafsir, hadis, dan jurnal akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-shulh adalah metode penyelesaian sengketa yang dianjurkan, legal, dan fleksibel selama tidak melanggar syariat. Bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah keluarga, utang piutang, dan transaksi ekonomi syariah.

In this article, the concept of al-shulh, or peace, is discussed from the perspective of fiqh muamalah and how it can be used inimodern practice.iThe definition, legal basis, pillars, and conditions of ar-rahn (pawn), types of al-shulh, things that invalidate it, and real-life case examples are the main topics of discussion. This research uses a descriptive qualitativeiapproach, which is used to studyiliterature from classical fiqh books, tafsir, hadith, and academic journals. The research results indicate that al-shulh is a recommended, legal, and flexible method of dispute resolution as long asiit does not violate Islamic law. It can be used to resolve family issues, debts, and Islamic economic transactions.

pdf

References

Al-Asyqar, U. S. (2010). Fiqhaal-Mu’amalataal-Maliyah al-Mu’asirah. Amman: Dar al-Nafais.

An-Nawawi, Y. (n.d.).aAl-Majmu’Syarh al-Muhadzdzab.aBeirut: Daraal-Fikr.

Aravik, H. (2016). Penyelesaian SengketaaEkonomi Syariah di Indonesia. Jurnal Ekonomi Syariah, 8(2), 115–128.

Ibn Qudamah, A. (1997). Al-Mughni.aRiyadh: Dar Alam al-Kutub.

Maybank Islamic. (2018). The Concept of al-Rahn from the Shariah Perspective. Kuala Lumpur: Maybank Islamic Research. Ayu, I. K. (2021). Peningkatan Kesadaran Hukumatentang Konsepadan Problemaatika PelaksanaanaHukum Gadai. Jurnal Dedikasi Hukum, 1(1), 58-72.

M. QuraishaShihab,aEnsiklopedia Al-Qur’an:aKajian Kosakataa(Jilida1, A-J), ed. LenteraaHati (TangerangaSelatan, 2007), 99.

HusnatulaMahmudah, “Etika IslamaUntuk Perdamaian PerspektifaFikih, “ JurnalaEl-Hikam, no. 2 (2016): 359.

WahbahaZuhaily, Al-FiqhaAl-IslamyaWa Adillatuhu, JilidaIV (Beirut: Daraal-Fikr al-Muashir,a2005), 4330.

Karimah, R. (2024). Konsep ShulhaSebagai Alternatifadalam PenyelesaianaSengketa Ekonomi SyariahaBerdasarkan Al-Qur’an dan Al-Hadits.aEquality: Journal of Islamic Law (EJIL), 2(1), 1-10.

Aravik, H. (2016). PenyelesaianaSengketa Konsumen Melalui Jalur All-ShulhuhaDan Jawatan Al-Hsibah. Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiranadan Pengembangan Ekonomi Syariah, 1 (2), 33-42.

Nadiah, H. (2024). KonsepaPerdamaian Perspektif Al-Que’an dan Tripitaka. Jurnal Ruhul Islam, 2(2), 22-44.

Yuliani, Ma’rifah. “Akad Shulhadalam SengketaaHukumaMuamalah (Litigasiadan Non Litigasi). “Syariah: JurnalaHukum dan Pemikiran, Vol. 17 No. 2, 2018.

Rondiyah,aSiti. (2009). “TINJAUANaHUKUM ISLAM TERHADAPaPENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN DI LUAR PENGADILAN”. Semarang. 33.

Downloads

Download data is not yet available.