Abstract
Al-Quran sebagai kitab suci Islam mencatat berbagai peran wanita yang sering kali diabaikan dalam interpretasi tradisional. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran wanita melalui studi kasus terhadap figur-figur wanita yang disebutkan secara eksplisit dalam Al-Quran, seperti Maryam, Hawa, Zulaikha dan Asiyah, dengan fokus pada dimensi spiritual, sosial, dan intelektual mereka. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan kerangka feminis Islam, penelitian ini menganalisis teks Al-Quran serta tafsir-tafsir klasik dan modern untuk mengidentifikasi bagaimana peran ini mencerminkan prinsip kesetaraan gender sebagaimana diungkapkan dalam QS. Al-Hujurat: 13. Hasil analisis menunjukkan bahwa wanita dalam Al-Quran bukan hanya sebagai subjek pasif, melainkan sebagai agen perubahan yang berkontribusi pada pembentukan nilai-nilai moral dan sosial. Penelitian ini berkontribusi pada diskursus feminis Islam, mendorong reinterpretasi teks untuk mempromosikan inklusivitas gender dalam konteks kontemporer.
References
(Al-Quran, 2021) (Al-Quran, Tafsir Surah Yusuf ayat 23 29, 2021)
Tafsir Al-Qur’an. (2021, Mei 1). Tafsir Surah Al-Qasas ayat 7–9: Nabi Musa dihanyutkan ke Sungai Nil. Diakses dari https://tafsiralquran.id/tafsir-surah-al-qasas-ayat-7-9/
TafsirWeb. (n.d.). Surat Al-Baqarah Ayat 35. Diakses dari https://tafsirweb.com/300-surat-al-baqarah-ayat-35.htm
Wahdah Islamiyah. (2015, Juni 1). Asiyah binti Muzahim: Sang Ratu Suci Dalam Istana Fir’aun. Diakses dari https://wahdah.or.id/asiyah-binti-muzahim86/
Prof. Dr. Zaitunah Subhan. (2025, September 1). Al-qur’an dan Perempuan Menuju Keseteraan Gender dalam Penafsiran. Diakses dari htts://share.google/jP2C3HBa8GjOGBEYE
Mohammad A. Suropati. (2025, Maret 1). Kisah dan Kemuliaan Para Wanita Ahli Surga di Sekeliling Nabi. Diakses dari https://share.google/j0clFfAYvf1PwK52V