Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif efektivitas pendekatan analisis sosial dalam dakwah melalui dua model utama: metode tradisional berbasis interaksi tatap muka dan metode kontemporer berbasis media digital. Rumusan masalah mencakup tiga aspek pokok: (1) perbedaan proses pembentukan pemahaman keagamaan dan kesadaran sosial pada jamaah melalui kedua pendekatan tersebut; (2) pengaruh karakter medium ruang fisik dalam metode tradisional dan algoritma platform digital dalam metode kontemporer terhadap jangkauan pesan, dinamika komunikasi, serta perubahan sikap audiens; dan (3) pola konstruksi jejaring sosial yang terbentuk dalam masing-masing model dakwah. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan kerangka komparatif-sosioteknis. Data kualitatif dihimpun melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam, sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui analisis digital trace, social network analysis (SNA), dan audit algoritmik pada kanal dakwah digital. Pengukuran dampak dilakukan menggunakan survei pre post yang divalidasi melalui model Rasch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tradisional lebih unggul dalam pembangunan modal sosial, kedekatan emosional, dan internalisasi nilai keagamaan jangka panjang. Sebaliknya, metode kontemporer mampu memperluas jangkauan audiens dan meningkatkan responsivitas pesan, namun sangat dipengaruhi oleh mekanisme algoritma yang menentukan eksposur dan keterlibatan. SNA mengungkap jejaring yang lebih kohesif pada dakwah tradisional, sementara ruang digital menunjukkan pola hubungan yang lebih longgar dan terfragmentasi. Secara keseluruhan, efektivitas dakwah ditentukan oleh interaksi antara konteks sosial, karakter pesan, dan sifat medium. Integrasi kedua pendekatan melalui kerangka sosioteknis hibrida direkomendasikan untuk memperkuat relevansi, keberlanjutan, dan dampak sosial dakwah.
References
Clever, L. (2023). Behind Blue Skies: A Multimodal Automated Content Analysis of Islamic Extremist Propaganda on Instagram. Social Media + Society, 9(1). https://doi.org/10.1177/20563051221150404.
Clever, L. (2023). Behind Blue Skies: A Multimodal Automated Content Analysis of Islamic Extremist Propaganda on Instagram. Social Media + Society. https://doi.org/10.1177/20563051221150404.
Liu, Z., et al. (2025). Digital Religion and Generation Z: An Empirical Study. Frontiers in Psychology, 2025. (lihat artikel terkait penggunaan survei dan data trace).
Ul Haq, S., & Kwok, R. Y. (2024). Encountering “the Other” in Religious Social Media: A Cross-Cultural Analysis. Social Media + Society, October–December 2024, 1–16. https://doi.org/10.1177/20563051241303363.
Ul Haq, S., & Kwok, R. Y. (2024). Encountering “the Other” in Religious Social Media: A Cross-Cultural Analysis. Social Media + Society. https://doi.org/10.1177/20563051241303363.