Abstract
Penelitian ini mengkaji konsep pendusta agama sebagaimana digambarkan dalam salah satu bagian al-Qur’an yang menyoroti relasi antara keberagamaan dan kepeduliaan sosial. Kajian ini berangkat dari keprihatinan terhadap fenomena keberagamaan yang tidak sejalan dengan nilai-nilai sosial dan moral yang diajarkan dalam al-Qur’an. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami karakteristik pendusta agama menurut ayat-ayat tersebut serta menyingkap pesan moral yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan menggunakan pendekatan tafsir tahlili (analitis), yaitu menafsirkan ayat secara runtut dengan memperhatikan konteks bahasa, sebab turunnya ayat, serta penafsiran para ulama. Sumber primer penelitian ini adalah al-Qur’an, sedangkan sumber sekundernya mencakup berbagai kitab tafsir klasik dan kontemporer, seperti Tafsir Ibnu katsir, Tafsir al-Mishbah karya M. Quraish shihab, dan tafsir al-Munir karya Wahbah Az-Zuhaili. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendusta agama tidak hanya mencakup orang yang mengingkari ajaran agama secara lisan, tetapi juga mereka yang tidak mewujudkan nilai-nilai keimanan dalam perilaku sosial. Ciri-ciri pendusta agama meliputi: menghardik anak yatim, mengabaikan fakir miskin, lalai dalam salat, berbuat riya’, dan enggan menolong sesama. Surah ini menegaskan bahwa keimanan sejati harus tercermin dalam kepedulian sosial dan perilaku moral yang tulus. Dengan demikian, pesan utama yang ditekankan adalah bahwa agama tidak hanya berorientasi pada ritual, tetapi juga menuntut tanggung jawab sosial sebagai wujud nyata dari keimanan.
References
Abdul malik Abdul Karim Amrullah, Tafsir Al-Azhar, Pustaka Nasional PTE LTD Singapura (Kerjaya Printing Indutries, 2003), X
Al-Qaththan, Syaikh Manna, Mabahis Fi Ulum Al-Qur’an Terj. Aunur Rafiq El-Mazni, Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an, 2005
Al-Qur’an, Lajnah Pentashihan mushaf, ‘Qur’an Kemenag’, Gedung Bayt Al-Qur`an & Museum Istiqlal, 2022 <https://quran.kemenag.go.id/>
Al-Tabari, Abu Ja’far Muhammad bin Jarir, ‘Jami Al-Bayan’
Amiruddin, Aam, ‘Tafsir Al-Qur’an Kontemporer Juz Amma’ (Khazanah Intelektual, 2004)
Baidan, Nashruddin, Metodologi Penafsiran Al-Qur’an (Pustaka Pelajar, 2011)
Fahrur Rasyid, ‘Tafsir Maudhu’i Surat Al-Ma’un Tentang Ciri-Ciri Orang Yang Mendustakan Agama’, Al-Bunyan: Interdisciplinary Journal of Qur’an and Hadith Studies, 1.1 (2023), pp. 10–16, doi:10.61166/bunyan.v1i1.1
Katsir), Abi al-Fida’ Ismail ibn Umar ibn Katsir al-Qurasyi al-DImasyqi (Ibnu, ‘Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim’, 2nd edn (Penerbit al-Thaibah)
Muhammad, Abdullah bin, ‘Tafsir Ibnu Katsir’, ed. by Abdul Ghoffar, 1st edn (Pustaka Imam Asy-Syafi’i, 2008)
Quthb, Asy Syahid Sayyid, ‘Tafsir Fi Zhilalil Qur’an’, in DI Bawah Naungan AL-Qur’an, 1st edn (Gema Islami, 2001)
Ritonga, M. Tohir, ‘Tafsir Surah Al-Ma’un’, Al-Kaffah, 10.1 (2022), pp. 55–68
Sartika, Dewi, Achmad Abubakar, and Muhammad Irham, ‘Pendusta Agama Dalam Q.S. Al-Ma’un (Sebuah Kajian Tematik Surah)’, Pappasang: Jurnal Studi Al-Qur’an Hadis Dan Pemikiran Islam, 5.2 (2023), pp. 208–31
Shihab, M Quraish, ‘Tafsir Al-Misbah; Pesan, Kesan Dan Keserasian, Vol. 15’, in Lentera Hati (Lentera Hati, 2002), XV, 392–418 <https://archive.org/details/tafsir-al-mishbah-prof-dr.-m.-quraish-shihab-/Tafsir Al-Mishbah Jilid 08 -Dr. M. Quraish Shihab-pages-deleted/>
Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, Dan R&D (Alfabeta, 2017)
Suyuthi, Jalaluddin As, Asbabun Nuzul: Sebab Turunnya Ayat Al-Qur’an, ed. by Kartina Rosa, 1st edn (Gema Insani, 2008)
Wahbah Az-Zuhaili, ‘Al Tafsir Al-Munir Fi Al-Aqidah Wa Al-Syari’ah Wa Al-Manhaj’, in Gema Insani, 1st edn (Gema Insani, 2013), pp. 31–33
Yunus, Mahmud, Tafsir Al-Qur’an Al-Karim (Klang Book Centre, 2003)