Abstract
Artikel ini membahas secara mendalam kaidah fiqh Al-Umuru Bi Maqasidiha yang menegaskan bahwa penilaian terhadap setiap perbuatan bergantung pada niat dan tujuan di baliknya, bukan semata aspek lahiriah. Kaidah ini berlandaskan pada hadits Nabi Muhammad SAW yang menempatkan niat sebagai fondasi utama hukum Islam, sehingga menjadi pijakan etis, normatif, dan aplikatif dalam memahami serta menerapkan syariat secara kontekstual dan dinamis. Penelitian menggunakan metode deskriptif-analitis dengan studi literatur dari Al-Qur’an, hadits, karya ulama klasik dan kontemporer, serta kajian sosiokultural masyarakat Muslim untuk mengkaji makna dan penerapan kaidah ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaidah ini menjadi landasan pokok dalam ijtihad dan qiyas, membantu hukum Islam bersifat fleksibel dan relevan dengan perkembangan zaman, dengan fokus pada lima maqasid syariah: agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Selain itu, kaidah Al-Umuru Bi Maqasidiha membentuk sikap dan perilaku muslim yang berorientasi pada keadilan, tanggung jawab, dan kemaslahatan dunia akhirat. Pemahamannya mampu menghindarkan penerapan hukum yang kaku dan tekstualistik sehingga hukum Islam tetap hidup, adaptif, dan mendorong harmoni sosial serta akhlak mulia. Penelitian ini memberikan kontribusi akademik dan praktis dalam memperkuat integritas hukum Islam serta memperjelas relevansi maqasid dalam pengambilan keputusan hukum dan kehidupan sehari-hari umat muslim.
References
Nidaulquran. (2024). Makna Kaidah Al-Umuuru Bi Maqasidiha.
Scribd. (2025). Kaidah Cabang Al-Umuru Bi Maqasidiha.
Saputra, R. (2022). Aktualisasi Maqashid Syariah dalam Konstruksi Perspektif Fikih. Khuluq, M.S. (2020). Aplikasi Kaidah Al-Umur Bi Maqasidiha Dalam Pernikahan.
Napitupulu, J.A. (2025). Kaidah yang Berkaitan dengan Al-Umūru Bi Maqāṣidihā.
Faishal, F. (2024). Kaidah رومﻷا اھﺪﺻﺎﻗﻤﺐ Dan Penerapannya Dalam Fiqh. Wahid, A. (2024). Pendekatan Maqasid Al-Syariah dalam Studi Hukum Islam.
Juni Arnisa Napitupulu dkk., "Kaidah yang Berkaitan dengan Al-Umūru Bi Maqāṣidihā," Jurnal Fatih, Vol. 2, No. 1 (2025): 509–520..
Armaya Azmi, "Penerapan Kaidah Fikih Tentang Niat ‘Al-Umūru Bi Maqāṣidihā’ Dalam Kasus Hukum Tindak Pidana Pembunuhan," TAQNIN, Vol. 1, No. 2 (2019): 61-74.
Dokumen analisis kontemporer dari Scribd, "Al-Umuru Bi Maqasidiha," 2025.
Andiko, Toha. (2011). Ilmu Qawa’id Fiqhiyyah: Panduan Praktis Dalam Merespon Problematika Hukum Islam Kontemporer. Teras.
Faishal, F. (2024). "Kaidah رومﻷا اھﺪﺻﺎﻗﻤﺐ Dan Penerapannya Dalam Fikih Keluarga." AL-ADALAH: Jurnal Hukum.
Zaviril, Y.R. (2025). "Aplikasi Kaidah Al-Umuru Bi Maqasidiha Dalam Aspek Ibadah." Tabayyun: Jurnal Studi Keislaman.
Andiko, Toha. (2011). Ilmu Qawa’id Fiqhiyyah: Panduan Praktis Dalam Merespon Problematika Hukum Islam Kontemporer. Teras.
Bahri, Syamsul, Makmur Syarif, dan Eficandra. (2025). "Aktualisasi Kaidah Al-Umuru Bi Maqashidiha Dalam Pencatatan Perkawinan Di Indonesia." eJournal UIN MyBatusangkar.
Khuluq, Moh Sahlul. (2020). "Aplikasi Kaidah Al-Umur Bi Maqasidiha Dalam Pernikahan." Tadrisuna: Jurnal Pendidikan Islam Dan Kajian Keislaman 3, no. 2: 159–71.
Faishal, F., Adly, M. A., & Firmansyah, H. (2024). Kaidah رومﻷا اھﺪﺻﺎﻗﻤﺐ Dan Penerapannya Dalam Fikih Keluarga. ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum Dan Humaniora, 2(4), 120-130.